
Naya sedang berada di dalam kamar Nyonya Akhmad, beliau sangat terlihat lemas karena sakit yang di deritanya..
Tuan Akhmad sangat senang melihat Naya yang merawat sang istri dengan penuh kasih dan sayang..
"Terima kasih ya Naya kamu telah merawat istri saya dengan sangat baik.." ucap Tuan Akhmad sembari tersenyum..
Naya hanya tersenyum sembari mengangguk dan kemudian pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam..
Hari itu anak tunggal Tuan Akhmad yaitu Andhika Akhmad Malik pun kembali dari luar negri, selama ini Dhika menetap di Canada tapi mulai hari ini Dhika memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena sang Bunda yang sedang kurang sehat...
Dhika baru sampai di rumah dan kala itu Naya yang membukakan pintu untuknya..
"Selamat datang Tuan, silahkan masuk.." ucap Naya sembari tersenyum...
Dhika pun hanya menaikan satu alisnya dan kemudian l langsung berlalu kedalam kamarnya..
Sikap Dhika sangat dingin kepada Naya, namun Naya tak mau ambil pusing apalagi Naya hanyalah seorang pembantu di rumah tersebut..
Naya mencoba untuk setenang mungkin dalam menghadapi sikap Dhika..
Tuan Akhmad pun menyambut kedatangan sang putra yang baru saja sampai di Jakarta.
"Putraku akhirnya kamu sampai juga.." ucap Tuan Akhmad langsung memeluk putranya..
__ADS_1
"Ayah bagaimana kabar Bunda, Bunda baik baik sajakan?" ucap Dhika sembari mencium tangan lelaki paruh baya itu..
Tuan Akhmad pun tersenyum..
"Kamu lihat sendiri kaadaan Bundamu Nak, Bunda sangat susah untuk di rawat di rumah sakit saja dia enggak mau?" ucap Tuan Akhmad menjelaskan kan perihal kesehatan sang istri..
Dhika pun menjadi sedikit cemas setelah mendengar ucapan Ayahnya...
"Kenapa Bunda sesusah itu si Yah?" ucap Dhika sembari membuka jaket yang dia gunakan dan masuk kekamar sang Bunda...
Sesampainya di kamar sang Bunda airmata Dhika langsung mencair, Nyonya Akhmad sangat bahagia karena sang putra akhirnya pulang dan mau memenuhi keingannya..
Mata Dhika sembab karena tak kuasa melihat bagaimana sang Bunda berjuang demi bertahan hidup.
Dhika mendekat kearah sang Bunda dan langsung memeluknya..
Dhika memeluk sang Bunda dengan sangat erat, airmat Dhika meleleh lagi mendengar sang Bunda memanggil namanya..
Nyonya Akhmad pun tersenyum kemudian menarik nafas panjang..
"Nak Bunda gak apa apa,,kamu kapan sampai?" tanya Nyonya Akhmad sembari menatap kearah sang putra..
Dhika langsung tersenyum dan langsung mencium tangannya dengan lembut...
__ADS_1
Nyonya Akhmad kembali tersenyum dan kemudian meminta Dhika untuk duduk di sebelahnya..
"Dhika sayang sini duduk.." ucap Nyonya Akhmad sembari tersenyum..
Dhika pun langsung duduk dan langsung mendekati sang Bunda..
Setelah Dhika duduk di sebelah sang Bunda, tiba tiba saja Naya masuk kekamar Nyonya Akhmad untuk memberikan obat kepadanya..
"Permisi... Ibu minum obat dulu ya?" ucap Naya sembari tersenyum..
Nyonya Akhmad pun tersenyum kemudian mengangguk.
Naya memberikan obat dan kemudian memberikannya air minum. Dhika pun hanya diam memperhatikan Naya yang sedang memberikan obat kepada sang Bunda..
Nyonya Akhmad pun tersenyum setelah itu Naya pamit kebelakang karena harus memasak..
"Ibu,, Naya mau kebelakang dulu ya Bu mau masak nanti kalau ada butuh sesuatu panggil Naya aja ya." ucap Naya sembari tersenyum..
Nyonya Akhmad pun mengangguk dan tersenyum..
"Iya Nay, Nay kamu masakin yang enak ya buat Mas Dhika. Mas Dhika paling suka sama Ayam bakar madu dengan saus mangga tolong kamu buatkan ya kamu pasti bisa.." ucap Nyonya Akhmad sembari tersenyum..
Naya pun tersenyum..
__ADS_1
"Baik Bu. nanti Naya coba buatin buat Mas Dhika." ucap Naya sembari tersenyum kemudian pergi meninggalkan Dhika dan Nyonya Akhmad untuk menyiapkan menu makan malam...
.