
Keesokan Paginya
.
.
.
Tara bangun menyambut Pagi dengan senyumnya sambil melihat Jam Menunjukan Pukul 08.00 WIB.
Saat Tara Hendak Kekamar Mandi, Terdengar Bunyi Pesan.
"Ting !! .. " Tara Melihat dan Membaca Isi Pesan nya tersebut.
Ternyata Pesan Grup dari ketiga sahabatnya.
πGeng Curut
Sara : Bosen Nih, Jalan Yuk, Hari Minggu Masa Di Rumah doang Gak Asik
Tan : Ayuk , Gue juga Bosen Nih Gak Tau Mau Ngapain Di Rumah doang. Tadi Sih Gue Nyoba Ngepel Laintai, Gua liatin Si Bibi Gamlang Banget Kan Ngepel, Jadi gue ikutan Nyoba Gitu, Jadi Gue suruh Si Bibi Selesain yang lain. Pas Gue Udah Selesai Ngepel Bulanya Ibu Gue Nambahin uang Janjan Malah Kena Damprat.
Tara : Kok Bisa? Knp?
Tan : Orang Rumah Katanya Pada Kepleset semua, Terus Gue Bilan Emang Salah Tan Gitu? Kan Gue Nanya Eh Ibu Gue Malah Kaya Penyanyi Roker Gede Banget Ngomong nya Sambil Marah-marah, Gue Langsung Lari ajah Kekamar Nyelamati Pendengan Gue, Bisa Budek Nanti gue Kalo Terus Dengerin Mama Gue konser.
Sara : ππ Elu sih Nyari Ulah ajah , Udah Tau gak bisa ngepel Juga Sok Sokan Lu Tan.
Ananya : Sama Gue Juga Abis di Omelin Nyokap Gue.
Tan : Lah Emang Lu Buat Ulah Apa??
Elukan Anaknya Pendiem ? Jangan bilang Hobi lo kaya Mama Gue? Penyanyi Roker π
Ananya : Rese lo, buka ini lebih Para masih mending Penyanyi Roker.
Gini Ceritanya , Guekan Niatnya Mau Makan Popcorn Jagung, Sekalian Baca Buku Biar Ada Temenya Gitu, Yaudah Gue Buat Deh Sendiri Di Dapur. Gue Gak Tau Gimana cara masaknya, Gue Masak Kaya Biasa Ajah, Gue Taro Di Penggorengan Kan , pas udah Panas Popcorn nya Pada Mental Mentalan , Gua Kan Takut Gue Matiin Kompornya, Tersus Gue Tinggalin Ajah Masih Pada Meletup Letup, Pas gue dateng lagi Dapur gua Udah Jadi Dapur Popcorn jagung, Mama gue Tau terus Gue di Omelin deh. Lu Pada Tau Sendiri Kan Nyokap Gue Kalo Marah Kaya aPa? Lebih Serim Dari Pada Orang Lagi Tauran. Sumpah Gak Lagi" dah Gue Buat Nyokap Gue Marah.
Sarah : Lu Bisa Gesrek Juga Yeh An π, Yaudah Jadi Pada Mau kemana Nih?
Tara : Gimana Kalo Kita Belaja Ajah, Abis Itu Makan , Selebihnya nanti di pikrin lagi kalo udah kepikiran π. Gimana?
Ananya : Ayok deh Boleh Juga Tuh, Sekalian Nyokap gue minta di beliin gincu π.
Sarah : 2IN
Tan : 3IN
.
.
Begitulah isi Percakapan Mereka Berempat.
Tak Terasa Saking Asiknya Mereka Berkirim Pesan Waktu Sudah Menunjukan Pukul 10.00 WIB . Tarapun Bersiap Siap Membersihkan diri dan Lekas Berdandan.
Tara Pun Sudah Siap,
Ini Istrasinya Ya π
.
.
.
Tara Turun dan Akan Pamit Dengan Kedua Orang Tuanya, Ternyata Para Sahabanya Sudah Menunggu Bersama Kedua Orang Tuanya.
"Lama Banget Tuan Putri" Kata Sara
"Tau Nih, Udah Kering Nih Nunggu" kata Tan
"Kamu Mau Keluar Sayang" kata sang Mama
Iya Ma, Tara Pamit Mau Jalan Ya Mah Pa" Katanya Sambil Menyalim Kedua Orang Tuanya.
"Iya Sayang Hati" Ya" Kata Mama Dan Papa Tara. Lalu Sahabat Tarapu Menyalim Tangan Kedua Orang Tua Tara dan berpamitan.
.
