Autumn Love—Choi Soobin

Autumn Love—Choi Soobin
Ep. 11 'Guk'


__ADS_3

Aera mendongak, menatap jam dinding berbentuk bulat dengan warna coklat yang kontras dengan semua perabot kayu di kamar Aera. Setelah itu, dia duduk di tempat tidurnya.


Masih ada sisa sejam untuk janji bertemu dengan Soobin. Aera mendesah frustasi. Dia menatap layar ponselnya yang mendadak menyala. Dia mengambil ponselnya dengan gerakan malas.


From : SanhaBobrok ||


Rumah Lo gak pindah 'kan? Ketemuan di taman biasa, bisa?  


Melihat isi pesan dari 'sahabat kecilnya' matanya langsung berbinar-binar. Dia segera mengetikkan surat balasan.


To : SanhaBobrok ||


Cepet, ya. Gw cuman punya waktu lima belas menit.     


Ting! Muncul surat balasan dari Sanha.


From : SanhaBobrok ||


Sip, Guk.     


Aera berdecak kesal, julukan menyebalkan itu lagi! Namun, Aera tak banyak protes. Dia langsung menyambar jaket tipisnya dan berjalan keluar, mengabaikan Taehyung yang sedang tertidur di sofa dengan gaya ekstrim. Aera hanya geleng-geleng kepala dengan takjub.


"Intinya, dia bukan abang gue. Fix." lalu, dia mulai berlari kecil menuju taman rumahnya. Sesekali dia melihat ponselnya, siapa tahu, Sanha kembali memberinya pesan chat. Tidak ada, jadi Aera terus berlari kecil menuju taman, tak peduli walaupun wajahnya masih muka bantal.

__ADS_1


Dia mengangguk tipis melihat sosok pria yang mengiriminya pesan dua menit yang lalu. Itulah Sanha, pria tinggi yang sudah hilang kontak dengan Aera semenjak Sanha pindah sekolah ke luar kota. Sanha menoleh, lalu memberi cengiran lebar.


"Halo, Guk! 'Pa kabar? Bodonya masih awet, 'kan? Ya harus awet dong. Kalo gak awet, entar gue gak ada temennya." sapa Sanha dengan panjang. Sesuai dengan nama kontak Sanha di ponsel Aera. Bobrok.


Aera mengangguk sambil membalas cengiran Sanha dengan tepukan keras di bahu Sanha. "Gue bener-bener gak nyangka. Setelah setahun kita miss contact, akhirnya ketemu lagi. Padahal gue gak pernah sekalipun ngerinduin elo. Kok bisa, ya?" Sanha ketawa ngakak mendengar jawaban Aera.


"Jodoh, kali?" Aera terdiam. "Jijik banget, sumpah!! San, Lo gak lagi kesurupan, 'kan?" Sanha kembali ketawa ngakak. "Kalem, Ra. Gue cuman bercanda." Aera terkekeh pelan. Area taman itu memang lumayan ramai, apalagi karena besok weekend.


Aera menatap Sanha. "Btw, San. Lo ngapain ngajakin gue kesini?" tanya Aera to the point, dia langsung duduk di kursi taman yang tersedia. Sanha mengikuti teladan Aera. 


Sanha hanya menggeleng. Pria itu tersenyum hangat. Membuat visualnya bertambah. "Gak. Gue cuman kangen aja sama Lo." Aera manggut-manggut mengerti. Sesekali dia mengecek jam lewat layar ponselnya.


Sanha mengernyit. "Lo ada janji ketemu? Heboh bener gue liat, Guk." celetuknya. Aera mengangguk. "Iya, gue ada acara makan malam sama temen gue."


Seketika, wajah Aera memerah. Dia melotot pada Sanha yang balas memelototi dirinya. "Apa Lu? Melototin gue mulu. Pipi Lo tambah gembul sejak terakhir gue liat. Kayak roti." kalimat itu sontak membuat Aera teringat akan Choi Soobin.


Wajahnya memerah. "Merah mulu muka Lo. Jadi, Lo beneran kencan?" tanya Sanha pemasaran. "Gue sama Soobin enggak—"


"Wait—Soobin?"


Sanha buru-buru memotong. Aera langsung lola, alias loading lama. "Lo kenal Soobin? Choi Soobin??" tanya Aera penasaran. Sanha mengelus tengkuknya dengan ragu. "Bentar. Orangnya ganteng, gak?"


"Gengsi gue kegedean buat jawab pertanyaan Lo itu." Sanha tertawa kecil. "Yaudah, gue anggep aja, Iya. Dia tinggi, gak?" tanya Sanha lagi. "Iya."

__ADS_1


"Berarti Lo pendek banget."


Aera lola lagi. Dia langsung mendorong bahu Sanha kesal. "Bukan gue yang kependekan! TAPI DIA YANG KETINGGIAN!!" protesnya tak terima. "Iyaa, kalem dong, Ra." rayu Sanha sambil meringis.


"Eh? Berarti Lo beneran kenal sama Soobin yang gue kenal?" tanya Aera lagi. "Hm? Oh, enggak. Beda orang. Namanya sih, Kim Soonbin. Kedengeran sama gitu di telinga gue." jawab Sanha sambil mengulas senyum. Aera menatap layar ponselnya lagi.


Dia menepuk bahu Sanha. "Lima belas menitnya udah abis. Gue balik, ya." pamit Aera. Sanha ikut berdiri saat Aera berdiri. "Oke. Bye, Guk." Aera hanya mendengus dan mulai berjalan pulang.


Sanha menatap punggung Aera yang mulai menghilang dari kejauhan. "Gue SALAH! Harusnya gue jujur dulu sama dia!! Bukannya malah ngulur waktuu!! Ughh!!" geram Sanha sambil menjambak rambutnya sendiri. Dia mendesah, merasa bersalah. "Cepat atau lambat, Lo harus beritahu dia, Sanha." lirih Sanha pada dirinya. Ia berjalan mendekati mobilnya, lalu melajukan kendaraan beroda empat itu diatas jalanan kota yang lumayan padat. 


-♡



Maap telat update, ya:'<


Tugas online saya numpuk soalnya. Gak sempet update, deh. Tapi sekarang bakal saya usahakan buat update:>


Kasi like, vote, subscr—


"Lu kira yt pake subscribe?" Yeonjun yang ngeselin.ggcanda:)


Iya, maap²:(

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like, yah! Makasi<3


__ADS_2