ANUGRAH Semalam

ANUGRAH Semalam
TANDA TANYA PUPUT


__ADS_3

Sepulang aku sholat, aku bertemu dengan Bibi dirumah. Namun belum sempat aku mengucapkan salam Bibi heran dan berteriak Histeris ketika melihat Tanganku dengan perban dan Pipiku menempel sebuah plaster karena perkelahian tadi yanh di obati oleh Ratih. Karena Bibi melihatku dari kejauhan yang sedang menyapu di depan teras Rumahku.


" Astagfirullah allazim... Erik kamu kenapa??"


Tanya Bibi kaget melihat penampilanku Yang tidak seperti biasanya karena dia tau aku tadi hanya Izin ke Mushollah ingin sholat ashar.


Bibi pun datang menghampiriku. Dan melihat luka luka dengan bingung bertanya tanya.


" Gak apa apa Bi, Nanti aku ceritain di dalam saja ya... !!!" aku yang langsung di hampiri Bibi berkata. Dan sambil mencium tangan Bibi meunjukan salam.


Kemudian Kami pun masuk kedalam Rumah.


" Coba Cerita Rik, ada apa sebenarnya..."


Ucap Bibi sambil menyediakan ku air minum.


" Gak apa apa Bi, aku Tadi cuma Bantu Ratih. Tadi dia digangguin sama Preman Kampung sini... Aku yang lihat hal itu, jadi aku menolang dia."


Ucapku berupaya menjelaskannya.


" kamu Tuh kaya jagoan Nolong nolongin orang Rik, apatoh sifat kamu tuh kelewat baik sampai kamu bonyok begini... Rik."


Ucap bibi sedikit marah dengan kelakuanku.


" Abis aku cuma Negur itu preman Bi, biar Sopan perlakukan perempuan. Aku tegur baik dia ga terima kenyataan. Malah mukul erik. Yang erik Tau dia lagi Mabok miniman Bi. " Ujarku bercerita.


" terus kamu Bonyok kan. Sok jagoan sih kamu Rik...!" ucap Bibi dengan nada menyindir ku yang sok Jagoan.


Belum sempat Bibi nyapnyap kepadaku...


" gak Bi, aku menang kok. Aku Pukulin preman itu. Liat nih tanganku sampai bengkak Mukulinnya... "


Ucapku seakan Membanggakan kemenanganku yang membantu Ratih.


" aalaaah.. Rik. Kamu tuh nampang Ratih sampai begitu pengorbananmu. Jangan jangan Kamu naksir sama dia ya le' ...!"


Ucap Bibi... Dan meledekku.


" ngga begitu Bi.. Aku kan pengen jadi orang baik aja kok. Kalau aku naksir dia toh dia juga belum tentu Naksir sama aku. Aku kan pengangguran.! Aku mau kasih makan apa anak Orang."


Ucapku menjelaskan pada Bibi.


" Ah kamu tuh bisa aja. Liat aja Nanti pasti si Ratih yang lama lama naksir sama kamu."


Ucap Bibi.


" gak lah Bi, aku mau Fokus Dulu sama duniaku." ucapku..


" Yowiss lah. Siapa pun Jodoh kamu... Nanti. Bibi mah dukung aja. Asallan baik dan Solehah." ucap Bibi.

__ADS_1


" aminn..." ucapku.


***


Tak lama HP ku berbunyi...


" tring... Tring... Tring... tring..."


Ternyata Putri yang menghibungiku.


Kemudian aku mengangkatnya...


" Hallo... Assalamualaikum.... Ada Apa Put."


Ucapku mengangkat panggilan Putri.


" wa'alaikumsalam, Kamu Udah sampai Rumah Rik..."


Ucap Putri yang menanyakan kabarku.


" Udah sampai Rumah kok, kenapa Put, ada yang ketinggalan... Ya! " Tanyaku Heran dan Takut ada yang salah dari pertemuan Tadi Siang.


" Gak kok aku cuma mau tanya ajaa... Alhamdulillah berarti kamu udah pulang..."


Ucap Putri.


" Aneh kamu Put nanya naya kabar aku doang. Kirain aku ada apa?, awas Tar kamu di Marahin Mas Rudi. Ngabar ngabarin aku."


" Ya udah ya... Rik ! Aku lanjut kerja lagi. Assalamualaikum." ucap Putri langsung menutup telponya.


" Wa'alaikumSalam" ucapku sedikit heran menutup panggilan dari Putri. 


Karena aku Bingung dengan Tingkah lakunya sedikit berbeda. Aku Takut terlibat Hubungan yang mengganggu kisah asmara dia dengan Rudi.