.
.
Samapinya Mereka di Tempat Tujuan , Tara dkk Tidak menyia"kan Waktu Meraka Pun Langsung Menuju Tempat Gaun, Saat Tara dkk berjalan, Tak Sengaja Menabrak Seorang Laki bertubuh Tinggi dan Gagah.
Hp Tara Terjatuh dan Tara Mengambilnya.
Peria Itupun Hanya Memandang Tara .
Saat Tara Ingin Mengucapkan Maaf Dan Melihat Pria Tersebut Betapa Kagetnya Tara
__ADS_1
"Ehhh π² , Kok Aku bisa Ketemu dia" Dalam hati Tara dan Lantas iapun Berdiri dari Posisi nya sekarang
"Maaf" Kata Tara Sambil Menatap Wajah Bram.
"...." Hening Bram Hanya memandangi wajah Tara
(**PoV Tara)
Nih Orang Kepaan Ngeliatinnya Begitu Banget? Jangan" Dia Masih Marah Gara" Waktu di Mall Itu? Harusnya Kan Gue Yang Masih Sebel Kenapa Dia?
(PoV Bram)
Di liat" Dia Cantik Juga Ya? Liat Bibirnya Yang sexsi Pengen Gue Cium Ajah Tuh Bibir. Mantanya Juga Sangat Indah,
Gue Lagi Kenapa sih ? Masa ia Gua Jatuh Cinta Sama ini Perempuan**?
Itulah isi pikiran dari masing" Mereka Berdua yang bertolak belakang π.
Lamunanpun Terbuyarkan Karena Sarah Dkk Mendekati Tara dan Bram.
"Bukannya ini Cowok Yang Waktu Itu Kan Tar" Kata ketiga sahabatnya, lalu mereka memandang Bran dan Tara bergantian Sambil Memansang senyum Merekah.
Tara Tak Memperdulukan Tatapan dari sahabatnya pun Kembali Menatap Bram.
"Maaf Ya? Tadi Saya Buru" Enggak perhatiin sekeliling."
"Saya Bakal Maafin Kamu Asal..." Kata Bram yang menggantung omongannya.
"Asal Apa?" Kata Tara Yang Memasang Wajah Bingung.
"Kamu Mau Ajak Saya Dinner dan Kita Tukeran No Handphone" Kata Bram Dengan Senyum Manisnya.
Tara Tak Langsung Menjawab Permintaan Bram, Ia Masih Memikirkan Kembali, Tak Berselang Lama Akhirnya Tarapun Menerima Permintaan Bram, Dan Mereka bertukar Kontak Handphone,
.
.
.
.
Setibanya Tara di Rumah.
Saat Tara Memasuki Rumah , Tara Melihat Papa dan Mamanya Sudah Rapih Dan Melihat Koper Di sebelah Papanya.
"Ini Sayang Mama Nemenin Papa Buat Lihat Cabang Perusahaan Kita Di Luar Negeri" Kata Sinta Yang Mengecup Kening Sang Anak.
"Kok Mendadak? Gak Ngasih Tau Tara Tiba" Mama Papa Udah Pada Rapih" Katany Sambil Memonyongkan Bibinya.
"Hehe..Maafin Mama sayang, Mama Lupa" katanya Sambil Tersenyum
"Kapan Papa sama Mama Balik" Kata Tara Yang Tengah Memeluk Sang Mama.
"Yaampun Sayang Baru Mau Jalan Udah di Tanyaain Balik" Kata Sinta
"Lagian Selesai Papa dan Mama melihat cabang Perusahaan , Papa Mau Bawa Mamamu Honeymoon" Kata Sang Papa yang Ikut Memeluk Sang Istri.
Saat Tara Hendak Marah, Papa Tara Pergi Menggendong sang Istri.
"Papahhh!!!!" Teriak Tara Yang Menyusul Papanya.
Terima Enggaknya Tara Tidak Bisa Memaksa Sang Papa Untu Tidak Membawa sang Mama.
"Dasar Dara Tua" Kata Tara untuk sang Papa.
"Kok Dara Tua? Bukan Dara Muda, Papa kan Masih Mudah , ia Gak Mah" Kata Sang Suwami yang Mengedipkan Matanya Ke sang Istri. Sinta pun Hanya tersenyum Malu Dengan Kelakuan Suwaminya ini.
"Aduhh .. Berasa Obat Nyamuk" Kata Tara
"Yaudah Mama sama Papa Hati" yah,Jangan Lupa Kabarin Tara Yah Mah Pah Kalau sudah sampai" Katanya Kembali Sambil Mencium Pipi Sang Papa dan Mama sebelum Mereka Masuk Kedalan Mobil.
