
Dhika nampak khawatir terhadap kondisi Naya terlebih lagi setelah Dokter Najwa memberitahukan bahwa Dhika harus menghabiskan banyak waktu bersama Naya..
Dhika pun kembali ke ruangan Naya karena sesaat setelah di periksa Naya sudah di pindahkan ke ruang rawat dan harus di rawat beberapa hari..
Dhika pun melihat Naya sedang tertidur dengan pulasnya.
Dhika duduk di sebelah ranjang rawat Naya dan menatap Naya dengan dalam dalam..
"Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dariku Nay, kenapa kondisi kamu makin hari semakin begini?Aku tahu selama ini aku telah mengabaikanmu tapi saat aku tahu kamu mengandung anakku aku ingin memperbaiki semuanya Nay."ucap Dhika menyadari segala kesalahannya..
Naya samar samar mendengarkan ucapan Dhika dan Naya pun menitikan airmata...
"Kenapa setelah aku hamil kamu baru menyadari semua kesalahanmu Mas?Kenapa gak sejak lama kamu seperti ini. Mungkin anak ini akan menjadi hadiah terindah buatmu Mas maafkan aku yang harus pergi jika sudah waktunya tiba nanti."ucap Naya dalam hatinya..
Naya pun tak kuasa menahan semua rasa di dalam hatinya sehingga membuatnya membuka mata..
__ADS_1
Dhika yang menyadari bahwa Naya sudah bangun pun merasakan bahagia karena melihat Naya membuka matanya..
Dhika pun menghapus airmata yang tak sengaja menetes di kedua sudut bola matanya dan kemudian menatap Naya..
"Akhirnya kamu sadar juga Nay, kamu kenapa Nay apa yang kamu rasakan?"tanya Dhika sembari menggenggam tangan Naya..
Naya pun hanya tersenyum..
"Aku gak apa apa Mas? Mas kenapa aku ada disini? Aku kenapa Mas?"tanya Naya berpura pura tak mengetahui semuanya..
"Kamu serius? Nay kamu jangan membuatku takut, Nay aku mau meminta maaf atas apa yang pernah aku lakukan sama kamu waktu itu."ucap Dhika sembari menatap kearah Naya yang terbaring diatas pembaringan....
Naya pun tak kuasa menahan airmatanya Dhika merasa terharu setelah mendengar ucapan Dhika..
"Mas Dhika kenapa? Sudah Mas lupakan saja semua yang telah terjadi, aku sudah memaafkan semua jauh sebelum Mas meminta maaf."ucap Naya sembari menitikan airmata..
__ADS_1
Dhika pun menatap kearah Naya dan menghapus airmatanya..
"Sudah kamu jangan menangis, hapus airmatamu kamu gak boleh bersedih lagi ya.. Kita lupakan semua yang telah terjadi dan kita mulai lembaran baru lagi bersama calon anak kita nanti."ucap Dhika sembari tersenyum dan mengelus perut Naya yang masih rata..
Hati Naya terasa teriris iris merasakan nyeri di ulu hati setelah mendengar ucapan Dhika yang menurutnya sangat menyentuh hatinya...
"Iya Mas,, Aku sudah melupakan semuanya dan aku janji aku akan menjadu istri yang baik buat kamu Mas."ucap Naya sembari tersenyum..
Sepasang mata pun menatap dari balik jandela, hatinya terasa sedih setelah mendengar ucapan sepasang suami istri itu..
"Kasihan kamu Bu Naya, kamu harus berbohong seperti ini. Kanapa kamu gak jujur saja sama suami kamu bukankah dia suami yang baik buat kamu."ucap Dokter Najwa yang menatap kearah sepasang suami istri yang sedang berbincang...
Dokter Najwa merasa sedih setelah mendengar ucapan dari Dhika hatinya sebagai seorang wanita tersentuh..
Najwa pun mengingat akan keluarganya akan kedua buah hatinya yang menjadi penyemangat kehidupannya..
__ADS_1
Najwa merasa sangat sedih dia mengingat bagaimana dulu kisah hidupnya bersama sang suami Abee..