Arti Sebuah Pernikahan

Arti Sebuah Pernikahan
Bab 05


__ADS_3

Dhika sangat terpukul dengan kepergian sang Bunda, Dhika baru saja bertemu dengan sang Bunda malah kini Bundanya telah meninggalkannya untuk selama lamanya..


Dhika sedang termenung di dalam kamar ketika itu Tuan Akhmad datang untuk menemuinya..


"Nak, kamu yang sabar ya, Ayah juga sangat kehilangan Bunda tapi mungkin ini yang terbaik buat Bunda agar Bunda sudah tak merasakan sakit lagi." ucap Tuan Akhmad mencoba menghibur Dhika..


Dhika menatap kearah Sang Ayah kemudian memeluknya..


"Ayah kenapa Bunda meninggalkanku secepat ini? Aku masih butuh Bunda, aku masih butuh bimbingannya dan aku masih ingin Bunda ada di samping ku." ucap Dhika sembari meluapkan semua keresahan di dalam hatinya..


Tuan Akhmad pun menitikan airmata, kesedihannya sudah tak dapat di sembunyikan lagi..


Tiba tiba saja Tuan Akhmad mengingat amanat terakhir dang istri yaitu melihat Dhika menikahi Naya..


"Dhika apa kamu ingat apa permintaan terahir Bunda kamu sebelum dia pergi?" tanya Tuan Akhmad lirih..

__ADS_1


Dhika pun mengangguk dan kemudian kembali memeluk Ayahnya..


"Iya Ayah, Dhika ingat tapi Dhika masih butuh waktu untuk mengambil keputusan besar ini Ayah.." ucap Dhika sembari tenggelam di pelukan sang Ayah..


Suasana rumah terasa sangat sepi setelah kepergian Nyonya Akhmad, suasana dimana dulu selalu ada senyuman kini berubah menjadi hampa dan seperti rumah yang tak berpenghuni...


6 bulan sudah kini kepergian Nyonya Akhmad, Tian Akhmad meminta Dhika untuk memenuhi keinginan terakhir sang Bunda yaitu menikahi Naya..


Naya adalah anak yatim piatu yang di tinggal Ayahnya semenjak dia kecil dan di tinggal sang Ibu dua bulan yang lalu karena terkena kanker. Dhika hanya mempunyai dua pilihan menikahi Naya atau keluar dari rumah..


"Baiklah Ayah aku akan menikahi Naya." ucap Dhika dengan pasrah..


Tuan Akhmad pun menyiapkan semua acaranya, pernikahan Dhika dan Naya di gelar secara sederhana karena Dhika tak mau banyak orang yang tahu jika Dhika menikahi pengasuh sang Bunda..


Acara pernikahan Dhika dan Naya pun di gelar di sebuah masjid. Singkat ceritanya kini Naya dan Dhika telah resmi menjadi suami dan istri. Sikap Dhika sangat dingin kepada Naya, bahkan Dhika tak menyapa istrinya sama sekali..

__ADS_1


Baru hari pertama menjadi istri Dhika airmata Naya susah menetes, sikap dan sifat Dhika yang susah untuk di tebak membuat Naya merasa sakit hati..


Pada malam pertama mereka, Dhika meninggalkan Naya dikamar sendirian sedangkan Dhika lebih memilih menghabiskan waktu di club bersama teman temannya..


Airmata Naya mengalir dengan derasanya, namun Naya menguatkan hatinya dengan berdzikir dan meminta pertolongan Allah agar membukakan pintu hati sang suami yang cendrung menangabaikannya..


Pada pukul 03.00 pagi Dhika baru saja pulang, Naya pun membukakan pintu dan melihat Dhika pulang dalam keadaan mabuk..


"Awassss..." ucap Dhika sembari mendorong tubuh Naya..


Naya tersungkur dan kemudian kepalanya terkena ujung meja,,Naya hanya bisa meringis kesakitan sementara Dhika hanya menatapnya saja..


"Kamu ingat ya Naya kamu itu hanya seorang pembantu dan selamanya akan tetap sama, aku menikahimu karena aku ingin memenuhi amanah sang Bunda,,jadi tolong kamu jangan berharap apapun dariku." ucap Dhika sembari sempoyongan..


Naya hanya bisa menarik nafas panjang kemudian memapa sang suami yang terjatuh di sofa kerena mabuk berat..

__ADS_1


Naya membawa tubuh Dhika dengan terlunta punya namun Naya tetap melakukan kewajiban ya walaupun batinnya terasa hancur melihat sikap Dhika kepadanya..


__ADS_2