
Naya merasa senang karena ada seseorang yang bisa menghibur dirinya,,Andre sosok laki laki yang hangat membuat Naya merasa nyaman berada di dekat Andre.
"Terima kasih ya Mas Andre karena kamu telah menghibur aku." ucap Naya sembari tersenyum..
Andre pun tersenyum sembari menatap kearah Naya..
"Nay kamu ini kenapa dari tadi berterima kasih terus, sudah kalau kamu ada apa apa kamu bilang aja sama aku bukankah kita ini masih satu keluarga?" ucap Andre sembari tersenyum...
Dari kejauhan nampak Dhika sedang memperhatikan keduanya, Dhika merasa sakit hati melihat Naya istrinya dekat dengan sepupunya sendiri Andre..
"Dasar wanita tak guna, kamu disini ketawa ketawa sama Andre sedangkan kamu melupakan kewajibanmu sebagai seorang istri.." ucap Dhika sembari menahan amarahnya..
Tepat pukul dua siang Naya baru sampai di rumah, Dhika yang awalnya acuh pun tiba tiba saja bertanya..
"Kamu darimana jam segini kamu baru pulang, oh oya kamu habis jalan kan sama Andre. Harusnya kamu merasa malu karena kamu itu istriku, istri dari sepupu lelaki yang baru saja bersamamu." ucap Dhika sembari menaikan satu alisnya, Dhika tak pernah berfikir jika selama ini Dhika juga telah menyakiti hati Naya..
Naya hanya diam saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun...
__ADS_1
Naya hanya tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan Dhika..
Dhika menjadi sangat kesal hatinya merasa kecewa karena ternyata Naya justru mengacuhkan dirinya..
Dhika pun menyusul Naya kedalam kamarnya.
"Mau apa Mas masuk sini?" tanya Naya yang kaget melihat Dhika tiba tiba berada di dalam kamarnya..
Dhika tak menjawab ucapan Naya, Dhika menatap Naya dari dekat..
Dhika pun menarik tubuh Naya kemudian menindihnya..
Kamu itu istriku dan aku meminta hakku atas dirimu saat ini juga." ucap Dhika sembari terus menekan Naya..
Naya hanya bisa menitikan airmata ketika Dhika mengambil kesuciannya secara pakasa dan brutal. Naya hanya bisa pasrah menerima perlakuan Dhika yang menurutnya semena mena terhadap dirinya..
Setelah puas menikmati tubuh Naya, Dhika pun pergi meninggalkan Naya yang masih merasa kesakitan di sekitar area **** * nya..
__ADS_1
"Makanya kamu jangan macam macam, hargai aku sebagai suamimu dan aku tak akan pernah memaksamu seperti ini." ucap Dhika sembari mencium bi*ir Naya dengan lembut..
Naya hanya bisa diam dan terus diam..
Naya meratapi nasibnya yang di perlakukan seperti layaknya wanita penghibur yang tak di anggap.
Setelah Dhika pergi Naya menangis sejadi jadinya, Naya tak pernah menyangka jika Dhika akan mengambil haknya secara paksa seperti itu..
Di dalam kamar yang berbeda Dhika pun meratapi kejadian yang baru saja dia lakukan kepada Naya, karena cemburu membuat Dhika berubah seperti layaknya monster yang telah menghancurkan kehormatan Naya dengan sangat sadis..
"Kenapa aku melakukan itu sama dia? Nanti kalau dia hamil bagaimana tapi hatiku merasa kecewa melihat dia bersama Andre." ucap Dhika sembari mengacak acak rambutnya yang terlihat berantakan...
Dhika menyesali semua perbuatannya terhadap Naya..
"Maafkan aku Nay aku tak berniat melakukan ini terhadapmu tapi aku tak suka melihatmu bersama lelaki lain.." ucap Dhika kemudian dan setelah itu Dhika langsung membersihkan sisa sisa cinta yang telah dia lakukan bersama Naya..
Sementara itu Naya pun menghapus airmatanya dan kemudian membersihkan diri. Naya pun mencoba mengikhlaskan semuanya karena itu sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri.
__ADS_1