Autumn Love—Choi Soobin

Autumn Love—Choi Soobin
Ep. 9 Rencana


__ADS_3

Choi Soobin kini tampak sedang duduk dengan wajah cerah diantara empat kawan barunya itu.


Choi Yeonjun, Choi Beomgyu, Kang Taehyun, dan Huening Kai atau yang lebih sering dipanggil Hyuka. Mereka berlima tak hanya sibuk menghabiskan makan siang, mereka juga sibuk menggoda semua orang yang lewat.


"Halo pak Sehun!" sapa Beomgyu ramah pada seorang guru yang kebetulan lewat. Sehun hanya mengangguk, "Kamu apa kabar?" walau sering kali mengomeli Beomgyu, tidak salah kalau dia sedikit beramah-tamah pula, bukan?


"Aduh, Istri bapak entar cemburu kalo Bapak perhatian gini sama saya, lho." goda Beomgyu sambil nyengir lebar. Sehun menggelengkan kepalanya dengan wajah pasrah. "Terserah kamu sajalah." ujar Sehun cuek, dan langsung berlalu pergi.


Yeonjun tertawa keras, dia menepuk-nepuk bahu Beomgyu. "Gak kayak gituuu!! Kek gini, loh," mata Yeonjun menatap sosok Aera yang sedang berjalan melewati meja mereka untuk mendekati Ryujin yang berjarak dua meja dengan geng perusuh itu.


"Buah kedondong buah durian, halo mbak Aera!" oceh Yeonjun. Seketika, Yeonjun langsung dihujani pukulan menghina oleh Beomgyu, Taehyun, Hyuka, serta Soobin dan Aera.


Soobin yang awalnya cuek dan sibuk menyeruput susu almond kesukaannya, jadi terusik dengan pantun menyebalkan Yeonjun.


"Lo pada kenapa, sih!!??" sewot Yeonjun. Taehyun berdecih kesal. "Pantun apaan kek gitu." olok Beomgyu sambil memeletkan lidah. Aera melotot pada Yeonjun.


"Belajar yang bener dulu, baru godain orang yang bener." ucap gadis itu, lalu menatap Soobin lama, sampai akhirnya Soobin berkedip, lalu tersenyum manis. Pipi Aera langsung memerah dan segera pergi dari situ. Hyuka bersiul nyaring.

__ADS_1


"Wuihh, ada apaan, nih??" godanya, dan langsung dihadiahi lirikan tajam Aera. Dia langsung kicep sendiri. Aera akhirnya duduk di sebelah Ryujin dan menatap gerombolan kurang kerjaan itu. Ryujin terkekeh. "Udah Lo ajakin?" Aera menoleh, dan mengelus tengkuknya perlahan.


"G-gue... gak berani, Ryu. Ehehe," Aera nyengir malu. Ryujin memperbaiki posisi duduknya, lalu menoleh sepenuhnya pada Aera. "Cepetan ajakin dia. Kalo makin Lo lamain, entar yang ada, Lo malah lupa." kata Ryujin serius.


"Ish, ngomong terima kasih aja sesulit ini." gumam Aera sebal sambil memperbaiki anak rambutnya yang menghalangi pandangan.


"Dia udah nyelametin elo." kata Ryujin mengingatkan. Aera mengangguk lemah, dia mengakuinya.


Akhirnya, bel tanda masuk pun berbunyi. Aera dan Ryujin masuk ke kelas bersamaan dengan masuknya Soobin dan Yeonjun. Arah pandangan Aera tertuju pada Soobin, namun saat Soobin balik menatapnya, dia langsung menunduk dan menjauh. Ryujin menggeleng tak habis pikir dan mulai berjalan menuju mejanya. Soobin hanya mengedikkan bahunya, lalu mulai duduk disebelah Yeonjun.


Terdengar bunyi bel tanda pulang sekolah. Aera menjadi was-was sendiri, dia menatap punggung Soobin dengan cemas. Ryujin menyadari tatapan itu, dia menyenggol Aera.


"Samperin, Ra." usulnya, namun Aera menggeleng. "Entar dia gue chat aja, deh. Gue duluan, ya." ujar Aera dan bergegas keluar kelas mendahului Soobin.


Soobin menyadari pergerakan aneh Aera sepanjang hari itu. Dia tak habis pikir, ada apa sebenarnya dengan gadis itu? Yeonjun menyikutnya, dan Soobin tersadar.


Dia mendekati Ryujin yang sedang membereskan mejanya dan mulai mengenakan ransel milik Ryujin.

__ADS_1


"Ryu," panggil Soobin. Ryujin menoleh.


"Kenapa?" tanyanya pada Soobin.


"Itu.. soal Aera. Gue—" belum sempat Soobin menjawab, terdengar bunyi notif dari ponsel Soobin. Soobin menggeser layar, dan tercekat saat mengetahui nama pengirimnya, Kim Aera. Ryujin berjinjit sedikit dan berhasil melihat nama Aera tertera di ponsel Soobin.


Ryujin mengangguk bangga. Akhirnya dia berhasil juga, batin Ryujin. "Nah, itu jawabannya. Gue duluan, ya. Bye." Ryujin langsung berlalu pergi. 


•<|Author's Notes!|>•


Akhirnya update, nih!


Hhhhh, update lagi g y??


Gimana dong?


Update lagi nggak?? Hwhwhwee:)

__ADS_1


__ADS_2