ANUGRAH Semalam

ANUGRAH Semalam
LENSA GELAP


__ADS_3

Kepergian Putri dengan Rudi seakan membuatku lemas...!, Tapi ya sudahlah.


Untuk apa diriku memikirkannya.


Lalu aku beranjak Pergi meninggalkan Doni.


" tap... Tap... Tapp.... Tapp !!!! "


Langkah kakiku buru buru pergi untuk menenangkan diri .


Doni dengan tatapan kosong hanya bisa diam melihatku pergi meninggalkannya begitu saja. Karna Doni tau pada dasarnya watakku seperti apa.


" Glugg... Gluggg ... glugg.. Gluggg...!!! "


Gelas air minum yang dari tadi kubawa...


Aku teguk... Untuk melegakan nafasku.


" SREEKKK..."


KUAAmbil Sebatang Rokok... Barangkali bisa menjadi penenang pikiranku.


" SSSSTTTtttt... Hufhhhhh"


Hembusan Rokok yang kuhisap... Dengan santainya.


Tak lama. SAAT ITU.


Tap... tap... tap...!!!


" ehh... Ka Erik... Kenapa di luar Ka.?"


Seorang perempuan datang dari belakang menyapaku. Aku yang sedang bersenderan di piliar luar gedung acara ketika itu pangling. Tidak mengenali wajah siapa orang yg sedang menyapaku.


" Siaappa ya...? , maaf gak engeh ..."


tanyaku padanya.


" Aku Viona ka... Masa Lupa sama aku... "


Ujar Viona dengan sapaanya menyapa di balik kebingunganku yang Pangling melihat parasnya tidak seperti biasa.


Dengan makeUP dia terlihat jauh lebih cantik. Mukanya yang manis kini terlihat seperti prices jasmin pada film disney Aladin.


" waaahhh... Maaf de ... Kaka pangling loh. Kamu jauh lebih cantik... Padahal kamu itu udah cantik. Di makeUp begini kaka jauh lebih takjub sampai ga mengenali kamu. "


Pujianku secara tidak sadar membuat Viona tersenyum. Apa lagi lesung pipinya begitu dalam saat dia tersenyum.


" Ihhh kaka nih... Apa sih Puji puji vio bagitu... Kaya sama siapa aja loh... "


Jawabnya dengan tersipu malu. Pada dasarnya aku mengetahui dia , Dia selalu mengagumiku disaat aku bertemu denganya saat aku main dirumah Doni.


Aku tau karena Doni yang sering memberitahu aku. Viona Adalah Adik sepupu dari Doni. Dia adalah anak dari om nya Doni. Omnya Doni adalah kaka dari Bapaknya Doni.


Kehadiran Viona membuatku sedikit tenang...


" ka Fotoin aku dong... Kaa, sayang Tau itu kameranya cuma digantungin aja dileher kaka... Jangan kasih harapan kameranya dong... Emangnya dia hubungan PHP apa, yang mesti di gantungin gitu...."


celoteh viona dalam candanya seakan membuatku rileks melupakan hal yang telah membauatku jenuh.


Kemudian aku dengan spontan langsung bergegas mengikuti perkataan Viona. Dan memotretnya.


" Ohh... Iya.. Yaa... "


"Kamu mau di Foto...!! "


" okee... Gayaa yaa.... "


" Siaaappp... "


" Satu... "


" Duaaa... "


"TIII... GAAAA... "


" CEEKKKREEKKKK... "


" OKEY LAGII, GANTI GAAAYAA... PUTT"


"CEKKREKKK...."


Tak lama aku lagi asik mengambil gambar Viona. Terdengar Suara .


" Plakkk... " seorang menepuk pundakku .


" RIKK... bantu anak anak dulu gih...."


Pinta Suara Doni ketika itu memanggil kami..


Untuk membantu clossingan Acara.


Karna cukup larut malam waktu menunjukan Pukul 22.30 dimana waktu gedung sudah habis pada Umumnya.


" oke,, Don. Siap...!!! , PUT udah Dulu yaa... Dipanggil Doni . "


Pintaku izin membantu Doni untuk menyudahi pemotretan pada Viona adik sepupu Doni.


" eehhh... Iya ka.. Gak papa kokey, nanti Jangan lupa kirim ke WA Aku ya kaa...."


