ANUGRAH Semalam

ANUGRAH Semalam
KENDALA DI TAMAN BACA


__ADS_3

Waktu pun Larut seakan petang di kehidupan senyap. Langit terlihat cerah namun rundung Pilu tersembunyi dibalik Tabir makna indahnya kehidupan. Sahabat mengikat erat untuk menjadi yang terkuat. Runtuhnya senyuman mereka takan pernah kami hilangkan. Kisah anak pesisir kami buat, agar tidak hilang generasi di negeri ini.


Itulah inginnya mereka, para pendiri Taman Baca Pesisir di ciptakan.


Semua para sahabat Relawan pengajar akhir merapihkan kegiatan mereka. Setelah anak anak kecil di kawasan pesisir pamit pulang.


" ka Rio udah Rapih semua nih...! Seneng banget aku Ka. Udah Nambah Loh anak anak pesisir yang Masuk untuk Hari ini gak kaya biasanya.! " Ucap Shinta Salah Seorang Relawan pengajar Taman Baca.


" yaudah ... Bagus Ta, tar kita Kroscek data anak anak yang Baru masuk.!, Sekalian kalian Pada ngumpul dulu sini, kita Briefing kalau udah pada beberes!". Ucap Rio menyuruh semuanya kumpul.


" di... Ardhi..., sini dulu pada Kumpul semua. Panggil Si Farah sekalian.!" Ujar Shinta memanggil semua sahabat Relawan pengajar Taman Baca.


Mereka pun berkumpul ditengah tenda tempat Mengajar. Setelah semua perlatan mengajar sudah di Rapihkan.


" ayo sini Kumpul. Kita Briefing duku ya.. !, Sebelumnya kita Kedatangan Tamu Hari ini yang Tadi saya Lihat dia membantu Kita Dalam mengajar. Kenalkan Namanya Ka Ratih. Ini temannya Bang Erik... Orangnya Cantik Ya... ? Cantik Kan! " Ucap Rio ditengah Kawanan Relawan pengajar, sekaligus memperkenalkan Kedatangan Ratih yang membantu Kami dalam Mengajar. Dengan nada santai dan memuji kecantikan Ratih.


" Beh Cantik bang, Cantik Banget ini mah... ! " ucap Ardhi dengan gaya candaan Khas anak Priuk.


" Bisa Aja Lu dhi, maen jeplak aja Tuh cocot. Ketara Priok nya banget Lu.!" Sahutku seketika balas ucapan Ardhi.


" Maaf bang, keceplosan...!" ucap Ardhi dengan tersipu malu sambil menggarukan kepalanya.


" kenalin ka, aku Farah... Makasih ya udah bantu." Ucap Farah menjulurkan Tangannya Pada Ratih.


" aku Ratih..." Ujar Ratih.


" kalau Aku Shinta ka..." ucap Shinta meperkenalkan dirinya. Dan berjabat Tangan pada Ratih.


" Ratih... " Ujar Ratih membalas jabatan tangan shinta.


" Aku Ardhi, ka...!" Ucap Ardhi mengikuti kawan yang Lainnya. Belum Sempat dia ingin berjabat tangan. Kemudian Rio dengan Jahil mengeser tangannya Ardhi.


" Srett...!"


" Eh gak Boleh.. Bukan Muhrim.!!!" ucap Rio dengan Candanya.


" Parah Lu yo,, anak Orang gak Boleh salaman. Sini Dhi, Pake Tangan Gua aja Wakilin Tangan Ratih. !" ucapku menambah candaan Rio.


" Ah, Sue lu Bang....!" ucap Ardhi dengan Nada cembetut.


" Hehehehe... Kalian seru juga ya. Jujur aku suka Sama kalian semua. Kalian Ramah ramah orang nya." Ucap Ratih ditengah tawanya yang melihat candaanku dan Rio.


" Gimana Tih, suka gak kamu kesini.?"


Tanyaku Pada Ratih.

__ADS_1


" suka Kok bang, seru Banget... Aku jadi punya pengalaman menarik , Bahkan Makasih Banget udah di ajak kesini...!"


" Dhi, kamu beli air dulu gih. Biar Kita santai santai briefingnya.!" ucap Rio menyuruh ardhi.


" iya... Bang! " saut Ardhi.


" Nih Uang nya...!, sekalian beli jajanan aja lebihannya." ucap Rio.


" siap Bang...!" Ujar Ardhi dan berlalu pergi.


" bisa Langsung dimulai Aja Yo briefingnya...!" ucapku.


" Oke, gua Buka ya ... Briefingannya.! Ehm.. Gua mau ngabarin Ke Kalian. Kita lagi ada masalah prihal Tempat yang kita singgahin untuk Taman Baca." ucap Rio membuka briefingan.


" ada Masalah apa emangnya sama Taman baca Yang kita tempati?" tanyaku pada Rio.


