Arti'E

Arti'E
Mimpi Yang Aneh


__ADS_3

Setelah mengobrol sekian lama, satu persatu pasangan ini mulai beranjak pergi dari sekolah. Benar saja, kami bercanda gurau tanpa melihat waktu, hanya tinggal Aku dan Ayu yang berada di pos depan. Tentu petugas sekolah dan guru masih ada didalam, hanya saja suasana diluar sini sedikit dingin. Kami berdua melakukan aktifitas tambahan sebelum pulang, mungkin memerlukan waktu beberapa menit. Itu tidak lama.


Aku duduk disamping pos dengan memegang dua pasang sepatu, satu milikku dan sepasang lagi milik wanita dibelakangku. Setelah memberikan sepatu kepada Ayu, aku mengikat tali sepatuku sendiri sambil terpikir dalam kepalaku "Seingatku, sepatu ini sudah tiga tahun, tapi masih layak pakai". Sebuah pemikiran yang tidak berguna.


Meraih jaket hitam dipundak kananku, dan meletakkannya diatas kepala gadis disampingku. Dia sedari tadi terlihat kedinginan, yah wajar saja ini sudah hampir jam 8 malam dan angin masih berhembus. Tidak terlihat akan segera hujan, tapi lebih baik kami mempercepat gerakan.


Aku berniat untuk segera menyalakan motor, ketika berjalan terdengar suara motor yang khas, jujur menurutku itu merusak telinga tapi entah kenapa anak anak suka sekali dengan hal konyol seperti itu. Dia adalah Roni, anak emas yang dibanggakan. Dia bahkan tidak menengok kearahku atau Ayu, dia hanya menarik gas kendaraannya dan melaju pergi. Tidak perlu tersinggung, dari dulu Aku tidak pernah berinteraksi dengan dia. Yah kami dulu pernah mengikuti sebuah perlombaan bersama, walau berbeda topik, dan hal itu tidak menjadikan hubungan kami semakin baik.


Memposisikan motor, Ayu berjalan kearahku. Sekilas dia terlihat sangat cantik hanya berjalan seperti itu, ketika sadar sedang diamati, ia memalingkan wajah dan sedikit menggerutu. Padahal justru itu membuatku semakin ingin menggodanya.


Sedikitnya sepuluh menit dan kami sampai pada kediaman Ayu, setelah memarkir motor Aku berniat langsung pulang dengan kendaraan umum, tentunya orang tua Ayu berbasa basi agar Aku mampir sebentar. Menolaknya tidak akan menjadi masalah, justru menerimanya akan menjadi perkara bagiku nanti.


Dengan kendaraan umum menuju kediamanku, dalam kondisi malam seperti ini hanya membutuhkan beberapa menit, selama angkot ini tidak terlalu lama mencari penumpang maka perjalanannya akan singkat. Bahkan ketika turun dari angkot Aku harus berjalan menyusuri gang untuk sampai dirumah. Ini kota besar, bahkan tengah malam masih akan terlihat beberapa orang mengobrol dan itu termasuk ramai untuk ukuran tengah malam.


Seperti dugaanku, Ayahku masih didepan rumah duduk bersama dengan teman-temannya, entah apa yang mereka obrolkan. Aku hanya mencium bau rokok dan kopi. Setelah memberi salam kepada mereka dan memberikan alasan kepada Ayahku kenapa aku pulang terlambat, maka selesai sudah. Aku melihat pintu dilantai satu sudah ditutup, sepertinya ibuku sudah tertidur. Aku bergegas menaiki tangga luar dan masuk kedalam kamar.


Setelah meletakkan semuanya, dan mempersiapkan jadwal untuk besok lalu mencuci kaki. Aku beranjak tidur. Tubuhku lelah, terlalu banyak berinteraksi dengan orang orang membuat staminaku berkurang drastis dalam waktu yang pendek. Ketika sudah mencapai batasnya, biasanya Aku mengendap endap keluar dari kerumunan dan mencari tempat dimana Aku bisa merasakan kesendirian.

__ADS_1


Walau tubuh merasa lelah, namun pikiranku masih berjalan entah kemana dan membuatku kesulitan untuk segera tidur. Setelah memaksanya beberapa lama aku merasa bisa melakukannya. Sepertinya tidak. Sebuah sensasi aneh yang sebenarnya sudah beberapa kali Aku alami datang. Seperti ada energi aneh yang terserap kedalam tubuhku kemudian segera tertarik keluar bersamaan dengan kesadaranku.


Bukan "Lucid Dream" atau sejenisnya ini merupakan sesuatu yang berbeda. Aku sudah beberapa kali mencoba Lucid Dream dan sebagiannya berhasil, namun bukan yang ini.


Ketika Aku membuka mata, entahlah dimana lagi ini. Seperti biasa, aku tidak mengenali tempat apapun ini dan tubuhku bergerak dengan sendirinya. Yang kumiliki saat ini hanyalah kesadaran dan penglihatan mata.


Ketika Aku mengalami hal seperti ini, Aku akan secara tiba-tiba berada disebuah tempat yang tidak kukenal, bukan hanya itu, indera penglihatan dan kemampuan perasaku berbeda ketika aku dalam keadaan tersadar. Untung saja saat ini tempatnya terlihat normal, hanya sebuah taman, mungkin, dan terlihat beberapa bangunan aneh disekitarnya, Aku yakin ini bukan bangunan di negaraku atau dari salah satu suku. Sebuah bangunan kuno, walau dalam kondisi bagus, tapi modelnya sepertinya ketinggalan jaman. Bukan tidak bagus atau apa, hanya saja menurutku ini bukan berada di zamanku yang seharusnya.