Jujur aku sedikit menyukai perempuan Baik seperti Putri, namun aku bertanya tanya ada apa sebenarnya....? Dia ini sudah mau menikah Tapi Dia malah akrab sama aku semenjak pertemuan Tadi malam. Apa aku hanya ke Pd'an yaa.


" Siapa Rik yang telpon kamu. Kok kamu kaya bingung Begitu... ?, dari Pacar kamu ya. Nama nya Perempuan tadi Bibi dengar suara perempuan... Loh!"


Ucap bibi menghentikan lamunanku yang memikirkan Putri. Satu sisi aku seneng sih tapi satu sisi aku bingung.


" gak Loh Bi, dia Bukan siapa siapa aku kok... Dia ini Kawan baru aku Bi. Baru Tadi malam aku bertemu dengannya pas di acara Pestanya Doni. Dia Itu Rekan Kerja Doni Bi. Tapi 1 sisi Dia adalah anak pemilik perusahaaan yang di kelolah oleh Doni."


Ucapku menjelaskan pada Bibi.


" wah Hebat kamu Rik, bisa beruntung begitu." ucap Bibi.


" ya Alhamdulillah Bi. Dia cantik juga Baik Hati Bi... Aku aja gak tau bisa semujur ini bisa berteman dengannya. Ya semua berkat Doni juga Bi yang ngenalin aku. Tadi Doni menyuruh aku ke kerjaanya aku ketemu dia dan dia ajak aku makan siang sama dia juga tadi Bi..." ucapku bercerita keseruanku mengenal Putri seperti apa kepada Bibi.


" hebat Kamu Rik, terus kamu suka sama Dia kan. Tapi Bibi Heran apa sih yang kamu lamunin tadi . Kaya Orang ling lung loh. Bibi liat Tadi. ?"

__ADS_1


Ucap Bibi bertanya yang melihat tinglah laku aku yang aneh saat berbicara denganya tadi diTelpon.


" Gini loh Bi. Nih anak tadi hubungi aku nanyain kabar aku doang... Nanya aku udah pulang apa belum. Ya aku jawab kalau aku tuh udah pulang!" ucapku pada bibi. Namun bibi memotong pembicaraan aku kembali.


" Terus, kenapa kamu kaya orang bingung?"


Ucap bibi menanyakan kembali pertanyaan yang sama.


" aku bukan Bingung Bi. Tapi heran Dan juga Takut Bi. Nih anak Biar Cantik baik hati. Tapi dia sudah Punya Status .. Dia sudah Tunangan dan bentar lagi Dia Mau nikah dengan Pacarnya.!"


Ucapku menjelaskan ceritaku pada bibi kenapa aku seperti orang Bingung.


" loh, Hati hati Kamu Rik, Nanti kamu terlibat di bawa bawa hubungan mereka. Udah Kamu mending cari Orang lain aja lee'..!"


Ucap Bibi memberi saraan Kepadaku.


" itu dia Bi... Aku juga Sama berfikiran seperti itu akan Hal ini. Aku Gak mau terlibat. Tapi aku juga gak mau ke PD'an. Sapa tau aja aku berfikaran salah tentang dia... Karena emang dasarnya nih anak Baik aja kali bi."


Ucapku yang sependapat sama Pola pikurnya Bibi.


" yaudah Kamu Hati hati aja ya..." ujar bibi.


" gimana Ya Bi.... Aku bingung."


Ucapku yang masih kepikiran.


" yaudah Gak Gimana gimana Rik. Gak usah terlalu kamu Pikirin. Intinya bersyukur aja. Tapi kamu harus Hati hati."


Ucap bibi terus mengingatkan.


Tiba tiba bibi menanyakan siapa dia..


" memangnya siapa namanya dia Rik,... Kalau Bibi boleh tau.?"


Tanya Bibi seoalah penasaran.


" Namanya Putri wijaya... Bi. Dia sedangkan pacarnya Rudi yang aku tau."


Ucapku menjawab pertanyaan Bibi.


" ouhh Putri Wijaya... Kok sama ya kaya Nama kawanmu waktu kecil. Si Puput"


Ucap Bibi secara tidak sengaja menyamakan nama kawan kecilku dahulu.


Sontak aku terkejut mendengar pernyataan Bibi.


" Eh... Apa bi...! Memang Bibi tau nama Puput aslinya... " tanyaku balik kepada Bibi sedikit kaget.


" iya Tau lah... Kan Bapak nya itu terkenal AnTon Wijaya . Bibikan sempet nanya waktu kecil sama Puput nama aslinya dia siapa sebelum kamu main dengan dia."

__ADS_1


Ucap bibi.


__ADS_2