
"Ckreekk ... Treekkk"
"Brreem...bemmm... bem...bremmm bemmm."
"Ayo Put aku antar kamu pulang...."
Ajaku pada Putri.
Dengan motorku yang sudah siap memboncengnya untuk mengantarnya pulang.
" okee..." ujarnya.
" Rumah kamu di Daerah mana...??? "
Tanyaku memastikan lokasi tujuan yang akan dia Tuju.
" Di daerah Kawasan kelapa Gading Rik, Komplek gading Bukit Vila kamu tau kan.!"
Jawabnya sambil menanyakan apakah aku tau kawasanya dia.
" wah kebetulan aku juga tinggal di kawasan Jakarta Utara. Bisa kebetulan begini... Aku lewatin kawasan sana kok... " ucapku padanya.
" iyaa... Ya... Bisa kok bisa kebetulan ya. Memang kamu tinggal dikawasan mana Rik, di jakarta Utaranya..." jawabnya seakan menanyakan alamatku.
" Aku dikawasan Koja Put, daerah walang. tepatnya di belakang Pelumpang tidak jauh dari sana. kamu tau ?" Ucapku menjelaskan alamatku kepada Putri.
" ohh... Disana... Iyaa aku tau. Yaudah yu... Jalan. Nanti aku arahin kalau sudah di kawasan kelapa gading" jawabnya dan mengajakku untuk bergegas jalan meninggalkan lokasi dimana kita singgah tadi.
" okee siap... Tuan Putri." ujarku meledeknya.
" ihh... Kebiasaan deh..."
" Plaakk..."
Sembil tersenyu menepuk pundakku karna aku meledeknya.
Dan kami pun beregegas jalan melanjutkan perjalanan. Namun cuaca begitu sangat dingin. Dan aku yang bangga malam ini aku menemukan seorang Putri kerajaan bagiku adalah sebuah Anugrah. Yaa walaupun aku tidak tau ini rezeki atau bukan. Tapi aku bersyukur pada malam ini, karena Mimpi atau nyata jelas gaknya hanya sekali aku bertemu dengannya didalam waktu yang begitu singkat.
Aku mengantar Putri sampai tujuan dengan selamat. Ternyata kawasan komplek perumahan orang berada. Aku memang mengetahui kawasan disini. Jadi tak Heran Putri berada dikawasan perumahan elite. Dari story yang diceritakan oleh Doni dia adalah anak dari Pengusaha dari perusahaan yang Doni Pimpin.
" Masuk aja Rik, dari pos itu. Soalnya aku masih rumahku masih di dalam komplek ini."
Ucap putri mengarahkanku.
" Selamat malam pak... Mau kemana."
Ucap petugas keamanan komplek yang memberhentikan kami.
" Mau Kedalam Pak... " ucap Putri.
Dan seorang petugas keamanan pun kaget melihat Putri.
" Eh Bu... Putri... Maaf ya Bu..."
Ucap petugas keamanan yang terkejut ketika dia mengenali Wajah Putri. Dan kami pun di berikan akses untuk berjalan memasuki kompleknya.
__ADS_1
" Permisi yaa... " ucapku pada petugas.
" Mari pak , mari Bu..." ujarnya.
Lumayan Jauh lewati memasuki dua kawasan pemukiman, Barulah sampai pada Tujuan Rumah Putri. Ternyata sungguh luar biasa. disana rumah rumah pemukiman sekitar komplek disana sangat besar besar. Tapi tidak seperti Rumah Putri. Rumah dia sepertinyalah yang paling besar diAntaranya.
" trakk... "
Suara motorku terhenti didepan gerbang Rumahnya.
" stop... Rik . Sampai sini aja. Disini rumahku"
Pinta Putri. Untuk aku menurunkan dia didepan pintu gerbang rumahnya.
" Wihh luar biasa Rumahmu bagus banget Put. " jawabku yang sedikit kampungan seperti orang Norak.
" aahhh... Kamu nih kebiasaan. Rik, jangan sering sanjung aku kaya gitu ah. Aku ga suka tau..." ucap Putri sedikit kesal atas ucapanku.
" Ehhh... Maaf maaf Put. Janji deh gak bakal norak lagi." ujarku.
" yaudah Aku masuk ya Rikk, Makasih ya Rik malam ini kamu udah ngehibur aku terus."
Ucap Putri dengan Rasa Terimakasihnya untukku karna aku menemaninya.
" iyaa Put. Sama sama. Aku malah bersyukur bisa kenal kamu Hari ini. Dapet temen baru. Udah Cantik Baik lagi. Kaya ngerasa kenal lama aja... Hehehee...!!!" Ujarku dalam ucapanku yang sedikit manyanjungnya.
" hehehe... Iyaa yaa... " Senyum Putri dengan beribu makna .
" yaudah... assalamualaikum."
Ucapku bergegas pamit dari kediamannya.
Ucap Putri.
Dengan membalas salamku.
