Arti Sebuah Pernikahan

Arti Sebuah Pernikahan
Bab 11


__ADS_3

Naya pun memeriksakan sakit diperutnya kedokter, dan di saat bersamaan Dokter mengatakan bahwa ada kabar baik dan buruk buat Naya..


Naya pun syok setelah mendengar kabar yang Dokter katakan..


"Sebenarnya saya sakit apa Dok?"tanya Naya sembari menatap kearah sang Dokter..


Mata sang Dokter pun menatap kearah Naya yang terlihat panik..


"Kabar baiknya adalah selamat Ibu positif hamil, dan kabar buruknya?"ucap Sang Dokter menghentikan ucapannya..


Naya pun menantap kearah sang Dokter sembari dan kemudian bertanya tentang kabar buruknya..


"Terus kabar buruknya apa Dokter?"tanya Naya sembari bertanya tanya..


Dokter itu pun menarik nafas panjang kemudian membunganya secara bertahab..


"Maaf Bu Naya menurut pemeriksaan Ibu terkena kanker rahim dan karena hal itu Ibu tidak bisa memepertahankan janin yang ada di rahim Ibu."ucap Dokter itu,,hal itu membuat Naya benar benar merasa syok dan hancur..


Tak terasa airmata Naya mengalir dengan derasnya..

__ADS_1


"Dok apa tidak ada cara lain karena saya ingin mempertahankan janin ini dan aku ingin memberikan keturuanan untuk suamiku."ucap Naya sembari menatap kearah sang Dokter..


Dokter itu pun menatap kearah Naya dengan tatapan yang penuh pertanyaan..


"Ibu tapi itu sangat berbahaya untuk diri Ibu, karena hanya ada salah satu yang bisa di selamatkan."jelas sang Dokter yang membuat Naya semakin down..


Naya pun menarik nafas panjang dan tiba tiba saja teringat akan perlakuan sang suami yang sangat melukai hatunya..


"Mungkin lebih baik aku pertahankan janin ini, dan setidaknya aku bisa memberikan dia keturunan walaupun mungkin dia tak pernah menginginkannya."gerutu Naya dalam hatinya.


Dokter yang melihat Naya bengong pun membuyarkan lamunan Naya..


Naya pun menatap kearah Dokter itu..


"Dok saya ingin mempertahankan anak ini walaupun aku yang harus kalah. Aku hanya ingin memberikan keturunan untuk keluarga suami saya."ucap Naya dengan mantapnya..


Dokter itu pun tak bisa berbuat apa apa selain menyetujui permintaan pasiennya..


"Ya sudah kalau itu pilihan Ibu saya gak bisa memaksa, tapi saran saya nyawa ibu jauh lebih penting dari apapun."ucap Dokter itu sembari menatap kearah Naya.

__ADS_1


Naya pun tersenyum..


"Hanya Allah yang tahu tentang jodoh maut dan rizky manusia Dok, saya pasrah saja kepada kehendak yang diatas.."ucap Naya sembari bersi kekeh untuk mempertahankan janin yang ada di kandungannya..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah selesai memeriksakan diri keDokter Naya pun langsung pergi kesupermarket untuk berbelanja dan kemudian kembali kerumah untuk segera membersihkan rumah..


Makin hari wajah Naya terlihat makin pucat namun Dhika tak berani bertanya kepada Naya tentang apa yang Naya rasakan..


Dhika memperhatikan Naya yang sedang membersihkan rumah tiba tiba saja Dhika melihat Naya mual mual dan langsung berlari kedalam kamar mandi..


Dhika pun melihat Naya lebih dekat lagi dan kemudian memberanikan diri untuk membuka pembicaraan..


"Kamu kenapa apa kamu?"tanya Dhika sembari mengetuk pintu kamar mandi..


Naya pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang pucat pasi..


"Aku gak apa apa kok aku baik baik saja."ucap Naya sembari pergi meninggalkan Dhika yang masih mematung di depan pintu kamar mandi..

__ADS_1


Naya pun langsung pergi kedalam kamarnya dan kemudian mengambil obat yang ada di laci nakas kamarnya dan kemudian meminumnya lalu beristirahat sejenak sampai rasa sakitnya sedikit reda..


__ADS_2