Arti Sebuah Pernikahan

Arti Sebuah Pernikahan
Bab 20


__ADS_3

Naya pun tak kuasa menitikan airmata,, hatinya terasa ikut pilu setelah mendengar kata maaf dari mulut yang hampir satu setengah tahun menjadi suaminya..


"Sudah Mas,aku sudah ikhlas dan melupakan semua yang telah terjadi. Aku pun sudah memaafkanmu dengan setulus hatiku. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu."


Untuk pertama kalinya Dhika memeluk Naya secara nyata dan pelukan itu terasa hangat hingga menjalar ke ronga ronga tulangnya..


Pelukan yang selalu Naya impikan selama bersama Dhika namun Allah maha baik Allah memberikan kebahgiaan di sisa hidupnya...


Naya dan Dhika berpelukan dengan hangat, Dhika pun merasakan begitu ketakutan melihat Naya yang pernah terbaring lemah.


"Ya sudah kamu istirahat aja ya, terus kamu tidur jangan pikirkan apapun lagi aku akan selalu ada di sini di sampingmu."


ucapan Dhika semakin membuat Naya merasakan bahagia yang tiada tara..


Naya pun menurut dan Naya tetap bersyukur dengan apa yang sudah di takdir kan oleh Allah.


Mungkin setelah 7 bulan kemudian semua hanya menjadi kenangan indah buat Naya dan Naya akan lebih tenang meninggalkan Dhika dan buah hatinya..

__ADS_1


Naya menatap Dhika yang berada di sampingnya.


Baru pertama kalinya Naya menatap wajah Dhika dari jarak sekitar 15 cm saja..


Naya pun tak kuasa menahan airmata rasa di hatinya bergejolak melawan semuanya.


Dhika yang melihat Naya menangis pun langsung menggenggam tangannya..


"Nay kamu kenapa nangis? Apa perut kamu masih sakit?"


ucapan Dhika membuat Naya kaget dan menggeleng..


Dhika pun masih memperhatikan sang istri dan kemudian menggenggam tangannya dengan sangat lembut..


"Sudah Nay kamu jangan banyak fikiran lagi kamu harus segera istirahat agar kamu cepat pulih dan bisa segera pulang."


Dhika pun tersenyum lalu dengan lembut mengecup kening Naya untuk pertama kalinya..

__ADS_1


"Izinkan aku untuk belajar menjadi imam yang baik uantukmu Nay, dan aku berharap semuanya akan baik baik saja karena aku ingin hidup dan menua bersama denganmu."


Lagi lagi ucapan Dhika menusuk hati Naya, Naya pun hanya tersenyum dan kemudian mengangguk..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah beberapa hari Naya dirawat di rumah sakit akhirnya Naya pun di izinkan untuk pulang.


"Bu Naya hari ini sudah boleh pulang ya, terus ingat seperti yang saya bilang tempo hari. Banyakin istirahat maksudku dan minum fitaminnya secara rutin ya?"


Dokter Najwa pun tersenyum dan kemudian berpamitan untuk memeriksa pasien lain.


Raut bahagia pun terpancar dari raut wajah Dhika karena setelah beberapa hari Naya di rawat dan akhirnya di izinkan untuk pulang..


"Nay kamu istirahat dulu ya biar aku beresin barang barangnya setelah itu aku akan segera urus semuanya..


Kamu harus ingat setelah ini kamu gak boleh capek capek lagi ya kamu harus bayak istirahat untuk masalah rumah nanti aku akan cari pekerja untuk membantu kita di rumah."

__ADS_1


Dalam sekejab sikap dan perilaku Dhika berubah 1000 derajat, Dhika yang dulu selalu tak perduli sama Naya kini menjadi sangat perhatian. Dhika yang dulu tak pernah menerima Naya kini sepertinya benih benih cinta telah muncul di dalam hatinya mungkin karena Dhika ingin menjadikan Naya pelabuhan cinta terahirnya..


__ADS_2