
"Kalian temen lama?" ulang Soobin tak percaya. Aera, Ryujin dan Yeji mengangguk secara bersamaan. Yeonjun yang mulutnya penuh nasi goreng berkedip.
"Ah, gak mhungken! Ghue gah pehnah liat kalihan barheng." katanya dengan mulut penuh. Ryujin mengernyit. "Lo kalo ngomong yang bener, dong."
Lalu Yeonjun menelan makanan yang berada dimulutnya, lalu mengulangi ucapannya. "Gak mungkin. Soalnya gue gak pernah liat kalian bareng." Aera mendengus.
Yeji tersenyum tipis. "Yah, semenjak kejadian 'itu' kita jarang ketemuan, soalnya gue sama Ryujin takut Aera bakal ngerasa sedih kalo ketemu sepupu gue." jelasnya pendek. Aera langsung ber-shhh keras.
Dia tahu, jika ada sesuatu yang membuat Soobin penasaran, maka— "Emangnya kenapa sama sepupu lo?" Soobin langsung menyela. Aera menepuk dahinya pelan.
Tuh 'kan! Aera langsung membekap mulut Yeji sebelum terlambat. "Ehehe, itu.. bukan apa-apa." elak Aera. Ryujin menggigit apelnya dengan wajah datar. "Gini, nih yang gue gak suka. Rame bener, gak bisa tidur gue." Yeonjun mendengar gumaman Ryujin, dia nyengir lebar.
"Ya, kalo lo gak suka, lo minggat aja." celetuknya. Semua terdiam. Ryujin melempar bantal pada Yeonjun dengan kasar. "Ya elo yang harusnya minggat! Gue yang sakit, kok gue yang minggat." cercanya kesal, kadang otak Yeonjun memang agak korslet, jadi mohon maklum, ya.
Aera dan Soobin tertawa keras, itu membuat Yeji menoleh sepenuhnya pada mereka. "Gue perhatiin, kalian kayak deket gitu. Kalian pacaran?" pertanyaan itu membuat Aera langsung nge-blush. Dia melempar bantal yang tadinya berada dipangkuan Yeonjun tepat di muka Yeji.
"Diem Lo!"
"Akhh!!"
Yeji menggembungkan pipinya dan menatap Aera kesal dengan mata elangnya. Tiba-tiba, ponselnya berdering, membuat semuanya menaruh perhatian pada ponsel Yeji.
__ADS_1
"Eum? Ah!!" dia berseru cemas lalu mulai sibuk mengetik di layar touchscreen ponselnya. Dia menatap Aera. "Ra, Hyunjin mau kesini." sesalnya. Mendengar itu, Aera langsung mengambil tasnya yang berada disebelah Ryujin. Ryujin membantunya dengan wajah sedih.
Soobin dan Yeonjun saling berpandangan. "Kenapa mendadak banget Lo pulang, Ra?" tanya Soobin, disusul anggukan oleh Yeonjun. Aera tersenyum samar. "Masalah ini, agak sulit buat dijelasin." Lalu dia membuka pintu. Namun saat dibuka, yang datang malah Sohee, ibu Ryujin.
Seulgi membelalak kaget saat Aera seperti hendak menubruknya. "Aduh! Maaf, Tante!" ucap Aera buru-buru. Sohee mengernyit heran. "Kamu baru dateng, 'kan? Kok pulangnya cepet banget, Kim Aera?" tanyanya. Aera terbungkam, namun Ryujin langsung menjawab cepat. "Ada keperluan mendadak, Ma!" Sohee ber-ohh paham.
Dia tersenyum. "Titip salam buat Jeongyeon, ya Aera." Aera mengangguk cepat lalu berlari pergi. Dia mengedarkan pandangannya dengan cemas.
Dia melotot. Ternyata Hwang Hyunjin sudah berada di meja Resepsionis. Dia langsung mengambil masker hitam dari tasnya, lalu mengenakannya. Dia berjalan cepat melewati Hyunjin yang juga berjalan melawan arah.
Hyunjin tidak memperhatikan Aera, jadi Aera mendesah lega— Tep! Aera tertegun. Bahunya ditepuk oleh Hyunjin. Hyunjin menatapnya menyelisik. "Saya sepertinya mengenalmu." Dia bergerak hendak membuka masker, namun saat itu nasib Aera sedang mujur. Soobin melihatnya dari kejauhan, dan menyadari ekspresi ketakutan dari mata Aera.
Dia buru-buru berlari lalu dengan sengaja menepuk bahu Hyunjin. Hyunjin menoleh pada Soobin lalu mengernyit. Dia tidak mengenal Soobin. Aera menyadari kesempatan itu, dia langsung berseru lantang dengan suara sengaja diberatkan. "Maaf! Anda salah orang." lalu dia segera kabur meninggalkan Soobin dan Hyunjin sendiri di tengah kerumunan Rumah Sakit.
"Gue yakin, cewek masker hitam itu gue kenal. Tapi, siapa?"
-♡
<|BONUS|>
Soobin dan Yeonjun juga merasa tidak nyaman dengan kehadiran Seulgi, apalagi saat Seulgi melihat Yeonjun sedang makan nasi goreng, dan bukan putrinya.
__ADS_1
Soobin dan Yeonjun semakin merasa tidak enak, jadi mereka juga memutuskan untuk pamit. Jadi, hanya ada Yeji dan Seulgi yang akan menemani Ryujin. Soobin mengedarkan pandangan, mencari sosok Aera.
"Lo nyariin apaan, sih? Sampe segitunya." lirih Yeonjun saat mereka berjalan beriringan. "Nyariin belahan jiwa gue," celetuknya, membuat Yeonjun yang sedang tidak makan maupun minum apa-apa, tersedak.
"Ya nyariin si Aera, lah!" ralat Soobin. "Lagian, lo barusan keselek apa, coba? Gak makan juga gak minum gitu." Yeonjun menghela napas ringan. "Keselek oksigen." oceh Yeonjun ngaco.
Soobin menepuk pundak sahabatnya itu dengan kesal. "Daripada ngomong gak jelas gini, mending gue bantuin Aera." setelah itu, Soobin berlari menghampiri Hyunjin dan Aera. Yeonjun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kadang gue suka bingung, yang gak jelas itu gue apa dia, ya?" sambil bergumam, dia menyusul Soobin dan menariknya menjauh dari Hyunjin.
****
Hwang Hyunjin,
Ganteng banget!!! //pingsan
Han Sohee pict!
__ADS_1
Cantik banget astagaa..