Arti'E

Arti'E
Rapat Kerja


__ADS_3

16.15


Lima belas menit sebelum waktu yang dijadwalkan, setelah kami melakukan aktifitas sore aku langsung berjalan kearah ruang rapat dilantai satu. Ruang rapat berada dekat dari lobby, namun untuk memasukinya kita perlu memutar arah agar kondusif ketika terjadi rapat. Walaupun, secara kasar bagiku masih dapat mendengar materi rapat pada ruangan itu ketika melewati lobby.


Aku dan Ayu mengobrol cukup lama ketika gadis gadis kelas menanyaiku sebelumnya. Setelah itu kami berbicara kecil berdua, aku hanya mengatakan apa yang terjadi siang tadi, walau itu sepertinya tidak membuat Ayu puas.


'Aku tidak akan melakukan apapun untuk memuaskanmu, Ayu' kalimat itu ada didalam kepalaku. Tentu tidak keluar dari tempatnya.


Memasuki ruangan rapat. Dua guru kami sudah ada disana sedang menyiapkan sesuatu dengan laptop didepan mereka. Melihatku datang, salah satunya memanggil namaku agar aku kesana, aku membalasnya dan menuju keguru itu. Sedangkan Ayu yang juga mendapat tugas dalam rapat ini menyesuaikan diri dengan mengambil tempat duduk bersamaan dengan adik kelas kami yang merupakan anggota osis aktif.


Bu Rini, guru mata pelajaran wajib untuk jurusan kuning yang tadi memanggilku rupanya meminta bantuan dengan dokumen yang sedang ia siapkan. Aku duduk menggantikan beliau, melakukan apa yang harusnya dilakukan. Tidak lama aku mengetahui tujuan rapat ini memang untuk membahas tujuan wisata kami.


Dokumen digital yang tertata rapi mengurutkan pembahasan dan beberapa poin-poin penting mengenai materi rapat yang perlu disepakati. Pada akhirnya aku hanya bisa duduk di sebelah Bu Rini dan kami berdua akan menjadi pemateri dengan aku sebagai asistennya.


Rapat berjalan seperti sebagaimana mestinya, anggota osis dan perwakilan dari masing-masing eskul memberikan pendapat mereka. Aku yang seharusnya mewakili organisasi Rohis tidak mendapatkan banyak jatah bicara dan diwakilkan oleh Ketua Rohis yang dulu juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Osis saat kami kelas 11 satu tahun yang lalu.

__ADS_1


Akhirnya rapat sampai kepada bagian dimana kita akan menentukan tempat wisata tersebut. Rupanya pada salah satu slide presentasi didepanku, tempat itu sudah hampir ditentukan. Sebuah tempat wisata populer dikalangan kami, jika harus mengendari bus maka diperlukan waktu sekitar dua jam untuk sampai kesana. Menariknya, seseorang memberikan beberapa poin menarik jika kami memilih tempat ini, yang juga sebelumnya sudah pernah di observasi oleh seorang siswa, Mantan Ketua Osis, sekaligus Ketua Eskul Pencak Silat, serta Penyandang Ranking No. 1 di sekolah. Bukankah ini sebuah 'title' yang terlalu bagus?


Roni, aku mengenal namanya. Dia kelas tiga jurusan merah. Saat memasuki sekolah dulu namaku tepat dibawah namanya dalam ujian masuk sekolah, nilai kami hanya berjarak beberapa digit. Mungkin perbedaan antara satu atau dua soal saja. Yah, tidak pantas membandingkan anak emas itu denganku yang saat ini hanya siswa 'rata-rata'.


Rupanya dia sudah meneliti tempat ini satu bulan yang lalu, dan memberikan presentase kepada guru mengenai tempat itu. Karena posisinya sebagai 'anak emas' dan kedekatannya dengan para guru, tidak susah apabila presentase yang ia ajukan diterima, karena menurutku ini adalah pembahasan yang menarik jika aku menggunakan sudut pandang seorang 'Guru' dan 'Siswa' pada umumnya.


Niatku sejak awal hanyalah menjalankan tugasku sebagai salah satu perwakilan eskul, apapun isi, tujuan, dan hasil rapat ini tidak menarik buatku. Jadi aku hanya akan diam, tanpa memberikan sanggahan ataupun masukan. Bersikap seperti ini membuatku selamat dari perhatian yang tidak diperlukan.


