Autumn Love—Choi Soobin

Autumn Love—Choi Soobin
Ep. 7 Labil


__ADS_3

Kim Aera duduk di bangku taman dekat rumahnya dengan wajah muram. Hening, namun tiba-tiba, dia mengacak-acak rambutnya dengan sebal.


Dia kembali diam tak bergerak. Lalu memutuskan untuk menelepon seseorang.


Dia mulai mengambil ponselnya, dan mencari kontak bernama Ryujin, lalu mulai menghubungi gadis itu.


Keadaan taman kecil itu lumayan ramai. Karena jam sore, orang-orang jadi memiliki waktu luang. Aera sering kesini sewaktu ia masih SD. Dia suka bermain disitu bersama Jin, Taehyung, dan alm. Ayah mereka.


Wajahnya berubah menjadi sendu saat mengingat almarhum ayahnya. Dia menengadah, lalu tersenyum, mengagumi kehebatan dirinya yang bisa bertahan melawati cobaan berat tiga tahun silam.


"Halo?"


Mendengar panggilan itu, Aera langsung tersadar dari lamunannya dan mulai menempelkan ponselnya pada telinga.


"Hoi." sapa Aera pendek. Terdengar suara helaan napas dari seberang sana.


"Kenapa lo? Nada suara lo kayak lain gitu." cemas Ryujin. Aera tersenyum tipis. "Gak pa-pa. Gue cuman keinget almarhum Papa gue." ujar Aera sendu.

__ADS_1


"... Jangan diinget kenangan buruknya. Inget, pas Papa lo pergi, ninggalin dunia ini, itu adalah saat paling membahagiakan Papa lo. Kenapa? Karena dia udah nuntasin tujuannya di dunia sebagai Ayah yang baik dari anak-anaknya, dan sebagai suami yang baik untuk istrinya."


Aera terdiam mendengar hal itu. Sebulir air mata tanpa sadar mengalir melintasi pipinya. "Tapi gue gak rela, Ryu." keluh Aera.


"Siapa juga yang rela orang tersayangnya diambil Tuhan? Gak ada, Ra. Jadi, mau gak mau, lo harus ikhlas nerima kepergian Papa lo yang mungkin bagi keluarga lo itu bener-bener nyakitin hati, tapi buat Papa lo, itu saat-saat paling hebat dan membahagiakan buat almarhum. Papa lo bakal sedih kalo ngeliat anak cewek satu-satunya gak bahagia karena dia." ucap Ryujin bijak.


Aera mengangguk walau menyadari Ryujin tak bisa melihat anggukannya. "Tumben lo bijak, Ryu." guraunya sambil tertawa tipis. Terdengar dengusan sebal oleh Ryujin.


"Btw, Ra. Lo nelpon gue ada apaan? Cuman buat ngehibur Lo?" tanya Ryujin. Aera terdiam, dia sedang berusaha mengingat-ingat kembali apa tujuannya menghubungi Ryujin.


"Oh! Itu, jadi tadi si Soobin nolongin gue di lobby rumah sakit. Soalnya, gue gak sengaja ketemu ama Hyunjin—"


****


"Bang Tae!!" panggil Aera di depan pintu kamar abang keduanya itu dengan sebuah hiasan bertuliskan nama lengkap Taehyung.


Ya, seusai berjam-jam mengobrol dengan Ryujin lewat ponsel, Aera memutuskan panggilan itu dan kembali ke rumah. Sejam setelah itu, terdengar suara yang lumayan akrab di telinga Aera.

__ADS_1


"Taehyung!! Kim Taehyung!! Adeknya bang Jin yang paling ganteng! Tapi bo'ong!!" panggil seseorang dengan lantang. Aera yang sedang membaca buku langsung berdiri dengan wajah masam.


Ibunya masih sibuk di dapur yang letaknya lumayan jauh dari pintu utama, jadi, Aera memutuskan untuk mengecek, siapa yang berani sekali berteriak-teriak di depan rumahnya itu.


Sebenarnya, ia menyukai teriakan yang menjelek-jelekkan abangnya yang suka sekali menjahilinya itu, tapi dia tidak suka pada orang yang suka sekali berteriak-teriak seperti orang gila itu.


Dia membuka pintu dan langsung berdecak sebal tepat sebelum orang menyebalkan itu berteriak, "Taehyung!! Anaknya tante—"


"Mama gue ada di dalem, dog." umpat Aera kesal. Ya, orang menyebalkan itu, tak lain dan tak bukan adalah Park Jimin!


Jimin spontan langsung menutup mulutnya, lalu nyengir lebar seperti orang tak punya dosa. Juga gak punya akhlak, batin Aera menimpali.


Jimin menyerahkan sebuah paper bag berwarna violet polos pada Aera. "Wihh, apaan, nih? Cantik amat paper bag-nya!" puji Aera. Namun, saat melihat isinya, dia berdecih sebal kembali.


"Gak usah sungkan. Cuman cireng ama buku tulis doang, kok." ujar Jimin usil, lalu langsung menerobos masuk. Aera mengelus dadanya dengan wajah kecut.


"Gak niat banget kalo ke rumah temen. Masa cireng, sih??" gumam Aera, namun tanpa sadar, tetap saja ia memakan cireng yang lumayan gurih dan lezat itu.

__ADS_1


-♡


__ADS_2