
Aera memanyunkan bibirnya. Dia kini sedang berdiri di lorong menuju pintu utama sekolah. Dia menatap nanar langit mendung.
"Harusnya tadi aku bawa payung." gumam Aera kesal. Ryujin tidak bersamanya. Ryujin pulang lebih dulu sebelum hujan turun. Sementara Aera yang tidak ada kegiatan di rumah memilih tinggal lebih lama di sekolah. Jadinya begini.
Terdengar suara ribut dari belakang. Aera mendengus kesal. Dia berbalik dan melihat Soobin dan beberapa cewek di belakangnya sedang berbicara dengan suara lantang. Lebih tepatnya hanya cewek-cewek itu. Soobin hanya terdiam dengan raut wajah kesal.
Aera tercenung melihatnya. Dia langsung berbalik dengan wajah merona. "Itu apa-apaan!? Dia lagi marah apa sok imut, ****?!" batinnya kesal.
Kembali terdengar keributan. Aera menoleh kebelakang dengan lambat. Ternyata, Jiyeon tak sengaja menumpahkan minumannya ke jaket yang dikenakan Soobin. Soobin diam saja, namun Aera bisa melihat bahwa Soobin sedang menahan emosinya dengan tersenyum.
"Bisa kalian pergi? Gue agak badmood soalnya." ucap Soobin dengan nada tak enak. Cewek yang mengelilinginya malah semakin mengerubunginya, bahkan hingga mereka mendekati posisi Aera.
Dughh!!
Aera terdorong. Dia hampir saja jatuh ke belakang jika Soobin tidak langsung mengenggam tangannya. Namun, itu tetap membuat Aera kebasahan.
"Tarik guee!! " jerit Aera. Soobin yang kaget langsung menarik Aera agar terhindar dari hujan. Dia hendak meminjami jaketnya, namun jaketnya sudah kotor, karena Jiyeon.
Aera mengigil kedinginan. Dia mengambil sebuah selendang tipis dari tasnya untuk sedikit menghangatkannya.
Soobin menatapnya dengan menyesal, sedang gerombolan cewek dan Jiyeon mendelik kesal pada Aera. Aera balas memelototi mereka.
__ADS_1
Untungnya, mobil keluarga Kim datang. Seokjin sendiri yang menyetir. Dia nyengir heboh, namun raut wajahnya menjadi tenang saat melihat ada banyak siswa dan siswi di dekat Aera.
"Aera!!" panggil Jin. Aera mendengus. "Mati lo entar di tangan gue." Aera berucap sinis pada Soobin, sambil melakukan gerakan sedang menggorok lehernya sendiri. Soobin menelan ludahnya dengan agak ngeri.
"Kamu kenapa? Kok basah gitu?" tanya Jin saat Aera sudah duduk disebelahnya. Aera melirik abangnya yang penasaran itu. "Abis jatuh dari laut," dia menjawab asal.
"Ish, mana ada laut disini? Kamu pasti kehujanan. Ngaku aja kenapa, sih?" Seokjin berucap sambil menatap lurus ke arah jalanan.
"Udah tau, nanya." gumam Aera. Seokjin menoleh sekilas. "Kamu bilang apa?" tanyanya kaget. Aera menoleh dan memasang wajah polos.
"Bang, Bang Tae udah pulang duluan, ya? Kok gak bareng?" tanya Aera. Jin mengangguk. "Dia sih udah pulang, lagi kerja kelompok di rumahnya Jimin." ujar Jin. Aera ber-oh paham.
"Bang," panggil Aera lagi. Jin berdeham sabar. "Bunuh orang dosa gak sih?" Jin langsung terbatuk-batuk. "Ya ampun, Ra! Kamu mau bunuh orang??"
Aera memanyunkan bibirnya. "Kenapa? Krang sadis, ya Bang?" tanya Aera polos. Jin berteriak frustasi, capek menghadapi adiknya yang absurd ini.
"Aeraaaaa!!!"
"Iya, bang, HADIRR!! AERA CUMAN BERCANDAA!!"
Dan selanjutnya, Jin sibuk mengomeli Aera.
***
__ADS_1
Pukul 20.13
"Ryujin!!!" pekik Aera dalam kamarnya. Dia menempelkan ponselnya pada telinga kanannya.
"Ish, Ra!! Kaget gue!" Ryujin berdecak pelan. Aera terkekeh, sibuk membayangkan raut wajah sahabatnya itu.
"Ryu, lo bener. Soobin itu ganteng-ganteng ngeselin!! Menara Eiffel berjalan emang!" keluh Aera. Ryujin tertawa kecil mendengarnya.
"Istilah lo terlalu elite. Tiang listrik berjalan aja. Kurang tinggi gak tuh?" Ryujin meralat. Namun, sebelum sempat membalas, pintu kamar Aera terbuka lebar.
Taehyung yang sudah berpiyama menatap adiknya kesal. "Lo, ya!! Punya pacar gak bilang-bilang!"
Aera mengernyit. "Ngomong apa lo? Gue masih jomblo, ya. Enak aja." Taehyung berkacak pinggang. "Ganteng sih. Dia nungguin di bawah." Setelah itu, Taehyung langsung menghambur turun. Aera bergumam kesal.
"Ra, jangan-jangan si Ubin." Ucap Ryujin yang masih tersambung dengan Aera. Aera yang mendengarnya langsung buru-buru turun. Dan benarlah, Soobin tengah asyik berbincang dengan ibunya.
Jeongyeon tersenyum. "Anak Mama pinter banget cari suami." ucapnya. Soobin tersenyum pada Aera. Sementara itu, Aera kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Ryujin.
"Siap-siap. Besok kita perang, Ryu."
"Okee!!"
-♡
__ADS_1