Autumn Love—Choi Soobin

Autumn Love—Choi Soobin
Ep. 10 Balas Budi


__ADS_3


Soobin mengedarkan pandangannya ke sekitar pagar pembatas besar sekolahnya. Matanya menangkap sosok Aera yang tampak gelisah sambil memegang ponsel milik Aera.


"Aera!!" panggilnya.


Sedangkan, Aera sama sekali tidak mendengar seruan itu. Aera menggigit bibirnya dengan gelisah. Sesekali dia melihat layar ponselnya. "Duh, dia gak bakal nyamperin gue 'kan?" gumamnya gelisah.


"Kim Aera!!"


"Eh?"


Aera melotot mendapati Soobin yang sudah berlari mendekatinya. Dia dengan gelagapan beranjak kabur, namun dengan cepat Soobin menarik pergelangan tangannya.


"Gue udah dijemput, Bye!!" seru Aera, membalikkan badan. Soobin meraih kedua bahu Aera dan memaksanya untuk menghadap sepenuhnya pada Soobin, tak peduli mereka telah menjadi bahan tontonan warga sekolah.


"Jelasin maksud chat yang Lo kirimin." titah Soobin sambil mengacungkan ponselnya dengan layar menunjukkan percakapan sepihak oleh Aera.


Kim AeraAera :


Gw mau blas budi. Gausa bnyk tanya, kita ketemu di restoran yg bakal gw share lokasinya ke Lo. Gw yg traktir. Inget, jam 6 ketemunya.

__ADS_1


Melihat itu, Aera diam. Dia menatap Soobin yang sudah menarik kembali ponselnya. "Jelasin, Ra."


"Intinya, kemaren Lo udah nolongin gue. Jadi hari ini gue mau traktir Lo." jelas Aera singkat dengan wajah memerah. Soobin mengernyit.


"Bentar, gue gak paham, sumpah. Emang kemaren ada bencana alam gitu? Sampe gue jadi pahlawan kesiangan buat nyelametin Lo?" tanyanya bingung. Aera berdecak kesal. "Udah, ga usah banyak tanya! Pokoknya jangan lupa." katanya memperingatkan.


"Atau jangan-jangan Lo berencana buat ajakin gue nge-date, tapi gengsi?" Soobin mencetuskan isi pikirannya. Wajah Aera sudah menjadi merah padam sepenuhnya.


"Kalo Lo gak mau, gue beneran gak pa-pa, kok. Serius." tukas Aera sengit. Soobin tertawa manis. "Gue cuman bercanda. Iya, gue bakal dateng." kata Soobin sambil mempertahankan senyumnya. Aera mendengus. Lagi-lagi senyum itu.


"Ya udah, kalo gitu gue balik dulu, ya." pamit Aera saat melihat mobil putih Seokjin sudah terlihat di tikungan jalan. Soobin hanya mengangguk samar sambil menatap lekat-lekat punggung Aera yang mulai menjauh.


Dia tertawa kecil. "Bukan dia yang nganggep ini dating, tapi gue."


Aera masuk ke mobil putih yang di kendarai oleh Seokjin sendiri. Dia melotot kaget melihat ada Park Jimin dan kakak keduanya yang sibuk bercanda di dalam. Aera pun duduk di sebelah Seokjin.


"Kok si Ayam ada disini, sih!?" sewot Aera setelah mobil itu sudah berjalan mulus. Jimin melotot tak terima. "Heh, Gagang Pintu! Enak aja Lo ngatain gue Ayam. Gue ganteng-ganteng gini dikata Ayam. Asem banget emang!" tukasnya.


Taehyung melambaikan tangannya dengan santai. "Gue gak ikutan, loh." katanya. Aera tetap tidak mendengar seruan abangnya itu. "Heh, Ayam! Kelingking gue lebih panjang sesenti dari Lo, ya! Gak usah sok deh Lo!" kata Aera, memamerkan jari kelingkingnya.


Jimin mendengus tak terima. "Itu mah kelingking kaki! Enak aja Lo ngatain kelingking gue yang imut berseri ini, sendirinya pendek aja." balasnya. Aera membalikkan badannya.

__ADS_1


"Diem Lo! Tinggi gue sama tinggi Lo cuman beda lima senti! Gausa pamer!" ketus Aera.


"HEH!! Gue mau nanya nih. Kemaren, siapa yang ngabisin kue red velvet gue yang ada di kulkas?" potong Jin keras. Taehyung, Jimin, dan Aera langsung berbincang keras.


"Eh, Ra. Gue ganteng, 'kan?"


"Nggak."


"Lagian, sependek-pendeknya gue, gue lebih seksi daripada Tetet."


Mereka berbincang konyol, mengabaikan seruan Jin. "HEH!! Jadi kalian yang ngabisin!??" sewot Jin.


Aera langsung mengatupkan kedua tangannya di depan dada. "Maap! Tapi aku kemaren beneran laper, Bang!"


Jin diam, dia melirik kedua sigung yang juga melakukan hal yang sama dengan Aera. "OHH, BESOK-BESOK GUE GAK MAU LAGI DISURUH MASAK BUAT KALIAN, YA!!"


"YAH, BANG JANGAN!!"


"BANG! MASA' LO TEGA SAMA ADEK LO YANG GANTENG INI!?"


"AMPUN, BANGG!!"

__ADS_1


Jadilah mereka bertiga menjadi samsak mulut cerewet Seokjin sepanjang perjalanan.



__ADS_2