Arti Sebuah Pernikahan

Arti Sebuah Pernikahan
Bab 10


__ADS_3

Andre sangat mengerti tentang apa yang di rasakan oleh Naya, Andre adalah tipe laki laki yang peka tidak seprti Dhika..


Naya hanya menyunggingkan senyuman dan dia juga menggeleng..


"Gak ada apa apa kok Mas, kamu gak usah khawatir."ucap Naya sembari tersenyum.


Andre pun tak mau memaksakan kehendaknya dan Andre pun mengiyakan apapun yang Naya katakan. Mungkin Naya hanya tak mau ada orang lain yang tahu tentang masalah pribadinya.


Andre sangat menghormati Naya berbeda dengan Dhika yang tak pernah mengakui Naya sama sekali..


Lagi lagi Dhika melihat saat Naya bersama dengan Andre saat mereka berada di taman..


Dengan penuh amarah Dhika mendekati Naya dan Andre yang sedang berbincang..


"Oh jadi ini kerjaan kamu di luar rumah, di belakang aku kamu main gila denga sepupu aku sendiri."ucap Dhika sembari menarik lengan Naya..


Naya pun meringis kesakitan karena ulah Dhika yang menarik tangannya dengan sangat kasar..

__ADS_1


"Sakit Mas, ini gak seperti yang kamu lihat kami hanya berbincang tidak lebih."ucap Naya mencoba memberi penjelasan..


Andre pun tak bisa tinggal diam melihat Naya kesakitan..


"Mas Dhika lepaskan, jika memang kamu tak bisa menjaga dan melindugi dia gak kayak gini caranya. Jika kamu sudah tak bisa besamanya lepaskan jangan kamu sakiti hati dan fisiknya."ucap Andre yang menang kesal saat melihat Dhika menarik lengan Naya dengan kasarnya..


Dhika menatap kearah Andre dengan tatapan yang tak suka..


"Kamu gak usah ikut campur, Dia ini istriku dan dia milikku. Kamu gak ada hak apa apa atas diri Naya kamu paham."ucap Dhika sembari menepiskan tangan Andre yang hendak menarik Naya..


"Sudah sudah kalian ini apa apaan si? Kenapa kalian harus ribut kenapa apa yang kalian ributkan. Mas Andre maafkan sikap Mas Dhika, dan maaf aku permisi." ucap Naya sembari pergi berlari meninggalkan Dhika dan Andre..


Dhika pun langsung menyusul Naya yang berjalan begitu cepatnya..


"Tunggu.."ucap Dhika..


Namun Naya berjalan dan terus berjalan..

__ADS_1


"Tunggu apa kamu gak dengar?" ucap Dhika sembari menarik tangan Naya.


Naya pun berhenti dan merasa pergelangan tangannya sakit karena sikap Dhika yang selalu saja menyakitinya..


Dhika menatap kearah Naya, Naya hanya diam saja tak berbicara apa apa.


"Kenapa si kamu masih juga bertemu dengan Andre apa kamu mencintainya? Jika iya sana kamu pergi dengannya dan kita cerai."ucap Dhika sedikit emosi..


Naya hanya menarik nafas panjang dan membuangnya dengan berlahan..


"Kenapa Mas?Apa kamu cemburu jika aku dekat dengan cowok lain? Aku bukan kamu Mas dan aku tahu batasanku. Jika kamu tak suka itu hak kamu, terus apa kamu pikir apa yang kamu lakukan itu juga benar Mas, mambawa wanita lain kerumah?"ucap Naya pelan..


Naya sudah tak dapat menahan sesak di dadanya yang kian mrnghimpit biar bagaimanapun Dhika tetap suami Naya dan Naya merasa kecewa ketika melihat Dhika bersama wanita lain, bahkan berani berbuat sesuatu yang tak pantas di depan matanya..


Dhika hanya diam saja setelah mendengar ucapan Naya, biar bagaimanapun Dhika tahu apa yang dilakukannya itu salah, dan Dhika hanya bisa diam dan kemudian pergi meninggalkan Naya..


Beberapa bulan setelah itu Naya merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya, Naya pun mencoba mengambil obat dan meminumnya, namun nyeri di perutnya juga tak kunjung membaik pada akhirnya Naya pun memeriksakan diri ke Dokter..

__ADS_1


__ADS_2