Autumn Love—Choi Soobin

Autumn Love—Choi Soobin
Ep. 8 Kepikiran


__ADS_3

Aera mendekam di kamarnya, menjauhi Taehyung dan Jimin yang sibuk bermain Play Station di kamar Taehyung yang berada tepat disebelah kamar Aera.


Jeongyeon juga dengan senang hati menerima sahabat dekat putra keduanya, padahal Aera sudah mengadukan semua aib Jimin, tapi Jeongyeon hanya mengedikkan bahu dengan santai. Aera pun menyerah dan memutuskan untuk kembali melanjutkan bacaannya.


Lima belas menit ia membaca, ia kembali bosan. Dia menutup bukunya, dan mulai men-scroll Instagram. Tak jarang dia mengetuk layar dua kali untuk menyukai postingan orang yang ia ikuti di situ.


Sepuluh menit kemudian, dia kembali bosan. Dia mematikan ponselnya dan berdiri, lalu berjalan menuju balkon. Disitu, dia melamun, menatap langit malam yang tampak indah.


Pikirannya melayang pada percakapannya barusan dengan Ryujin.


Flashback On—


"Ohh, gitu. Terus Lo mau balas budi sama Soobin? Masa' balas budi cuman gara-gara itu doang?" remeh Ryujin.


"Itu doang, Lo bilang? Coba deh, bayangin kalo gue beneran ketahuan sama Hyunjin. Bakal tambah ribet entar masalahnya. Lagian, dia dendam banget sama gua. Ya, gue harus ngapain lagi? Minta maaf sama dia? Udah pernah! Dia malah ngamuk ke gue, bilang gue sok suci dan sebagainya. Lo kira, gue gak sakit hati?" balas Aera tak terima. Ryujin terkekeh panik, serba salah.

__ADS_1


"Uhh, udah, deh! Jadi, besok lo jadi nggak, ngajak si Soobin makan bareng?" tanya Ryujin mengelak. Aera terdiam, lalu mendesah berat. "Maunya sih gitu, Ryu. Tapi, Lo lupa? Sejak kemaren, si Soobin udah punya geng sama anak kelas lain." keluhnya mengingatkan.


"Duh, iya juga. Gara-gara si Yeonjun, nih! Pake acara ngajakin si Soobin lagi." timpal Ryujin tak kalah geram. Dia benci keramaian, dan sejak Soobin bergabung dengan geng Yeonjun, kelas semakin ramai karena anggota geng Yeonjun itu dan menariknya, semuanya memiliki visual yang unggul. Mereka juga murid yang famous di sekolah itu.


Ya, siapa lagi kalau bukan Choi Beomgyu, Kang Taehyun, dan Huening Kai. Mereka berlima, suka sekali menggoda semua orang yang melintas. Soobin awalnya tidak menyukainya dan ogah melakukannya, tapi sekarang, dia mulai berani menyapa semua orang dengan senyumnya yang manis dan memperlihatkan dimple-nya.


Aera lumayan sering memperhatikan itu, dan sebagai akibatnya, dia jadi begitu ingin memegang pipi Soobin. Spontan, wajah Aera memerah saat memikirkan itu.


"Tapi pokoknya, gue harus berusaha!"


Flashback Off—


Aera mengerucutkan bibirnya. "Besok gue harus bisa ngomong langsung ke dia, gitu?? Ck, malu banget gue. Sekalian minta maap, deh. Gue sering banget jutekin dia." gumam gadis itu.


"Aera!! Makan, duluu!!" panggil Jeongyeon dari arah dapur. Aera berjalan lunglai menuju dapur yang juga berfungsi sebagai ruang makan. Dia melotot tidak terima saat menyadari Jimin masih setia disini, bahkan sampai ikut makan malam.

__ADS_1


Jin yang tadinya sedang mencuci piring, menoleh pada Aera. "Kamu gak suka ada Jimin disini, Ra?"


Aera mengangguk mantap. Jimin menoleh pada Aera dengan tatapan tidak percaya. "Lohh, kok gituu?? 'Kan Lo udah gue sogok pake cireng!" katanya.


Mau tak mau, Jeongyeon, dan Jin tertawa kecil. Aera pun duduk dengan menjaga jarak dengan Jimin. "Cireng mah cuman berapaa??" katanya sarkas. Jimin terkekeh lebar.


"Tapi enak, 'kan?"


Pertanyaan Jimin itu berhasil membuat Aera terbungkam. Melihat Aera yang diam saja, Jimin langsung tahu kalau cireng yang dia bawa itu enak.


"Kalo gue kesini lagi, entar gue bawain." katanya sambil melambaikan tangannya. Jeongyeon tertawa kecil, dan mulai menyajikan makan malam untuk mereka semua.


-♡


__ADS_1


__ADS_2