Arti Sebuah Pernikahan

Arti Sebuah Pernikahan
Bab 12


__ADS_3

Naya meringis kesakitan pada perutnya setelah dia meminum obat rasa sakit di perutnya sedikit reda..


Naya pun bergegas kedapur untuk melanjutkan pekerjaannya..


Sementara itu Dhika justru membawa wanita lain ke rumah, dan seperti biasa Dhika bermain gila di depan mata Naya..


Hati Naya serasa hancur tapi Naya masih berusaha untuk kuat dan tegar karena Naya tahu bahwa hidupnya mungkin sudah tak akan lama lagi..


Dhika yang melihat Naya tak marah dan tak juga cemburu pun menjadi marah dan kemudian menarik tangan Naya hingga pergelangan tangannya memerah..


Dhika menatap kearah Naya seperti sedang mencari sesuatu tapi Dhika sendiri tak tahu itu apa?


"Aku mau kita cerai."ucap Dhika tiba tiba membuat mata Naya terbelakak..


Naya hanya menantap kearah Dhika dan kemudian tersenyum..

__ADS_1


"Sudah berapa kali aku bilang sama kamu Mas, aku gak mau di cerai olehmu. Aku gak akan ikut campur semua urusanmu kok, bahkan jika kamu ingin menikah lagi pun aku izinkan aku rela Mas kamu madu, tapi aku tak pernah rela jika kamu ceraikan aku kecuali maut yang memisahkan kita."ucap Naya sembari menatap kearah Dhika..


Dhika hanya terdiam sejenak..


"Dasar wanita keras kepala, kenapa kamu tidak mati aja sekarang agar aku bisa hidup tenang."ucap Dhika tak disangka ucapan itu keluar dari mulut laki laki yang sudah hampir dua tahun menjadi suaminya..


Naya hanya tersenyum..


"Aku aminkan doa kamu Mas, dan semoga hal itu akan segera terkabulkan."ucap Naya sembari pergi meninggalkan Dhika yang masih mematung di depan pintu kamar..


Hati Naya serasa hancur setelah mendengar ucapan Dhika yang menurutnya sangat kelewat batas..


Naya pun pergi ke makam Nyonya Akhmad wanita yang dulu menyuruhnya menikahi Dhika lelaki angkuh dan juga kejam terhadap dirinya..


"Bunda Naya datang,bagaimana kabar Bunda disana?Bunda di dalam rahim Naya ada cucu Bunda,tapi maafkan Naya karena mungkin Naya tak bisa membesarkan cucu Bunda. Tapi Naya janji Naya akan temani Bunda di syurga nanti,tunggu Naya ya Bunda."'ucap Naya sembari membelai nisan sang Ibu mertua.

__ADS_1


Dhika pun merasa sangat bersalah kepada Naya karena telah berbicara yang tak pantas padahal Dhika hanya ingin membuat Naya bahagia jika dirinya melepaskannya tapi justru Naya mengatakan hal yang membuatnya marah..


Dhika pun menyesali ucapnya..


"Nay maafkan aku Nay aku hanya ingin melihat kamu bahagia tanpa aku?Aku sudah menodai pernikahan ini dan aku tak pantas menjadi suami buat kamu, aku malu kamu terlalu baik buat aku Nay."ucap Dhika tanpa terasa airmatanya menetes tak terbendungkan lagi..


Dhika pun langsung menyadari bahwa Naya pergi dari rumah, hari itu hujan sangat lebat hal itu membuat Dhika sedikit cemas..


"Nay kamu dimana hujan disana sangat lebat, kamu dimana kamu pulang ya"ucap Dhika sembari mencoba mencari Naya..


Sementara itu Naya yang masih merasa sangat sedih sedang menangis karena hatinya merasa hancur dan juga kecewa..


Hujan semakin lebat membuat Naya berhenti di sebuah halte dan kemudian duduk termenung..


Hujan semakin deras dan suara angin pun semakin bergemuruh. Dhika menjadi sedikit kesal karena menunggu Naya tak kunjung kembali, akhirnya Dhika memutuskan untuk mecarinya..

__ADS_1


Dhika pun mencari kesana kemari di tengah guyuran hujan yang semakin lebat..


Tak jauh dari rumah mereka Dhika melihat Naya sedang berteduh di sebuah halte dan setelah itu Dhika mendekatinya dan berniat mengajaknya untuk pulang...


__ADS_2