Autumn Love—Choi Soobin

Autumn Love—Choi Soobin
Ep. 1 Murid Baru


__ADS_3

"Ryujin!!!" panggil Aera riang. Shin Ryujin menoleh. Dia tersenyum dan menghentikan langkahnya agar Aera bisa mensejajarkan langkah mereka.



"Kenapa?" tanya Ryujin. Aera nyengir dan memukuli bahu Ryujin. Ryujin yang sedikit kesal, tertawa. "Apaan, sih??" cetusnya.


Namun, Aera hanya menggeleng. "Ryujin, kamu sudah nyelesaiin PR dari pak Sehun?" tanya Aera gelisah. Ryujin mengangguk. Dia langsung mengambil buku PR dari ranselnya saat mereka sudah sampai di kelas.



"Nih," ucap Ryujin sembari memberikan buku PR nya. Sontak, Kim Aera tersenyum senang. "Wahh, Gomawoo!!" ucap Aera senang. Ryujin mengangguk sebagai jawaban, dan mulai sibuk mengedit foto di ponselnya.


Sementara itu, Aera sibuk menyalin tugas milik Ryujin di buku miliknya. Tak lama kemudian, bel tanda pelajaran akan dimulai berbunyi nyaring. Sontak, hal itu membuat semua orang dikelas langsung menghambur ke bangkunya masing-masing.


Oh Sehun masuk ke kelas, dan menimbulkan seruan tertahan dari semua siswa-siswi di kelas itu. Sehun mengenakan seragam rapi, apa sebabnya?


Mudah, murid baru dengan paras rupawan dan tubuh hampir dua meter itu berdiri tegak di samping guru mereka. Semua siswi di kelas itu berbisik-bisik, mengomentari kedatangan si murid baru.



Kim Aera yang sudah menyalin tugas menyenggol lengan Ryujin. Ryujin melotot padanya. "Apaan, sih??"

__ADS_1


"Kayaknya, dia bakal jadi idola kelas kita," bisik Aera di telinga Ryujin. Ryujin yang merasa telinganya tergelitik, mendorong wajah Aera menjauh. "Terus kenapa emang?" tanyanya belum paham. Aera menghela napas.


"Kelas kita bakal jadi rame, kayak yang di novel-novel itu!!" ucap Aera horor. Seketika, Ryujin mendelik. "Dia kelihatannya tidak begitu. Setidaknya..?"


Pria itu mengangguk sopan, lalu tersenyum, membuat kedua lesung pipinya tercetak jelas. "Selamat pagi. Nama saya Choi Soobin. Mulai hari ini, saya akan menjadi murid sekolah ini. Salam kenal!!" ucapnya ramah.


Seketika itu juga, semua cewek di sekitar Aera berseru tertahan, mengabaikan keberadaan Sehun. Sehun tertawa.



"Nah, Soobin, kamu bisa duduk di sebelah Choi Yeonjun. Yeonjun, bisa angkat tangan?"



Terdengar seruan tertahan dari Jiyeon saat Soobin melewatinya dan tak sengaja bertemu pandang, lalu Soobin dengan ramah melemparkan senyum. Jiyeon berteriak pelan dan Soobin terlompat kaget, ekspresinya jauh berbeda dengan raut wajah saat ia memperkenalkan diri.


"Untung gak ada yang liat!" batinnya bersyukur. Lalu langsung duduk dengan Yeonjun yang dengan akrab menyapanya.


Sementara itu, Ryujin mengepalkan tangannya tanda bahwa ia membenci murid baru itu. Sedang Aera sibuk menahan tawa karena ekspresi kaget yang dibuat Soobin saat ia mendengar teriakan pelan siswi didekatnya. Ekspresinya, sangat bertolak belakang dengan auranya!


"Nah, mari kita mulai pelajarannya. Kumpulkan buku PR kalian..." Sehun kemudian langsung memimpin pelajaran di kelas.

__ADS_1


***


"Ngapain lo disini?" tanya Aera sedikit dingin. Ryujin yang ngambek tidak ikut campur. Sejak bel tanda istirahat berbunyi, mereka langsung ke kantin.



Sialnya, kantin nyaris penuh, sehingga mau tak mau Soobin yang datang agak lambat kebingungan dan akhirnya memilih makan bersama mereka.


Keadaan menjadi canggung dan Aera membencinya. Ryujin yang awalnya cuek jadi gelisah. "Ra, usir Soobin, dong!!" bisik Ryujin tepat di telinga Aera.


Sementara itu, Soobin sibuk menghabiskan berbagai macam roti yang dibelinya di minimarket depan sekolah.


"Gak sopan, Ryu!!" balas Aera berbisik. Ryujin tambah badmood. Dia menghabiskan makan siangnya dan memutuskan melanjutkan untuk mengedit foto di ponselnya.


Rupanya Soobin merasakan hal yang sama dengan Aera. Dia menyodorkan sebungkus roti selai keju. "Buat lo. Gue gak nerima penolakan." katanya. Aera dengan ragu menerimanya, namun saat tahu bahwa itu roti dengan selai keju, tanpa ragu dia langsung melahapnya.


Soobin agak terhibur melihat Aera yang begitu riang. Aera yang sadar sedang diperhatikan mendongak. "Kenapa? Gue kecantikan buat lo?" tanyanya ngaco. Mendengar itu, mau tak mau Soobin tertawa.


Itu membuat Ryujin agak lega. "Seenggaknya, Aera gak canggung." begitu batinnya. Aera menoleh dan tersenyum pada Ryujin. Ryujin terkekeh-kekeh.


"Lo bisa baca pikiran, ya?" tanya Ryujin. Aera menggeleng dan mendengus. "Tumben lo nggak jelas? Biasanya jelas, padat, dan singkat gitu." celetuk Aera.

__ADS_1


Soobin yang melihat keakraban kedua gadis itu tanpa sadar tersenyum. "Kim Aera, ya..? Cewek absurd yang satu sekolah sama gue itu bukan, ya?"


-♡


__ADS_2