
Dhika nampak sangat khawatir melihat kondisi Naya, Dhika pun bertanya tanya sebenarnya Naya sakit apa?
Tak lama kemudian Naya tersadar dari pingsannya dan melihat dirinya telah berada di rumah sakit.
"Saya dimana?" tanya Naya sembari menatap kearah Dokter Najwa yang sedang memeriksanya.
Dokter Najwa pun menatap kearah Naya sembari tersenyum..
"Ibu Naya ada di rumah sakit,tadi suami Ibu membawa Ibu kesini?"ucap Dokter Najwa sembari tersenyum..
Naya pun langsung mengingat Dhika, mana mungkin Dhika yang mengantarnya kesana?
"Dokter aku mohon jika suami saya bertanya tentang sakit yang aku derita, aku minta tolong sama dokter jangan kasih tahu yang sebenarnya kepadanya. Biarlah ini menjadi rahasia diantara kita berdua?" ucap Naya sembari menatap kearah Dokter Najwa..
Dokter Najwa pun tersenyum..
__ADS_1
"Kenapa kamu harus berbohong seperti ini Bu Naya, bukankah lebih baik lagi jika suami Ibu tahu yang sebenarnya?"ucap Dokter Najwa sembari tersenyum..
Naya pun tersenyum..
"Gak Dok aku tetap mau melahirkan anak ini walaupun aku tahu aku harus bertaruh nyawa. Aku gak mau jika dia menyuruhku untuk menghilangkan nyawa anak ini aku gak akan sanggup Dok." ucap Naya sembari menitikan airmata..
Hati Dokter Najwa pun tersentuh setelah mendengar ucapan Naya, dia adalah seorang Ibu dari dua anak dan dia sangat tahu benar bagaimana perasaannya jika harus dipaksa untuk menghilangkan nyawa anak yang dia kandung..
"Baiklah saya janji saya tak akan memberitahukan suami Ibu, tapi saya minta satu hal dari Ibu bagaimana kalau Ibu rutin ikut trapi saya,hal itu bisa menghambat rasa sakit yang Ibu derita?"ucap Dokter Najwa sembari menatap kearah Naya..
"Baiklah Dokter aku ikut saja mana yang terbaik menurut Dokter,yang terpenting saya bisa melahirkan anak ini kelak dan saya bisa meninggalkan seseorang dengan tenang karena aku bisa memberikan dia keturunan." ucap Naya berubah sedih..
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Di luar ruang UGD Dhika masih terlihat sangat khawatir hingga Dokter Najwa pun keluar dari ruangan tersebut..
__ADS_1
"Bagaimana dengan kondisi istri saya Dok?" tanya Dhika sembari mendekati Dokter Najwa..
Dokter Najwa pun tersenyum dan mengatakan bahwa imun Naya sangat lemah dan dia juga harus banyak istirahat. Tentunya Dokter Najwa berbohong karena sudah terlanjur janji kepada Naya..
Dhika pun menatap kearah Dokter Najwa seolah tak percaya dengan apa yang dia ucapkan..
Dhika pun terdiam dan kemudian bertanya kembali..
"Apakah tidak ada hal lain yang Dokter sembunyikan dari saya? Apakah benar hanya karena istiku secapean sehingga membuat imun tubuhnya menurun? Tapi kenapa Naya seolah kesakitan pada pangkal perutnya?" tanya Dhika hal itu membuat Dokter Najwa kaget..
Dokter Najwa pun memutar otak untuk menjawabnya..
"Itu karena perutnya keram,dan itu akan membaik seiring berjalannya waktu. Saran saya Bapak harus banyak banyak waktu dengan istri Bapak. Hal itu di lakukan agar istri Bapak merasakan rileks dan juga moodnya akan selalu membaik." ucap Dokter Najwa..
Satu demi satu kebohongan di tutupi oleh Dokter Najwa hal itu dilakukannya supaya Dhika tak menyesal jika suatu saat nanti takdir berkata lain tentang Naya.
__ADS_1
Dalam hati Dokter Naya tak ingin berbohong karena hal apapun namun karena janjinya kepada Naya membuat Dokter Najwa tak punya pilihan lain selain ikut berbohong demi kebaikan semuanya tapi bukan kebaikan buat Dhika...