Ujar Viona dan meminta hasil dari pemotretan yang tadi aku lakukan kepadanya.


ENtah kenapa saat memfoto Viona tadi aku sedikit membayangkan kalau dia adalah Putri. Hingga aku senyaman itu, Tapi jujur aku menganggap Viona hanya seperti seorang adik . Karna usianya yang cukup jauh dibawah umurku 11 tahun. Sedangkan umurku 31tahun. Viona baru kisaran 20 tahun.



" Put,, aku Tinggal yaa.... "


Tak sengaja beberapa kali aku kerap memanggil nama Putri Untuk Viona. Aku Tak mengerti Apakah Ini ada yang salah dari Lensa mataku, atau Lensa Kemeraku? Karena Wajah Putri kerap menutup Benak pikiranku. Tapi aku sadar akan panggilan Doni meminta pertolonganku.


Akupun beregegas berlari layaknya The Flash. Beranjak meninggalkan Viona Begitu Aja.


" WWIIIZZHHH......"


Dengan Gerak Cepat aku keArah Doni.


Sedikit Heran Viona kala itu.


" PUT....???. "


ujar Viona dalam Hati bingung memikirkan perkataanku.




Sesampainya di dalam gedung...



" Don,, yang mana yang bisa Gua Bantu...???."



Tanya ku kepada Doni.



" itu Rik , gua minta Tolong masuk masukin ke Mobil souvenir Lebihannya... Lumayan buat di bagiin ke orang orang terdekat Nanti di rumah gua atau tetangga sekitar. Klo lu mau ambil ambil aja sebagian yaa.... "



Ucap Doni meminta Tolong...

__ADS_1



" Siaap Boosssku, Gampang itu mah Pak Boss... Nanti juga Gua ambil sendiri. "



Ledekku sambil mengangkat barang yang disuruh nya.



" SREETTT..."



" UKHHH... Lumayan juga nih barang."



Ujarku mengangkat barang yang ingin ku pindahkan. Kemudian ku arahkan ke mobil. Yang sudah menunggu. Depan Pintu gedung.



" Beepp.. Beepp... "



" Braagghhkk... "



Supir ayahnya Doni membuka kan pintu mobil bagasinya.



" sini maasss,, disini aja taronya biar aku yang atur nanti.." pinta sang supir untuk menaruh benda yang kubawa.



"Disini yaa ... Aku taruh pak didit"



Tanyaku memperjelas letak barang yang akan aku taruh.



" iyaa... Mas biarin disitu aja. "



Ucap pak Didit .



" Baaaghhhkk...."



Benda itupun aku taruh sesuai keinginan supir agar di letakan di tempat yang dia tuju.



Biar aku bisa melanjuti mengangkat benda yang lain masih belum terbawa.



Selang waktu berjalan pekerjaanpun selesai.



Tak lama Doni dan Dina keluar sudah 7berganti pakaian. Mereka akan segera Bergegas meninggalkan Gedung pernikahan.




ucap Doni merasa terbantu olehku setidaknya.



" iya Rik , Makasih Banget yaa... Mau bantu bantu kita seRepot ini... "



Ucap Dina kembali melontarkan rasa terima Kasihnya kepadaku juga.



" gak papa Din, lagi juga yang banyak terima Kasih itu gua sama kalian. Lu manggil gua buat apa coba... Toh mungkin gua anggap lu Udah kaya Keluarga gua aja sih makanya gua mau dateng..."



ujarku mengatakan Rasa syukurku yang telah mengenal mereka berdua.



Hmmm... Padahal aku tidak Terlalu banyak membantu Mereka loh. Wedding acara Doni yang mewah ini sesungguhnya Sudah melingkupi paketan Dari WO yang di pesan Doni. Baik dekorasinya, Cathringnya pun bermodel kelas Atas menu makanan yg dia pesan. entertaint nya Luar Biasa. Sesungguhnya aku Bingung!, Aku berperan seperti tukang Foto Khusus buat dia saja Yang diPanggil untuk mereka. Sedangkan sesungguhnya di dalam Wedding nya dia pun sudah Ada Fotografer Profesional yang dia Pesan di Acaranya.



" By the Way... Lu mau ikut mampir kerumah dulu ga.??? Apa Mau langsung Cabut lu"



Ajak Doni kepadaku.



