ANUGRAH Semalam

ANUGRAH Semalam
TAMAN BACA PESISIR


__ADS_3

Selesai melakukan transaksi urusan kami masing masing dari Kantor Pos. Akhirnya Aku dan Ratih menuju ke arah cilincing.


" Bang mampirin dulu aku ke pasar pelelangan... Ya bang." ucap Ratih. Karena ada sesuatu yang ingin di belinya.


" kamu mau cari apa Tadi di sana... ?" tanyaku. Dalam perjalanan.


" aku Mau cari Udang bang...!"


Ucapnya memberitahuku.


" kalau aku Boleh saran !, Mending Nanti aja Pulang dari pesisir Tih, Takutnya udang kamu nanti gak fresh kalau kamu beli lebih dulu." ucapku berikan saran padanya.


" Tapi Bang ntarnya nutup klo kesiangan."


Ucap Ratih memberitahuku.


" emm... Justru siang Itu malah banyakan yang baru di ambil dari Tambak Buat di lelang. Nanti aku kasih Tau tempatnya. kebetulan ada Kawanku yang Jualan disana... Aku jamin.!" ucapku meyakinkan.


" memang di pesisir Lama kegiatanya.!"


Ucap Ratih bertanya.


" ya,,, Kurang lebih sih. Satu jam atau jam biasanya.!" ujarku menjelaskan.


" ouh... Gitu , yaudah deh Ratih Ikut Bang Erik aja. Tapi bener ya Bang udangnya Ada.!"


Ujarnya mengiyakan saranku walupu di bertanya seakan ragu.


" iya ... Aku Jamin Ada ... kok, kalau Boleh tau kenapa nyari Udang sih ... Tih?"


Ucapku meyakinkan dan berbalik tanya.


" aku Ada pesanan di kerjaan, aku jualan online bang, soalnya Buat nambah nambahin Ongkos lah bang." balaanya


" ouh Begitu...! bagus bagus tih... Hebat kamu." ujarku memuji.


Aku gak pernah Tau apa sebenarnya pekerjaan Ratih, karena aku tidak pernah bertanya kepadanya. Kalau tidak salah, aku pernah liat seragam yang dicuci Bibi punya Ratih, sepertinya dia SPG di Mall kelapa Gading.


Kemudian kami tiba disana.


" assalamualaikum ..."


" wa'alaikum salam..."


" dari Tadi Yo' Lu disini."


Ucapku berbicara menyapa Rio.


Belum sempat menjawab sapaanku Rio lansung meledekku.


" Widih Gawat,, udah Punya Gacoan lu... ! Mau pamer Lu yaa...? Ujar Rio menyindirku karena melihat aku membawa Ratih.

__ADS_1


" Gak gitu setan, apa sih lu Reseh yaa...!, Dia Itu gua temuin Tadi Pinggir jalan, Kasian kalau gak di Bawa.!!" ucapku balas canda Rio.


" parah, Bang erik jahat banget ih... mulutnya!"


Celetuk Ratih ditengah Obrolan Kami.


" Maaf, Maaf Ratih. Lagi Reseh nih Si Rio. Mentang mentang Ngeliat aku Gak pernah Bawa perempuan Jadi dia bilang Kamu itu pacar aku tih...! hadeh." ucapku jelaskan kepada Ratih.


" Hayo luh ngambek, anak orang." saut Rio.


" Reseh Lu... Yo.! Kenalin Ratih. Tetangga Gua." ucapku sambil memperkenalkan Ratih Pada Rio.


" selamat Datang di Taman Baca pesisir Mba. Aku Rio. Aku Yang bantu Tugas ngajar disini. Trus itu kawan kawan ku yang ikut juga ngajar. Namanya Shinta , itu farah, dan yang itu Ardhi."


Ucap Rio dan menjelaskan teman teman lain yang sedang sibuk mengajar.


" aku Ratih... Bang ! " balasnya dan berjabat tangan dengan Rio.


" Mari ... mBa, liat Liat dulu kegiatan Kami. Ya seperti inilah ... Sederhana cara mengajar bakat mereka anak anak yang punya semangat untuk mencari ilmu. Dengan tujan kita tanamkan sejak dini. Kita buka umum sebisanya kita mengajar." ucap Rio sambil menerangkan berjalan kepada Ratih disekitar kelas mengajar.


" Pangil Aku Ratih aja Bang, gak enak kayanya kalihatan tua kalau di panggil mba.!"


Ucap Ratih.


" iya yah...! Yaudah aku panggil kamu Ratih. Tapi panggil aku pakai abang Juga . Panggil aku Rio aja ya ..., biar impas ya. Gimana?"


Ucap Rio.


Ucap ratih yang canggung


Kemudian mereka kulihat sudah sedikit akrab. Jadi aku tak perlu khawatir


Sedangkan Aku membantu sesekali apa yang saya bisa ku Bantu. Seperti teman teman lainya.


Bagiku Rio cukup Mahir dalam Urusan memanage kegitan disini. Dia sedang BackUp Posisi Doni sekarang sendiri. Untuk mengatur teman teman Relawan pengajar yang lain.


