
Naya pun langsung pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan malam,,Dhika yang melihat Naya pun langsung mendekatinya..
"Nay maafkan aku ya,aku?" ucap Dhika terhenti sesaat ketika melihat Naya tersenyum..
Naya tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan Dhika yang masih mematung di ambang pintu dapur.
Dhika merasa heran dengan sikap Naya yang sepertinya biasa saja setelah apa yang telah terjadi ataukah sebenarnya ini yang di harapkan oleh Naya.
Dhika pun mendekat kearah Naya..
"Apa ini yang sebenarnya kamu inginkan? Supaya kamu bisa hamil terus kamu mau menjerat aku pada pernikahan ini?" ucap Dhika sembari menatap Naya yang sedang sibuk menyiapkan makanan..
Hati Naya merasa terluka dengan ucapan Dhika, ingin rasanya dia menjerit mengeluarkan semua yang dia rasakan, namun Naya masih mencoba menyembunyikan semuanya..
"Terserah apa yang mau Mas bilang, mau bilang aky apa itu pun hak Mas, dan aku hanya ingin mempertahankan pernikahan ini, bukan demi aku tapi demi amanah Bunda itu saja.." ucap Naya sembari membuang muka kearah yang berlawanan...
Dhika terdiam sejenak dan menarik nafas panjang.
"Kita lihat saja sampai mana kamu mau mempertahankan pernikahan ini, kamu tahu kan aku gak pernah cinta sama kamu dan selamanya cinta itu gak akan pernah ada buat wanita seperti kamu jadi kamu tahu diri." ucap Dhika sembari menarik tangan Naya..
__ADS_1
Naya hanya tersenyum namun hatinya menangis karena ucapan Dhika sengguh sungguh menginjak harga dirinya..
"Aku tak pernah mengharapkan cinta kamu Mas, kamu mau apapun terserah kamu mau menikah lagi silahkan, atau kamu mau membawa ratusan bahkan ribuan wanita juga silahkan tapi jangan harap aku akan mundur dari pernikahan ini kecuali maut yang memisahkan." ucap Naya sembari pergi meninggalkan Dhika yang masih terdiam setelah mendengar ucapan Naya...
Dhika pun merasa bersalah karena telah mengeluarkan kata kata yang mungkin menyakiti hati Naya, setelah itu Dhika pergi sembari membanting pintu..
Setelah Dhika pergi airmata Naya pun mengalir hatinya sangat sakit dan juga kecewa. Naya menumpahkan segala keresahan hatinya dengan menangis..
Hari hari selanjutnya sikap Dhika berubah 1000 derajat Dhika sering membawa wanita pulang kerumahnya hanya untuk membuktikan ucapan Naya..
Dhika pun tak segan segan bermesraan di depan Naya dan menyuruh Naya melayani mereka seperti membuatkan makanan dan minuman..
"Sayang siapa si wanita ini?" ucap Silvia ketika melihat Naya sedang mengantarkan minuman untuk mereka..
"Sayang dia itu hanya pembantuku jadi kamu jangan khawatir ya. Kamu kan tahu hanya kamu satu satunya wanita yang aku cintai, dan hanya kamu satu satunya wanita yang layak untuk menjadi istriku." ucap Dhika didepan Naya, Dhika sengaja ingin menghancurkan hati Naya..
Naya pun masih berusaha untuk tenang dan tak memasukan kedalam hati tentang ucapan Dhika yang jalan jelas tak mengakui dirinya..
"Silahkan minumnya Tuan.."ucap Naya sembari menatap kearah Dhika..
__ADS_1
Setelah itu Naya pun pergi ke dapur namun air mata nya tengah menetes tak tertahankan lagi...
Naya merasa sangat sedih setelah mendengar bahwa Dhika hanya menganggapnya sebagai seorang pembantu..
Tanpa sepengetahuan Dhika, Naya pergi ke taman untuk mengungkapkan segala rasa di dalam hatinya..
Tanpa di sadari lagi lagi Naya bertemu dengan Andre.
"Kamu kenapa lagi Nay, kenapa kamu menangis seperti ini jika kamu mau kamu boleh menceritakan semuanya kepadaku." ucap Andre yang membuat Naya kaget..
Naya menghapus airmatanya dan kemudian tersenyum..
"Mas Andre kenapa disini?" tanya Naya sembari pura pura tersenyum..
Andre pun duduk di sebelah Naya dan kemudian tersenyum..
"Jangan sembunyikan apapun Nay, aku tahu semuanya dari sorot matamu kamu sedang menyimpan banyak kesedihan, cerita lah sama aku karena aku akan selalu ada buat kamu?" ucap Andre sembari menatap kearah Naya..
Naya pun menangis dan akhirnya menceritakan semuanya kepada Andre karena Naya tak selamanya akan menyimpan semuanya sendiri..
__ADS_1