17.50


Ayu datang bergerombol dengan beberapa teman kami, dia anak yang populer, hal seperti ini tentu wajar bagi dia. Sayangnya, bukan hanya Ayu yang datang menghampiriku, malahan lima orang termasuk Ayu mendatangiku bersamaan. Kami semua saling kenal dan tentu saja sering bermain bersama. Tapi kesempatan untuk enam orang dengan komposisi ini sedikit aneh untuk kelihatan bersama setiap saat. Kenapa? Tentu saja aneh, tiga perempuan dan tiga laki-laki, dari tahun ajaran yang berbeda, eskul yang berbeda, dan... Mereka semua itu pasangan. Aku yakin bahwa orang yang tidak mengenal kami dan hanya sebatas melihat akan langsung paham dari bagaimana kami berinteraksi.


Beberapa waktu memang kami beberapa kali bermain bersama dengan formasi ini. Walau kadang beberapa waktu satu lagi pasangan ikut bersama kami. Jika aku harus menjabarkannya dalam bentuk kata 'pasangan', maka:


Pasangan pertama, Josef dari kelas 11 hijau, dan Hany dari kelas 12 hijau. Mereka merupakan pasangan yang bisa dibilang 'resmi' berpacaran. Mereka sama-sama mengikuti eskul Volly.

__ADS_1


Pasangan kedua, Angga kelas 12 merah dan Anggi kelas 12 kuning. Mereka satu eskul denganku, dan juga Anggi pernah satu kelas denganku saat kelas 11, untuk saat ini kelas 12 dia satu kelas dengan Yuli. Mereka kelihatannya cukup dekat. Karena Angga dan Anggi berasal dari eskul keagamaan sepertiku, tentunya hubungan mereka menjadi desas-desus dibalik teman teman yang lain.


Pasangan ketiga? Aku tidak bisa mengatakan pasangan kekasih. Karena Aku dan Ayu memang tidak sedang menjalaninya. Aku, kelas 12 jurusan kuning. Ayu kelas 12 jurusan hijau, kami sama-sama satu eskul. Meskipun Ayu merangkap dua eskul sekaligus dan aktif dikeduanya.


Ketika aku berkata ada satu pasangan lagi, itu hanya Yuli dan Irwan yang pernah ikut bersama kami satu kali. Aku hanya bisa menebak kalau Yuli mungkin tidak ingin bermain bersama kami jika tidak memiliki dalam tanda kutip 'pasangan'. Dapat dimengerti bagiku, karena group kami memang terdiri dari tiga pasang laki-laki dan perempuan.


Aku tentu saja mendengar beberapa sindiran dari teman teman mengenai hubungan kami. Karena selain pasangan Josef dan Hany yang benar benar memiliki status 'berpacaran' secara sah. Angga dengan Anggi, dan Aku dengan Ayu tidak memilikinya.


Rupanya, karena kami kelas tiga diberikan tugas yang sama oleh Guru Kesenian untuk membuat sebuah karya dari kain. Mereka berencana untuk membuatnya bersama dengan komposisi kelompok ini. Tentu saja karena tidak dari kami kesemuanya kelas tiga, Josef yang saat ini satu satunya kelas satu terpaksa ikut. Tidak, 'terpaksa' bukan sebuah kata yang tepat karena aku lihat ekspresi Josef senang-senang saja mengikuti kekasihnya bermain bersama kami.


Padahal ini sudah hampir jam tujuh malam dan mereka merencanakan hal seperti ini? Lagian, selain Aku dan Ayu yang mengikuti Rapat Kerja, kenapa dua pasangan lainnya menunggu kami? Alasan seperti pertemanan, persahabatan tentu yang keluar dikepalaku. Sebagai pemuda atau pemudi, bermain bersama teman adalah sebuah kewajaran apalagi jika itu bersama orang yang kau sukai. Diriku sendiri tidak keberatan menghabiskan waktu dengan Ayu, walau dengan status 'mengambang' kami.


Karena hal ini aku menyampaikan kepada mereka untuk menundanya sampai besok. Pada akhirnya mereka hanya mengobrol bersama selama beberapa puluh menit. Sebuah obrolan remaja yang khas, entah penting ataupun tidak selama waktu yang dihabiskan itu bersama teman, sahabat, atau orang yang disukai. Hal sepele itu tidak menjadi masalah.


Tidak seperti mereka yang izin dengan orang tuanya karena akan pulang malam. Aku tidak. Aku hanya akan bicara ketika ditanya nanti, dan aku yakin mereka akan meng-iya-kan alasanku. Karena aku berkata jujur. Walau mungkin hal ini tidak berlaku untuk kedua orang tuaku.

__ADS_1


Entahlah.


__ADS_2