
Dokter Najwa pun tersenyum melihat Naya yang berhasil mengambil hati suaminya,tapi Dokter Najwa juga merasa sedih karena mungkin kebahagiaan itu tak akan lama..
Dokter Najwa pun sampai menitikan airmata dan kemudian buru buru menghapusnya..
"Aku selalu yakin Bu Naya akan merasakan bahagia walupun hanya sesaat semoga semuanya akan selalu baik baik saja.." ucap Dokter Najwa sembari menghapus airmatanya dan kemudian masuk kedalam ruangan Naya...
Dokter Najwa mengetuk pintu ruangan Naya..
"Permisi saya periksa dulu ya.." ucap Dokter Najwa sembari tersenyum..
Dhika dan Naya pun menatap kearah Dokter Najwa.
"Silahkan Dokter..." ucap Dhika sembari berdiri dan agak menjauh dari ranjang Naya...
Setelah itu Dokter Najwa mulai memeriksa Naya dan dia tersenyum..
"Banyakin istirahat ya Bu, agar nyeri di perut Ibu sedikit berkurang." ucap Dokter Najwa sembari menatap kearah Naya..
"Iya Dokter terima kasih." ucap Naya sembari tersenyum..
__ADS_1
Setelah selesai memeriksa Dokter Najwa pun kembali kedalam ruangannya..
Dhika kembali duduk di sebelah Naya dan menatap Nya dengan tatapan yang tak biasa...
"Ya sudah kamu istirahat ya tidur,agar kamu cepat pulih lagi." ucap Dhika sembari membenarkan selimut yang Naya gunakan...
Naya pun hanya tersenyum,dalam hatinya merasakan kebahagiaan yang belum pernah dia dapatkan dari Dia suaminya yaitu sebuah perhatian kecil namun sangy berarti buat Naya..
Naya pun mengangguk dan kemudian mulai memejamkan matanya..
Setelah melihat Naya terlelap, Dhika menatap wajah Naya dengan sangat dekat. Tiba tiba saja airmata Dhika meleleh entah karena hal apa..
"Nay maafkan aku ya, selama pernikahan kita aku selalu saja menyakiti hatimu aku tak pernah bersyukur memilikimu. Bunda memeng benar kamu wanita yang sangat baik dan sempurna buat aku, aku janji Nay aku akan merubah sikap aku dan aku akan mencintaimu dengan sepenuh hatiku.." ucap Dhika sembari menyeka airmatanya.
Dalam tidurnya Dhika bermimpi bertemu sang Bunda dan beliau sangat marah kepada Dhika karena telah menyia nyiakan Naya selama ini...
Dhika pun langsung terbangun dan melihat Naya masih terlelap.
Dhika menggenggam tangan Naya dan menciumnya..
__ADS_1
"Maafkan aku Nay, aku tahu aku salah sama kamu telah membuat luka yang sangat dalam di hati kamu. Aku ingin kamu memaafkan aku dan aku ingin bahagia bersamamu dan anak anak kita kelak." ucap Dhika sembari menitikan airmata.
Naya pun mendengarkan ucapan Dhika dan batinnya kembali terluka..
"Kenapa Mas baru sekarang kamu menyadari semuanya? Kenapa gak sejak dulu mungkin jika semenjak dulu kita akan hidup bahagia.."ucap Naya dalam hatinya..
Naya menjadi sedih karena pada akhirnya dia pun harus meninggalkan Dhika dan buah hatinya kelak.
Hati Naya memeng sudah hancur semenjak awal pernikahannya namun Naya selalu berusaha menjadi istri yang baik buat Dhika..
Naya pun membuka matanya dan kemudian menatap kearah Dhika yang masih menggenggam tangannya dengan erat..
"Mas kamu kenapa?" tanya Naya berpura pura tak tahu apa apa..
Dhika pun kaget mendengar ucapan Naya, kemudian Dhika melepaskan genggaman tangannya..
"Mas gak apa apa kok kenapa kamu bangun? Sudah kamu istirahat lagi ya." ucap Dhika sembari menghapus airmatanya..
"Mas kenapa menangis?" tanya Naya sembari menatap Dhika dengan dalam..
__ADS_1
Dhika pun mencoba menghapus airmata yang kembali menetes di kedua pelupuk matanya..
"Aku gak apa apa, Nay maafkan semua sikap aku ya, kamu mau kan maafin aku? Walaupun aku mengucapkannya seribu kali akhmu yakin luka di hatimu tak akan bisa ku sembuhkan hanya dengan kata maaf?Tapi aku mohon Nay aku mohon maafin aku." ucap Dhika tak henti hentinya meminta maaf...