Autumn Love—Choi Soobin

Autumn Love—Choi Soobin
Ep. 12 [2]Balas Budi


__ADS_3

Kim Aera kini telah duduk rapi di sebuah meja restoran bintang empat milik keluarganya, yang kini pimpinannya diambil alih oleh Seokjin.


Aera mengenakan blus biru muda dengan corak bunga dandelion putih dan rok putih selutut, mengenakan stoking coklat dan sepatu kanvas berwarna biru pastel. Tak lupa, dia memoles tipis wajahnya.


Dia sengaja menggeraikan rambutnya agar tidak dikenali siapapun dari belakang. Dia fokus dengan ponselnya hingga terdengar sebuah notifikasi chat dari Soobin. Aera segera membukanya.


From : Menara Eiffel Berjalan.


Gue udah nyampe. Lo pesen meja berapa?


Aera segera berdiri dan memandang sekeliling. Tak susah menemukan Soobin diantara sekian banyak pengunjung. Soobin seperti tiang listrik diantara mereka semua.


Dia melambaikan tangan dengan tinggi, hingga akhirnya Soobin mengenali Aera dan mulai berjalan menuju meja yang dipesan Aera.


"Sorry, gue telat. Lo udah lama nunggu gue?" tanya Soobin lalu mulai duduk di depan Aera. Terus terang, dia terpukau dengan penampilan Aera yang tampak feminin. Biasanya, Aera identik dengan kaos dan celana. Kini, ia tampak lebih segar dan cantik.


Soobin awalnya tidak begitu sulit mencari meja pesanan Aera, dia hanya terpaku sejenak saat melihat penampilan Aera yang berbeda.

__ADS_1


Aera mengangkat wajahnya. "Ngapain lo ngeliatin gue? Make up gue ketebelan? Atau terlalu menor?" tanya Aera langsung. Telinga Soobin langsung memerah. Dia gelagapan. "Eng-Enggak." jawabnya yakin. Aera mengangguk santai.


"Lagian, kenapa Lo telat?" tanya Aera membuka percakapan. Soobin tersenyum tipis. "Kakak tiri gue ngabarin lewat telepon, dia bakal pulang ke sini. Lama banget dia nahan gue buat sekedar nanya kabar. Gue telat deh jadinya." jelas Soobin. Aera mengerutkan dahinya.


"Tunggu bentar. Gue belum makan malam. Jadi, Lo mau pesen apa? Gue spaghetti Aglio e Olio. Minumnya Cola. Lo?" katanya pada seorang pramusaji muda yang menghampiri meja mereka. Soobin berpikir sejenak. "Samain aja."


Pramusaji itu tersenyum amat sangat manis pada Soobin. Dan kini Aera menyadarinya. Sejak Soobin datang, pandangan para wanita seumuran maupun tidak mulai tertuju pada Soobin. Aera menatap pramusaji muda itu dengan tajam.


"Nona, saya sudah mengatakan pesanan saya. Apalagi yang Nona tunggu? Atau tunggu saya pecat? Nona tahu saya siapa, bukan?" Aera menyeringai. Pramusaji muda itu tercekat dan mengangguk patah-patah. Dia pun berlalu pergi. Soobin terkekeh melihat perangai Aera yang galak.


"Kenapa Lo ketawa?" tanya Aera dengan nada kesal. "Gue pemilik restoran ini, jadi gue berhak ngomelin dia." tukas Aera. Soobin terdiam. "Lo... pemilik restoran gede ini?" mendengar itu, Aera mengangguk lalu menyeringai. "Kenapa emangnya?" Soobin menggeleng.


"Cewek. Umurnya beda delapan tahun sama gue. Dulu, Mama kandung gue punya suami, marga Lee. Lahirlah kakak gue yang sok cantik tapi gak ada cantiknya sama sekali itu. Tapi, Papa kandung kakak gue meninggal waktu kecelakaan pesawat. Mama nikah lagi sama pria bermarga Choi, baru gue lahir." jelas Soobin. Aera mengangguk paham.


Pesanan mereka datang. Aera mulai menyuap sesuap spaghetti. "Terus, nama kakak tiri Lo siapa?" tanya Aera. "Lee Ji Eun. Panggilannya Ayu."


Seketika, jawaban itu membuat Aera tersedak. Dia segera menyambar segelas cola sambil menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.

__ADS_1


"Lee— Lee Ji Eun yang penyanyi terkenal itu!?" tukas Aera tak percaya. Soobin mengangguk polos. "Kak Ayu emang penyanyi terkenal. Kok bisa Lo tau?" tanyanya heran.


Aera berdecak kagum. "Gue fans beratnya. Sumpah, gue yakin. Habis ini, gue bakal ramah banget sama Lo." kalimat itu membuat Soobin terkekeh sangsi. Dia tahu perangai Aera.


-Tbc♢


Saya apdet Lohhhh:>


Terharu saya, bisa apdet secepat ini. Bagi saya, ini cepet lohh.


*Btw, readersku tersarangae:>


Saya bikin cerita pakai ilustrasi dan kerja keras loh. Bikin alur cerita supaya dimengerti pembaca itu gak gampang. Minimal, kalian bisa bantu saya dengan like di setiap chapter yang saya update, atau spam komen 'next' juga boleh. Siapa tahu, saya jadi semangat dan akhirnya update lagi?


Kalian bakal bener² membantu saya jika kalian memberikan rate dan vote pada cerita ini. No offense, yaa<3


-Dcthrnee

__ADS_1


180820-


__ADS_2