
" Selingkuh, Hari inii... Gimana.??? Maksudnya ga ngerti... Aku PuT !!! "
Aku bingung dengan wajah yang heran.
Pertanyaanku yang sedikit heran dengar perkataan Putri.
" iya Rik, Mas Rudi tipikal PlayBoy. Dia baik sih pada semua perempuan... Sehingga aku sendiri tidak mengenali karakternya.!"
Curhatnya...
" mungkin Hanya perasaan kamu aja Put...!"
Aku berupaya untuk tenangkan ceritanya. Sapa tau aja Putri hanya salah Tafsir menilai Rudi.
" Gak Rik, ini nyata...!!! Pas Tadi aku memintanya Jemput aku gak sengaja dia sudah tiba lebih awal, Dan aku melihat dia Bertemu salah seorang wanita yang Dia kenal di Acaranya Doni. Dan Dia berbicara tepat di belakangku sendiri..."
Tegas Putri dalam tutur ucapanya. Memastikanku dan aku mendengarkan pembicaraan itu.
" terus Hubungan kalian giamana? , kan sudah tunangan. Coba kamu bicarakan baik-baik lagi Put...!!! "
Ucuapku tuk tenangkannya sekali lagi.
" Permisi ka, ..."
" untuk pesanannya.! 2 ayam bakar plus nasi. Dengan 2 Es tehnya... Ya ka. Saya letakan disini ya ka..."
Ucap seorang pelayan yang datang kemeja kami.
" oh iya mas... Makasih ya mas."
Ucapku disela obrolan kami yang terputus menjawab ucapan seorang pelayan.
" masalah mas Rudi nanti saya pertimbanngin lagi Rikk. Yaudah sekarang kamu makan aja dulu. Tadi perut kamu kan udah bunyi..."
Ucap Putri yang masih bingung akan hubungannya. Seraya dia alihkan pembicaraan karena hidangan yang di pesan sudah ada dihadapan kami.
Akhirnya kami pun menikmati hidangan secara bersamaan.
Tanpa rasa malu aku melahap makanan...
" Nyam... Nyam.. Nyamm.. hap. Hap "
Mungkin aku sudah terlalu lapar hingga tidak mempedulikan Putri yang berada dihadapanku. Dikarenakan juga masakan di warung makan itu sungguh sangat Nikmat benar adanya barometer keramaian dari para pengunjung tidak salah memberikan tanda suatu penilaian dari warung makan tersebut.
" lahap sekali Rik kamu makannya...hehehe "
Tatap Putri yang Melihatku makan begitu Lahap memperhatikanku dengan senang dan tersenyum.
" iya Put masakannya enak banget tau. Beneran deh. Apa karna aku Laper banget yaa...! " ujarku cuek dan tak begitu pedulikan ucapannya.
" iya Rik enak , gak salah Rekomendasi makanan yang kamu tunjuk. Sambelnya sama masakannya saya suka... Jujur baru kali ini aku jajalin masakan enak seperti ini diPinggir jalan. Padahal aku takut gak sesuai ekspektasi. Makanya aku jarang makan dipinggir jalan."
ucap Putri dan menjelaskan rasa suka atas hidangan yang dibuat dari warung makan yang kami tempati. Jujur dia juga baru pertama kali makan berada dipinggir jalan seperti ini.
" AAAaaRRRrrghh...."
secara tidak sengaja aku bersendawa dihapanya.
" EEHH.. Maaf Put. Ga sadar keceplosan."
__ADS_1
Ucapku sedikit malu Dihadapanya.
" hehehe... Gak apa apa kok, aku malah senang melihat kamu makan. Lahap banget kamu makan... " Dengan senyuman indahnya dia berkata.
Cantik memang paras Putri membuatku malu seakan tidak enak diri ini seperti tidak sopan. Muka aku memerah pasih ketika dia milihat aku yang dari tadi dia perhatikan.
" hehehee... "
senyumku sambil menggaruk kepalaku seakan salah tingkah di buatnya.
Tak lama kemudian hidangan kami pun habis.
" lain kali ajak-ajak aku lagi ya Rikk, makan makan di pinggir jalan. Aku suka suasananya ramai juga ya . Padahal ini sudah larut malam. Jujur aku baru tau loh kehidupan malam hari seperti ini di jakarta."
Pinta Putri seakan senang ketika dia memiliki masalah dan bertemu denganku malam ini.
" kan ga sengaja Put aku juga lewat sana tadi. Semua udah diatur sama Allah kok, aku ketemu kamu. Ya aku tolongin kamulah Put "
Jawabku seakan santai menghadapi pembicaraan bersama putri.
" Janji yaaa... Awas aja klo aku minta kamu.. Kamu ga mau temenin aku lagi."
Ujar putri.
