
"Hwang Yeji!!" jerit Aera tak tertahan. Yeji terkekeh lalu balas memeluk Aera sembari menghapus air mata gadis itu. "Gue kira Lo udah mati, gue kira gue gak bakal bisa ketemu Lo lagi! Sekarang.."
"Yeah, gue selamat dari kecelakaan itu." lanjut Yeji lalu melepaskan pelukannya. "Gue minta maaf, kalo aja waktu itu gue gak ngajakin kalian, mungkin aja Hwang Hyunjin gak bakal benci sama gue, dan lo gak bakal terlibat kecelakaan itu." sesal Aera.
Yeji mengangguk saja. "Lo tenang aja, sepupu gue lagi bareng Felix dirumah. Jadi lo gak usah takut." hibur Yeji saat melihat perubahan air muka Aera. Aera mendesah lega.
"Gue mau minta maaf, tapi dia keburu benci gue duluan." lirih Aera sedih. Yeji merangkul bahu sahabat lamanya. "Sst! Udahan bicara soal Hyunjin. Btw, Lo ngapain disini? Bang Tae sakit? Atau Tante Jeongyeon? Atau bang Jin?" Yeji bertanya. Aera menggeleng.
"Ryujin sakit, gue mau jengukin dia." mendengar itu, Yeji terdiam, lalu menoleh pada Aera dengan sorot mata tak percaya. "Kok bisa sama? Jangan-jangan kita—"
"Enak aja lo! Gue masih normal!" potong Aera tak terima. Yeji tertawa kecil, membuat matanya semakin sipit. "Eh, tapi serius, gue juga mau jengukin Ryujin." ralat Yeji serius.
Aera menatapnya menyelidik. "Jadi selama ini kalian masih sering ketemu, ya?" Yeji nyengir lebar. "Iya, tau aja."
"Aish! Kalian nih, gak pernah ngajakin gue ketemuan bareng! Sakit, tau gak?" keluh Aera sembari terus menggandeng tangan Yeji dan berjalan bersama menuju kamar Ryujin.
Pintu terbuka, dan mereka berdua menatap Ryujin yang sedang berbaring membelakangi mereka. Saat terdengar bunyi pintu terbuka, dia langsung berbalik, dan terbelalak kaget.
"Yeji, lo.." gumamnya pelan. Yeji tertawa ragu, sedang Aera langsung mencubit pipi Ryujin gemas. "Elo, ya! Ketemuan sama Yeji guenya gak diajak. Gimana, sih???" gemasnya.
Ryujin termenung, lalu menatap Aera cemas. "Lo gak takut kalo Hyunjin datang, Ra?" alihnya. Aera terdiam sejenak, lalu tersenyum kecil. "Ya, gue cuman sebentar kok disini. Oh, ini. Gue cuma bawa ini."
__ADS_1
Aera menyerahkan sebuah bingkisan berisi buah-buahan segar pada Ryujin. Ryujin menerimanya dengan senang hati. Yeji meletakkan punggung tangannya pada kening Ryujin. "Masih hangat."
Ryujin mengangguk. "Iya, kata dokter, kalo hari ini gue udah baikan, besok bisa masuk." katanya, lalu mulai mengambil sebuah apel dari dalam bingkisan, namun langsung diambil oleh Yeji.
"Gue cuci dulu." katanya, lalu beranjak menuju wastafel di dalam kamar mandi. Aera menatap sekelilingnya. "Tante Sohee udah kesini?" tanyanya pada Ryujin. Ryujin mengangguk saja.
"Eh, Lo gak ngajak siapa-siapa lagi, 'kan?" Mendengar itu, Aera menelan ludah dengan gugup. Dia tertawa hambar. "Eh, Yeji lama banget, deh. Gue bantuin dia bentar—"
"Siapa yang lo ajak?" tanya Ryujin sambil memegang tangan Aera untuk menahannya. "Eum, Soobin." gumam Aera sangat pelan. Ryujin mendelik bingung. Dia tidak mendengarnya.
"Siapa??"
Setelah pintu terbuka, tampaklah Soobin yang datang tidak sendirian. Dia bersama dengan Choi Yeonjun.
Yeonjun tampak tersenyum ceria. Dia menenteng sebuah bungkusan plastik entah apa isinya. Sedangkan disebelahnya, Soobin tersenyum kecil lalu berdiri disebelah ranjang Ryujin. Ryujin menatapnya tajam.
Yeonjun lalu menutup pintu dan menatap punggung Yeji yang sibuk di kamar mandi dengan pintu terbuka.
"Hei, dia ga ngerti cara nutup pintu, ya?" lirihnya pada Aera. Aera dengan lancar tertawa terbahak-bahak. "Yak! Yeji, sini!!" panggilnya. Yeonjun menggeleng tidak paham, lalu menyodorkan bawaannya pada Ryujin. Ryujin mengintip isi bungkusan itu.
"Lo gimana, sih? Orang sakit harusnya dikasih buah, bukannya nasi goreng! Gila lo!" cerca Ryujin. Yeonjun meringis, lalu menarik kembali uluran tangannya. Soobin tertawa kecil.
__ADS_1
"Dia sengaja beli begituan, biar elo nolak, terus dia yang makan, deh." bongkar Soobin. Yeonjun menatapnya, lalu ber-shh cepat pada Soobin.
"Diem aja!"
"Gak boleh gitu, Njun. Sini buat gue aja!" cetus Aera lalu menyambar bungkusan ditangan Yeonjun. Yeonjun menariknya kembali, dan kali itu Aera membiarkannya.
Yeji kembali, lalu menatap Soobin dan Yeonjun bergantian. "Mereka siapa?" tanyanya. Aera ber-ahh paham. "Mereka itu Choi Soobin dan Choi Yeonjun, teman sekelas gue sama Ryujin.
Ryujin mengangkat tangannya. "Gak pake nama gue! Gak sudi gue temenan sama cowok gila kek mereka." katanya jelas. Yeonjun meringis, kini dia begitu tertohok dengan kalimat peda Ryujin.
Soobin menatap Yeji menyelisik. "Lo siapanya mereka?" Yeji berdeham. "Gue temen lama mereka."
-♡
Ini Choi Soobin dan Choi Yeonjun. Ganteng bangettt^^
Ini Hwang Yeji. Cantik banget yaampon *^*
__ADS_1