Arti Sebuah Pernikahan

Arti Sebuah Pernikahan
Bab 13


__ADS_3

Dhika melihat Naya berada di halte yang tak jauh dari rumah mereka, Dhika pun menghampiri Naya dan mengajaknya untuk pulang..


"Kamu ngapain di sini ayo pulang."ucap Dhika dengan datar..


Naya yang merasakan pusing yang teramat nyeri pun hanya tersenyum, Naya pikir dia hanya berhalusinasi melihat Dhika mencarinya dan perduli pada dirinya..


Naya pun mencoba untuk bangun dari duduknya dan tiba tiba saja Naya jatuh pingsan...


Dhika yang melihat Naya pingsan pun langsung panik. Dan tanpa berfikir panjang lagi Dhika langsung membawa Naya pulang kerumahnya..


Dhika menjadi sedikit panik saat melihat Naya yang tiba tiba jatuh pingsan..


"Nay bangun Nay.."ucap Dhika sembari mencoba membangunkan Naya..


Dengan cepat Dhika pun mengangkat tubuh Naya dan segera membawanya pulang..


Disaat wajah Naya terlihat dekat di mata Dhika, entah kenapa jantung Dhika berdetak sangat kencang dan Dhika juga merasa sangat takut kalau sampai kehilangan Naya..


Sesampainya di rumah Dhika langsung memanggil Dokter keluarganya dia adalah Dokter Paula, Dokter Paula adalah Dokter yang di percaya oleh keluarga Akhmad untuk merawat keluarganya..

__ADS_1


Dokter Paula mengatakan bahwa Naya sedang mengandung, hal itu membuat Dhika sangat kaget, mungkinkah kejadian waktu itu membuat Naya mengandung?


Dhika pun menatap kearah Naya, Dhika melihat Naya terlihat pucat pasi,Dhika juga langsung menanyakan perihal kondisi Naya..


"Kenapa Istri saya kok terlihat sangat pucat sekali?Apa dia baik baik saja Dok."tanya Dhika dengan sedikit cemas..


Dokter Paula mengatakan bahwa untuk lebih jelasnya Naya harus di citiscene untuk memastikan kondisinya..


Hal itu membuat Dhika merasa sangat bersalah setelah mengetahui bahwa Naya hamil anaknya..


"Nay kamu harus bangun ya, aku janji aku akan berubah untuk kamu, aku akan belajar mencintaimu Nay."ucap Dhika sembari menggenggam erat tangan Naya..


"Kenapa Mas ada disini?"tanya Naya sembari agak sedikit membungkukan badannya..


Dhika yang sedang asik bermain dengan ponselnya pun langsung menoleh kearah Naya dan langsung memberikan segelas air putih..


"Minum dulu airnya, terus istirahatlah."ucap Dhika dengan datar..


Naya merasa seperti mimpi disiang hari mendengar perhatian dari Dhika, lelaki yang selama ini selalu menyakiti hatinya sekarang tiba tiba berubah..

__ADS_1


Naya pun langsung mengambil gelas yang di pegeng oleh Dhika namun Dhika tak mau memberikannya..


"Sudah kamu minum saja, lalu kamu harus makan."ucap Dhika sembari mengambil bubur yang ada di mangkuk dekat ranjangnya..


Naya pun tak mau menurut dan Naya justru membuang muka..


Dhika sangat mengerti tentang kondisi Naya..


"Ya sudah kamu harus makan ya, aku mohon sama kamu biar kamu bisa minum obat."ucap Dhika sembari menyuapi Naya..


Naya pun masih belum mendengarkan ucapan Dhika..


"Nay kamu harus makan, kamu juga harus memikirkan bayi yang ada di dalam kandunganmu.Ayo makan sedikit saja." ucap Dhika sembari menatap kearah Naya..


Naya pun kaget setelah mendengar bahwa ternyata Dhika sudah tahu jika Naya sedang mengandung..


Nay hanya menatap kearah Dhika sembari membuka mulutnya, namun Naya masih diam seribu bahasa..


Dhika pun menyuapi Naya dengan lembut,tak ada percakapan diantara keduanya terasa hening dan sunyi..

__ADS_1


Dhika pun menatap kearah Naya ternyata Naya adalah wanita yang cantik,dan kenapa baru sekarang Dhika menyadarinya..


__ADS_2