Ini lebih masuk akal daripada ketika Aku bangun tiba-tiba berada pada sebuah dimensi aneh yang sangat gila. Aku melihat bumi yang bulat dibelakangku dan sebuah planet besar datang menabrak tubuhku. Yah, itu mimpi atau sebuah pengalaman yang aneh, dan lebih anehnya lagi sebuah sensasi dari mimpi itu tidak bisa dilupakan dan tidak bisa dirasakan ketika dalam dunia sadar.


Tubuhku berjalan sendiri, kesadaranku yang dibawa dengan penglihatan ini masih mengikuti. Angin yang menerpa kulitku saat ini, jujur sangat mustahil kalau mengatakan Aku sedang bermimpi, sensasi hembusan angin yang sangat berbeda yang bahkan hanya beberapa waktu lalu Aku merasakannya di sekolah.


Ini bukan pertama kalinya Aku mengalami ini dan sensasi seperti itu setiap kalinya memiliki interval yang bertambah. Dulu Aku ingat ketika pertama kali mengalaminya dan mendapatkan kendali akan tubuhku sendiri, Aku hanya bisa bertahan dibawah tiga detik dan pada akhirnya Aku tersadar seperti habis bermimpi saja.


Dalam keadaan ini, tubuhku masih bergerak dengan sendirinya. Sedikit demi sedikit Aku mulai merasakan sensasi kendali akan tubuh sendiri. Sedikit kuturunkan penglihatan kebawah, melihat telapak tanganku sendiri kemudian membiarkannya bergerak karena itu lebih mudah daripada harus memaksakan kesadaranku untuk datang dan malah akan mengakhiri 'Mimpi' yang aneh ini.


Baiklah seperti biasa, tentunya dunia ini tidak dihuni oleh manusia hidup atau mahluk. Walau sekarang Aku melihat beberapa wujud manusia, namun Aku tidak merasakan adanya kehidupan dari mereka.

__ADS_1


Dalam waktu yang sekejap itu, aku memikirkan sebuah penelitian tentang wajah yang muncul di mimpi adalah wajah yang terekam oleh otak dari kehidupan nyata kita, namun karena terlalu banyak wajah yang terlihat dan tidak semuanya perlu di ingat, kesadaran akan memori wajah wajah itu tersimpan jauh didalam otak. Penelitian ini juga mengatakan kalau wajah orang yang muncul di mimpi adalah berasal dari rekaman wajah manusia asli yang kita lihat ketika dalam keadaan tersadar.


Dengan rasa penasaran, Aku memaksa leherku sedikit bergerak kearah salah satu dari mereka, paksaan pergerakan otot ini, jika Aku salah dalam melakukan momentumnya maka Aku akan segera terbangun dari tidur seperti biasanya. Jadi, untuk tidak mengakhirinya dengan cepat, Aku harus berkonsentrasi agar tidak terlalu memaksakan gerakan, namun perlahan, pelan.


Aku mulai bisa melihat kearah mahluk itu, tapi masih belum terlihat apakah dia perempuan atau laki-laki. Aku sendiri tidak bebas bergerak atau melihat, karena itulah Aku tidak bisa menerka dari postur tubuhnya, pergerakan dan penglihatanku bergerak dengan sendirinya saat ini.


Deg... deg...


Deg.... deg....


Detak jantungku bergema sampai dikedua telingaku. Aku melihat atap kamarku sendiri, tubuhku sedikit berkeringat dan suhu tubuhku naik. Aku terlempar dari mimpi aneh itu.


Sesaat ketika Aku hendak melihat bagaimana sosok wajah mahluk didalam mimpi aneh itu, tiba tiba saja kepala mahluk itu bergerak seperti hendak menatapku balik. Spontan Aku terkaget dan secara paksa menggerakkan otot-otot tubuh pada dunia mimpi terlalu keras, hingga itu benar benar menggerakan tubuh asliku di dunia nyata ini.


Mengangkat kepalaku bangkit dari tempatku berbaring. Pernafasanku tidak teratur. Meraih handphone, waktu disini hanya berjalan beberapa menit sejak terakhir kali Aku memperhatikan jam disini. Menurut perhitunganku, waktu di alam mimpi aneh itu berjalan lebih cepat daripada waktu di dunia nyata ini.


Aku memperhitungkan jika terakhir kali jam menunjukan 21.22, lalu memperkirakan berapa lama Aku berusaha tertidur dan dari mulainya Aku bisa memasuki mimpi yang aneh, lalu tersadar kembali kedunia nyata dan jam menunjukan 21.34. Kurasa waktu Aku masih berjalan dalam mimpi aneh itu jika ditambah dengan waktu Aku harus memaksakan mataku untuk terpejam, seharusnya Aku terbangun lebih dari waktu/jam saat ini.

__ADS_1


Hentikan saja pikiran yang mungkin tidak berguna ini, Aku menjatuhkan diri untuk kembali berbaring. Sepertinya Aku benar benar bisa terlelap kali ini.


__ADS_2