Arti Sebuah Pernikahan

Arti Sebuah Pernikahan
Bab 16


__ADS_3

Naya pun langsung merebahkan dirinya di atas pembaringan karena tiba tiba Naya merasakan sakit yang luar biasa pada pangkal perutnya.


"Nak kamu harus kuat dan kamu harus baik baik ya di rahim Bunda."ucap Naya sembari mengelus perutnya yang masih terlihat rata..


Rasa sakit yang kian menjadi membuat Naya tak berhenti merintih lalu Naya memaksa untik bagun lalu mengambil obat dari dalam laci nakasnya kemudian meminumnya..


Wajah Naya berubah menjadi pucat pasi, tiba tiba saja Dhika masuk kedalam kamarnya dan melihat wajah Naya yang terlihat pucat juga Naya berkeringat dingin..


"Kamu kenapa?Apa kamu baik baik saja?"tanya Dhika yang duduk di sebelah Naya..


Naya hanya diam saja, rasa sakit di perutnya baru terasa reda saat Dhika duduk di sebelah Naya..


"Aku gak apa apa."ucap Naya lirih..


"Kamu yakin?"tanya Dhika sembari menatap kearah Naya..


Naya pun hanya mengangguk dan juga tersenyum..

__ADS_1


"Ya aku gak apa apa kok."ucap Naya sembari tersenyum..


Dhika pun pergi meninggalkan Naya, karena Dhika harus mengerjakan sesuatu..


"Aku mau pergi keluar,kalau ada apa apa kamu hubungi aku aja.."ucap Dhika sembari pergi meninggalkan Naya..


Naya pun hanya terdiam, ternyata hatinya merasa sedih karena sikap Dhika yang tak pernah mengerti akan perasaannya..


"Mau sampai kapan kamu kayak gini Mas? Apakah kamu tak tahu jika aku butuh kamu saat ini,aku sakit Mas apakah jika kamu tahu aku sakit apa kamu baru akan perduli sama aku?"ucap Naya dalam hatinya..


Naya pun mengutarakan segala rasa yang dia dapatkan selama ini bahwa Naya sangat tersiksa dengan rasa zakit yang dia rasakan. Kanker rahim yang semakin hari semakin menyiksa dirinya namun Naya masih tetap ingin mempertahankan janin yang ada di dalam rahimnya, setidaknya jika Naya harus pergi masih ada Naya kecil yang akan menemani Dhika di masa depan..


Naya pun menangis sejadi jadinya dan tiba tiba saja nyeri di perutnya kembali muncul membuat Naya jatuh pingsan..


Tepat pukul 19.00 Dhika baru saja pulang, dan tiba tiba saja Dhika langsung mencari Naya..


Dhika mengetuk pintu kamar Naya namun tak ada jawaban Dhika langsung masuk dan melihat Naya telah jatuh di lantai dalam keadaan pingsan.

__ADS_1


Dhika langsung panik melihat Naya yang telah lemas terkapar di lantai..


"Nay kamu kenapa Nay...,"ucap Dhika sembari menggoyangkan tubuh Naya..


Naya semakin lemas dan tak sadarkan diri, dalam tidurnya Naya mendengar suara seseorang yang memanggilnya namun kesadaran Naya tak bisa merespon.


Dhika samakin camas kemudian Dhika membawa Naya kerumah sakit untuk mengecek kondisi Naya sebenarnya..


Tepat pukul 22 Dhika sampai di rumah sakit, Naya langsung di bawa ke UGD karena Naya masih belum sadar..


Dhika terlihat sangat cemas dengan kondisi Naya..


Dhika merasakan hal yang tak biasa saat melihat Naya terkulai lemas tak berdaya..


"Nay sebenarnya kamu itu kenapa si?Apa yang kamu sembunyikan dariku kenapa kamu gak pernah jujur Naya."ucap Dhika dalam hatinya..


Dhika pun bolak balik di depan pintu ruang UGD menunggu Dokter yang memeriksa Naya keluar namun sudah hampir satu jam Dokter itu belum juga keluar membuat Dhika terlihat sangat khawatir akan kondisi Naya...

__ADS_1


__ADS_2