Akhirnya aku pergi meninggalkan kediaman Putri. Rasa senang bercampur aduk karena keberuntunganku malam ini dipertemukan seorang Putri cantik dari kerajaan di dunia nyata. Hah... Nikmat Tuhan mana lagi yang ku dustakan. Kaya nya aku benar banar bersyukur. Walaupun ini bakal menjadi sebuah Mimpi sementara saja untuk Dimalam ini. Tapi hari ini Harus aku nobatkan ini menjadi ANUGRAH SEMALAM dalam hidupku. Yaa sadar diri aja dulu aku siapa dan dia siapa. Toh Dia juga sudah mau menikah. Bagaimana bisa jadi kenyataan. Lebih baik bangun dari mimpinya dari awal deh. Biar ga sakit di kenyataan Hidupnyaa.
Sesampainya aku dirumahku....
Tepat pada jam 00: 45...
" Tokk.... Tokk.. Tokk..."
" Assalamualaikum Bi...."
" Bi... Bibi... Aku pulang bi..."
Ternyata pas aku sampai, Bibi mengunci pintu Rumahku dari dalam mungkin dia tertidur kali....
" crekkk ... Crekkk... Trakk"
Tak lama kemudian suara kunci pintu terbuka. Mungkin Bibi ku terbangun karena ketukan pintuku.
" Assalamualaikum Bi..." ucapku yang langsung menyambut tanganya. Karena dirinya udah sepeti ibuku sendiri . Dari kecil aku dirawatnya.
__ADS_1
" Waallaikumusalam...!!! Kamu Rik, tumben larut banget kamu pulangnya... "
Ucap sang Bibi.
" iya Bi.. Aku bantu bantu Acara Nikahannya si Doni." ujarku.
" kamu makan Gih! sanah Rik, ..."
Ucap sang Bibi yang berikan perhatiannya padaku.
" Nanti pagi saja Bi.. Erik mau langsung istirahat. Capek sekali soalnya Hari ini."
Buru buru aku meninggalkan Bibiku. Dan lansung bergegas mencari tempat tidur .
Mungkin telalu capek juga aku hari ini jadi mau gimana lagi liat kasur aja bawaanya mau istirahat.
" yaudah. Gih. Kamu istirahat..."
Ucap sang Bibi dan membiarkanku pergi masuk kekamarku. Dan Bibi pun meninggalkanku begitu saja.
Dikala aku terlelap namun mataku masih belum juga bisa terpejam hanya menatap katas dinding kamar. Terkadang pikiranku masih membayangkan Wajah Putri karena keberuntunganku pada Malam ini. Satu sisi lain seakan ada yang membisikanku untuk tidak terlalu berharap karena kenyataannya jelas Putri sudah memiliki tunangan.
"Haaaah.... Begitu Rumit. Kenapa disaat aku Mendapatkan seorang perempuan yangbaku suka tapi ada aja Halangannya yaa.... Yaa Allah apa salah Hamba.... Kau berikan aku Anugrah yang begitu indah tapi aku tidak bisa memilikinya. Jika aku memilikinya aku janji falam diriku untuk bisa menjaga sebaik mungkin ."
Ucap ku di sela khayalanku dikala ku sulit memejamkan mataku untuk tertidur dan aku berdoa pada Allah. Agar kiranya di berikan petunjuk baik buat diriku.
Tak lama kemudian aku pun terlelap dan tertidur....
******
Keesokan Pagi aku Terbangun...
Dan aku masih tidak percaya dengan pertemuan semalam dengan Putri... Serasa hanya mimpi bagiku bisa menggapai bintang terang didalam imajinasiku memiliki seorang Putri Raja di dunia nyata. Aku hanya tersenyum senyum sendiri di dalam kamar. Layak orang Gila yang penuh dengan Khayalan dalam mimpi.
Karenan pikirku Hari ini tidak ada kegitan aku mencoba bergegas mencuci motorku saja.
Dari pada tidak ada kegiatan sama sekali.
" eh... Udah bangun Kamu Rik, "
Ucap Bibiku yang melihatku terbangun...
" iya Bi..."
Ujarku.
" kamu ga kerja lagi. Biasanya kaya orang sibuk kamu jam segini udah pergi begitu saja." Ucap Bibiku.
" gak Bibi. Lagi gak ada kerjaan. Bibikan tau aku penganguran. Kerjaannya serabutan kalau ada yang panggil aku aja palinh aku langsung pergi. Hehehehe...." jawabku bercerita kepada Bibiku.
" Memang kamu g coba mau cari kerjaan apa Rik," tanya Bibiku.
" Belum ada yang pas aja Bi. Soalnya aku juga milih milih kalau mau kerja sama Orang." ujarku sedikit nyeleneh menjawab ucapan Bibiku.
" Ahhh.. Emang Dasarnya aja kamu nya itu mah yang malas..." saut Bibiku.
__ADS_1
" Hehhee...hee.. Yaudah Bi, tar juga ada Rezekinya kok. Yang penting aku kan punya keahlian. Lagi juga aku mau Cuci motorku dulu. Udah hampir 2 mingguan kena Hujan aku gak cuci cuci nih Motor."
Ucapku menjelaskan semua kepada bibiku.