Rio adalah salah Satu pendiri setelah X TIM AWAL di Taman Baca pesisir ini, selain Doni. Rio berperan Penting akan Semua kegiatan disini. Rio dahulu yang paling berminat akan Ide Brilian Rencana Doni. Taman Baca ini sebenarnya sempat ingin menghilang. Di karenakan kegiatan pendiri terdahulu yang bersama Doni sudah saling memiliki kegiatan di Luar Taman Baca. Mereka sudah memiliki pekerjaan yang sulit untuk meluangkan waktunya di taman Baca. Saat itu Rio berminat Bergabung untuk karena dia sudah memiliki jiwa sosial dalam dirinya.


Ternyata Ratih cukup telaten dalam hal mengajar. Sesaat ku lihat mengarah ke dia ternayata dia sedang membantu mengajarkan anak anak pesisir.


" ini namanya Huruf B


'b', lurus dulu dari atas kebawah baru dari tengah di kasih perut kedepan. Ini huruf b kecil. Ini sama kaya Huruf B . Yang besar bedanya B besar perutnya ada dua diatas sama di bawah." ucap Ratih kala sedang mengajari seorang anak diTaman Baca.


" oh gitu ya kaa... Ini sama sama B juga ya! " ucap seorang murid pada ratih.


" Iya , Cantik... Yaudah ditulis sampai bawah Huruf b Kecilnya ya! Tadi huruf B besarnya kan Udah." ucap Ratih sambil mengarahkan tulisannya.


" gimana Tih, bisa Ga ngajar nya?" ucapku yang datang menghampirinya.


" suka Si Bang , mereka Punya semangat Belajar. Karena cara mendidik disini seperti Bermain." ucap Ratih seakan senang dengan kegiatan yang ada Disini.

__ADS_1


" tadi Kamu sama Rio, sekarang Rio nya kemana...?" tanyaku kepada Ratih


"tadi sih... , Ada Yang Mau dia Urus perihal perizinan disini, cuma aku Ga tau . Dia Cuma bilang Titip jagain anak anak aja dulu, sama aku Bang. Terus aku ga tau di kemanain! , Dia aku lihat ngobrol sama orang yang kayanya penduduk sini sih , itu yang aku liat."


Ucap Ratih . Yang tidak begitu mengetahui kemana Rio.


(" hemm,,, Ada apa ya kok Izin? Kaya ada yang aneh...?") pikirku dalam hati seketika mengetahui akan ucapan Ratih.


Adzan Ashar berkumandang.


Seperti biasa aku pamit untuk bergegas menjalankan Ibadah.


" yaudah Tih, kamu disini dulu ya. Aku mau sholat Ashar Dulu. Kamu aman kan ya...?"


Ucapku pamit meninggalkan Ratih yang sedang asik membantu mengajar.


" aman... Kok bang. Yaudah Bang erik sholat aja Dulu... Gih.!" ucap Ratih yang masih menikmati suasana mengajar.


Pikirku dia mulai terbiasa nyaman susana di Taman Baca. Aku meningglakan dia sementara tanpa Ragu untuk sholat.


Aku bertemu Rio tidak jauh dari taman baca.


Rio yang kini arah balik ke Taman baca, sedangkan Aku ingin bergegas sholat Ashar.


" abis Dari mana Lu...!" Ucapku menegur Rio yang baru saja ingin Tiba.


" Biasalah Abis Nego nego.! , Lu negor gua Lu sendiri mau kemana?" balasnya dan berbalik tanya.


" Nego nego... ? Apasih. Gua Mau ke Masjid Dulu... Biasa obat ganteng." Ujarku.


" Yaudah, sholat aja dulu gih luh!, Tar gua ceritainnya kalau lu udah kesini lagi. gua balik dulu ke kelas Dah...!" ucapnya Lalu meninggalkan aku.


Akupun mendengar hal itu sedikit heran apa Makna Ucapanya Rio ya. Namun karena aku juga mau ibadah , jadi aku juga langsung pergi meninggalkan dia begitu aja.


*****


Usai Ibadah Aku kembali ke Taman baca...


Mungkin karena waktu mengajar pun sudah Cukup mereka memulangkan anak anak yang belajar. Aku yang baru tiba kembali melihat mereka cukup senang. Mereka berdoyong doyong salaman kepada para pengajar.


" makasih ya.. kaa. Assalamu alaikum."


Ucap beberpaa anak anak yang pamit Pulang.


" iya Hati hati ya pulangnya... Wa'alaikumsalam" Ucap dari beberapa kami para pengajar.


Melihat Tim para Relawan pengajar seakan Raut wajah Puas yang mereka dapatkan. Senang Hati melihat antusias Dari keduanya. Baik murid atau pun Para relawan pengajar.


Begitu pun Ratih... Ratih yang baru pertama kali kesini senang banget kayanya aku lihat.


Tapi Tidak Untuk Raut wajah Rio! Seakan aku merasakan ada yang dia sembunyikan di balik senyuman nya yang ikhlas. Apa yang ingin dia katakan Tadi ya. Aku masih penasaran dari ucapan nya dia.?"

__ADS_1


__ADS_2