" hmmm.... Gak lah Gak enakan. Nanti gua jadi obat nyamuk. Gangu malam pertama lu lagi lah. Palingan gua lansung cabut aja. Lagi juga gua masih mau banyak istirahat."



Jelasku pada Doni.



" Udah Jangan Terlalu di pikirin. Kalau Jodoh gak bakalan kemana... Toh lagi juga Putri kan Bukan tipe lu. Gua Tau kok lu Tadi mumet. Putri di jemput Tunangannya."



Tiba tiba Doni celetuk obrolan perihal Putri.



Padahal sempat lumayan tenang pikiran ini ga terlalu memikirkannya. Dan akibat Doni berkata seperti itu. Aku jadi teringat, Tapi dalam Hatiku ... "Sueee bener nih si Doni Tau Tauan."



" Apa si lu ga jelas... Sok Tau banget lu .... SETTAANN...."



Ucapku sedikit Nyolot Dalam Candaan.



" Udah Hapal Mati gua karakter lu Rikk. Wkwkwkww..... " Gelak tawanya Doni kala itu sambil merangkul Bahuku.



" Ihhhh... Apasih lu kaya Homo anjriittt..."


__ADS_1


Tolakan ku pada Rakulanya. Karena bagiku risih akan Rangkulannya..



Belagak kaya ga perlu dipedulikan orang semenyebalkan Doni.



" eh emang iyaa... Tadi ada Tunangannya Putri datang... Kok aku gak liat yang. Sejak kapan... Ganteng mana sama Erik"



Tanya Dina penasaran dan dibandingkan pula diriku dengan Tunangannya Putri.



" Klo ganteng mah. Gantengan Erik lah... Cuman dia Tajir aja. Mukanya Pas pasan tapi dia pekerja keras Beda Rezeki aja. "



Celoteh Doni kembali dengan satir.



" Udah ih... Gua mau balik yaa... Gua ambil motor Dulu. " aku tak mempedulikan ucapan Mereka berdua. Takut berkepanjangan mending aku tinggal aja mereka.



Belum sempat Aku beranjak melangkah kan kaki dan menoleh dari Doni dan Dina.



" GEDEBUGG.... "



Aku dan Viona bertabrakan sejara tidak sengaja.



" AAADDDDUUUHHH...."



HELA suara kami berdua secara bersamaan.



" uhhhhh.. Kak erik... maaf ya ka...."



Ucap Viona saat tertabrak.



" eh... Kaka yang minta Maaf. De... "



Saat meminta maaf Aku membangunkanya. Dengan lembut... "Sreeekkhh.." hingga dia terbangun. Namun dia berdiri sambil menatapku dan tersenyum.



"maaf yaa kaka pengen buru buru pulang. Tadi aku ga liat kamu."



Ujarku.



" enggg.... Nggak apa apa kok ka. Lagi juga salah aku juga. Yang gak liat kaka lagi Jalan kerahaku." Viona berupaya menjelaskan.



" ehhhmmm... Lu jalan Aja sama Ade Gua Rikk... Gua Jodohin ya lu berdua."



Dan Doni langsung berkata seolah mejodohkanku pada adik sepupunya.



Viona langsun menekuk wajahnya tersipu malu mendengar perkatan Doni.



" Dia... mah Don. Kaya ade gua jugaa. Gila lu yaa... " sambil tanganku mengusap kepalanya  Viona . " sseessshhh.... sseesshhh..."



Dan dia tersipu.



" Apasih ka. Kalian ni. Nanti kau kubilang papah semua ya... Berdua Goda goda Vio nih.".



Ucap manja Viona ditengah obrolan kami.



" ya Udah lah ya Doni . Dina Gua pamit ya.



Vio mafin Kaka yaa. Kamu jangan Dengerin kata ka Doni mu itu yaa.. Dia udah Gila. Kaka Pamit ya de.... Mmmmhhh"



sesambil aku pamit pada mereka. Akupun gereget sentuh Hidung mancung nya Vio.



" Hati Hati ya.. Kaa.. Byee.."



Ucap Viona.



" Assalamualaikum..."



Pamit aku pada mereka.



" WA' ALAIKUMSALAM"



JAWAB MEREKA SERENTAK.



" Tak... Tak... Takk... Takkk. Tak..."


__ADS_1


Aku meninggalkan mereka dan berlari menuju basement.


__ADS_2