" ya tergantunglah kalau kamu udah jadi istri Mas Rudi aku gak berani temenin kamu nanti... Masa aku bawa istri orang. Nanti aku disangka PEBINOR ( Perebut bini orang ) sama orang orang. " ucapku secara sepontan.
Dan Putri melotot seakan kaget akan perkataanku.
" eh.. Maaf maaf put, aku ga sengaja..."
Jawabku seakan tidak enak akan perkataanku terhadap Putri.
" gak apa apa kok Rik, santai aja...! Toh aku juga belum tau hubunganku ini nanti seperti apa sama Mas Rudi. " jawab Putri dengan wajah yang sedikit merunduk Dan seakan menyimpan permasalahan pada hubunganya begitu kuat.
Aku langsung alihkan Pembicaranku untuk tidak meneruskan pembicaraanya lagi.
" hemmrsss... "
namun putri seseguk manahan sedih saat itu.
Air matanya tak sengaja Jatuh walaupun hanya sedikit yang keluar. Namun aku bisa mengetahuinya karna matanya berkaca kaca saat aku melihatnya.
" ini Put. Lap air mata kamu..."
Aku langsung memberinya sapu tanganku ketika melihatnya seperti itu.
" Maaf ya put, aku buat kamu sedih."
Sekali lagi aku merasa tidak enakan sama dia.
" Makasih ya Rik, maaf ya repotin waktu kamu... Malam ini" ucap Putri disela Tangisannya.
" eh,,, gak apa apaa Put. Sudah sewajarnya aku temani kamu malam ini. Aku bersyukur untungnya aku yang temuin kamu dijalan.
Andai bukan aku, aku ga tau deh..."
Jawab aku seraya tuk menghiburnya..
" Tapi aku bingung kamu kok bisa ada dijalan gimana ceritanya.!"
__ADS_1
Dan lagi lagi aku penasaran spontan kembali aku bertanya pada Putri.
" itu karena aku melihat peristiwa itu. Dan aku sembunyikan pada kalian. Kemudian aku beralasan ditengah jalan untuk memintanya berhenti menurunkanku. Dan Mas Rudi dengan cuek seakan tidak punya masalah dia menurunkanku... Memang wataknya dia begitu dingin Rik, seolah tidak pernah merasa sayang kepadaku."
ucap Putri menjelaskan kembali ceritanya yang seakan tadi terhenti ketika kami makan.
Namun aku masih penasaran kenapa Rudi begitu tega banget kepada Putri. Pasti masih ada yang disembunyikan selain cerita ini yang kiranya dia tidak mau menceritakannya.
" yaudahlah Put. Kita pulang yaa..."
Pintaku sekali lagi mengingatkanya kembali.
" Yaudah yu..." ujar Putri.
" Mas ... Mass.... " aku memanggil pelayan.
Kemudian pelayan itu menghampiri kami.
" iya ka... Ada yang bisa di Bantu.??? "
Ucap seorang pelayan Yang datang kepada kami.
" Berapa mas Total keseluruhan makan kita..." ucapku pada pelayan.
" pesanannya apa ya kaa,..." tanya seorang pelayan yang lupa akan pelayanannya tadi di karnakan begitu ramainya pengunjung di warung itu.
" 2 Paket kumplit ayam bakar ..."
Jawabku menjelaskan kembali pesanan yang kami pesan.
" Cuma 2 Paket kumplit ayam bakar ya ka, semua jadi 50 ribu aja kok ka..."
Jawab pelayan itu memberitahu harga yang kami pesan.
" ini mas uangnya....!!! pakai uang aku aja Rik."
Jawab Putri sambil Memberikan uangnya Seratus Ribuan. Dan dia juga melarangku untuk membayarnya.
" Uangnya Seratus Ribu ya ka,, tunggu sebentar ya ka... Aku ambilkan kembaliannya." Ucap Seorang pelayan.
" Ambil aja mas... Kembalianya."
Ucap Putri saat itu.
Namun sang pelayan bingung...
" Maaf ka, ini kebanyakan loh ka lebihnya... "
Ucap Pelayan yang masih bingung.
" Gak apa apa kok. Mass. Ambil aja sengaja saya kasih . Kan lumayan atuh mas buat tambahan ... Anggap aja pelayanan kamu bagus buat kami. "
Ucap Putri berkata sengaja memberikan kembaliannya kepada seorang pelayan tersebut.
Karna dia terbiasa membayar uang tips kala dia makam di Restoran ternama.
Mungkin baginya hal itu sudah biasa dia lakukan. Dan kebutulan juga harga disini mungkin lebih murah dari biasa tempat yang dia kunjungi.
" eh, bener ka... Makasih ya ka. "
__ADS_1
Jawab pelayan dengan senang.
Dan Aku pun bersama putri beranjak bergegas meninggalkan lokasi.