" Gini Rik, Tadi Ada beberapa Pihak Oknum yang beralasan wilayah Ini mau di ambil Alih buat Projekan pembangunan. Namun Mereka dampaknya Belum Fix . Mereka berbicara seakan Takut ada penggusuran diwilayah sekitaran pesisir wilayah sini."


Ucap Rio memberikan Informasi yang di dapatkan dari Para Petinggi wilayah kisaran pesisir pantai di kawasan cilincing.


" gimana ya, kita Konfirmasi dulu yo akan masalah ini kepada Doni.!" ucapku yang berusaha untuk tenangkan keadaan. Karena bagiku, Doni harus mengetahui akan Hal ini.


" bang Nih air minumnya sama jajanannya...!"


" yaudah bagiin Airnya di...!" ucap Rio pada ardhi.


" Untuk sementara kita tenang dulu. Mudah mudahan Doni bisa bantu kita untuk Pecahin Masalah Ini, jadi jangan pada Khawatir ya...!"


Ucapku menenangkan suasana.


" emang ada apa sih Bang.... !" ucap ardhi nyeletuk karena dia tidak mengetahui pembicaraan sebelumnya.


" tar Diceritain sama yang lain. Di .!" ucap Rio.


" berarti ka untuk pertemuan nanti kita masih tetep bisa lanjutin Kegiatan ini kan ka.?" tanya Shinta.


" iya, kita tetep jalanin kegiatan selagi masih bisa kita lakuin ya...!" ucap rio.


" Gimana Kalau kita Demo aja ka!" ucap Farah seakan tidak terima.


" Kita Tetep gabisa de, ini kan kiat kegiatan suka Rela mendidik mereka. Jadi nunggu aja biar kk, sama ka Rio dan Ka Doni yang memikirkan akan Hal ini ya. Kalian Mengajar aja Selagi masih bisa lakuin kegiatan ini." ucapku jelaskan semua masalah ini untuk tetap tenang.


" Yaudah Yuk, kita Pulang . Makasih buat semuanya ya yang udah bantu bantu terutama Ratih yang tadi udah bantuin kita. " ucap Rio


" Yuk kita berdoa, menurut agama masing masing. Semoga apa yang kita jalanin bisa menjadi keberkahan untuk kemudian Hari.!"

__ADS_1


Ucapku menuntun semua tim untuk berdoa.


" AMIINN" Ujar semua secara serentak.


"Berdoa dimulai,"


.


" Berdoa selesai..."


Ucapku


" ka aku pamit ya,...! Aku duluan ya mau ada acara dirumah" Ucap shinta yang pamit dahulu meninggalkan kami karena memiliki waktu untuk keluarganya.


" ta, gua Ikut nebeng bareng lu yaa... Kebetulan kita searah.!" Ucap Farah meminta tebengan kepada Shinta. Karena Farah tidak membawa kendaraan.


" iya Fah, kebetulan juga Gua takut nyebrang nya jam segini banyak mobil Container. Biar gua ada temenya juga. " ucap shinta.


" Hati hati ya, kalian jangan ngebut ngebut ta..." ucapku mengingatkan.


" iya... Ka, aku pamit ya. Asallamualaikum.!"


Ucap Shinta memberikan salam.


" wa'alaikumsalam..., Hati hati ya ...! Ucap kami semua kepada shinta dan farah.


" Bang Rio Nanti Balik sama siapa bang?" Ucap Ardhi menanyakan Rio.


" Gua Bawa Motor Sendiri kok , yo...!"


Ucap Rio balas pertanyaan Ardhi.


" Nanti Keluarnya Bareng ya... Bang. Soalnya biar gua Gak Boring dijalan.!" ucap Ardhi meminta jalan Bareng keluar area Cilincing.


" Nanti Lu Bantu kerumah gua ya, barang Barang nya , biar di titip di Rumah Gua aja Nanti dhi." ucap Rio meminta Tolong untuk Ardhi membawakan sebagian barang barang yang di pakai mengajar biar disimpan dirumah Rio.


" yaudah Yo, dhi. Gua juga ada Janji sama Ratih nih!, . Mau Ke pasar pelelangan tadi gua udah janjiin dia sebelum mampir kesini."


Ucapku yang bergegas Pamit kepada Rio dan ardhi.


" iya, Aku sama Bang Erik mau ke pasar pelelangan nih Takut kesorean. Ada yang mau di beli disana. Bye the way makasih ya Buat Hari ini Ratih seneng banget." ucap Ratih yang pamit kepada Rio dan Ardhi.


" Yaudah kita pamit duluan ya.... Assalamualaikum.!" ucapku memberikan salam kepada Rio dan Ardhi yang membonceng Ratih.


Akhirnya kita pun beranjak Pulang. Apa yang kita upayakan insyallah menjadi keberkahan buat Kami. Karena niatan kami Tulus untuk membantu Negeri ini. Generasi Negeri wajib diberikan perhatian bagi mereka yang memiliki semangat dalam menuntut ilmu. Miskin dan kaya adalah landasan dasar yang perlu ditanamkan dalam dunia pendidikan sejak dini.

__ADS_1


__ADS_2