"Iya sayang Nanti Mama Kabarin, Kamu juga baik" dirumah , Kalau Mau Keluar Boleh Tapi Inget Waktu Jangan Balik Terlalu Larut Malam" Kata sinta yang sudah di dalam mobil.
Selang Kepergian Orang Tua Tara.
Tara pun Bersiap untuk acara Hari Ini Yaitu Pergi Dinner Dengan Bram.
.
.
.
.
Tara Yang sudah siap Mendengar Suara Klakson Mobil Di depan Rumahnya, Tara dan Bram Memang sudah membuat Janji untuk Bertemu di depan Rumah Tara.
.
.
__ADS_1
Tara Keluar Dari Rumahnya Dan Mendekati Bram Yang Tengan Berdiri didepan Mobilnya. Saat Tara Berjalan Mendekatinya, Bram di buat Kagum Dengan Kecantika Tara.
Busan Yang Tengah dikenakan Bram dan Tara, Oh iya Tokoh Cowoknya aku ganti ya? sama nama Tokohnya Juga , yang Selumnya Bram Roshan Dan Sekarang Bram Sidharth Malhotra.
LANJUTT...γγγ
Tara Dan Bram Melaju Menujut Tempat Yang Sudah Di Persiapkan Oleh Bram.
Sesampainya Tara Di Sana, Bram Menutup Keduan Mata Tara dan Menuntun Tara Ketempat Yang Terlah Di Persiapkan.
Saat Bram Melepaskan telapak Tangan Yang menutup Mata Tara.
Tara Membuka Matanya Perlahan, Dan Tersenyum Melihat Tempat Yang Telah Bram Persiapkan Untuknya.
Bram Menari Kursi Dan Mempersilahkan Tara untuk Duduk.
Hidangan Pun Datang , Mereka Menikmati Hidangan Dan Waktu Mereka Berdua Saat ini.
.
.
.
Bram Memegang Tangan Tara Dan Memasangkan Cici Di Jari Manis Tara.
"Aku Tau Ini Mungkin Terlalu Cepat, Tapi Biarkan Cicin Ini Tetap di Jari Manis Kamu Sampai Perasaan Kamu Yakin, Jika Tiba Waktunya, Dan Hati Kamu Bukan Untuk Ku, Maka Lepaskanlah Cicin Ini , Tapi Jika Sebaliknya Kamu Memiliki Perasaan yang Sama Dengan ku, Ciumlah Cicin ini" Kata Bram yang Menggenggam Tangan Tara.
Tara Yang Mendengan Perkataan Bram Hanya Tersenyum Dan Menganggukan Kepalanya.
Dinner Malam Ini Telah Selesai, Bram Langsung Mengantarkan Tara Kembalik Kerumahnya.
Selama Perjalanan Tara Hanya memandangi Cici di Jari Manisnya, Begitu Dengan Bram Yang Sepanjang Perjalanan Mencuri curi Pandang Melihat Tara.
.
.
.
Sampainya Tara dan Bram di depan Rumah Tara.
Didalam Mobil,
"Makasih Untuk Dinnernya" kata Bram Yang memandang wajah Tara.
"Seharusnya Aku Yang Bilang Terimakasih Untuk Dinner nya, " kata Tara Yang Tersenyum menatap Bram
Tiba" Bram Mendekatkan Tubuhnya ke arah Tara.
Tara Yang Tau Bram Mendekat, Lantas menutup kedua Matanya, Bram yang melihatnya Tersenyum.
Terlintas di benak Bram Untuk Mengerjain Tara.
Bram Mendekati telinga Tara dan berkata.
"Apa Yang Kamu Pikirkan?"
Tarapun Membuka Matanya Dengan Wajah Yang Memerah.
"Apa Kamu Berharap Untuk Ku Cium?" tanya Bram Kembalik dengan Muka Polosnya,
Tara yang Malau Langsung Membuka Pintu Mobil Dan Berlari Masuk Kedalam Rumahnya.
Bram Hanya Tertawa di dalam mobil, dan berlalu Meninggalkan Rumah Tara.
.
.
.
.
.
.
.
Ceritanya sampai senih Dulu, Nanti akan di sambung kembali.
Apa Kalian Menikmati Alur Ceritanya?
Semoga Tidak Mengecewakan ya?
Jangan Lupa Selalu tinggalkan Jejakmu di setiap Membaca Karyaku dan janga Lupa Komen yang membangun dan memberi semanagat, Terimaksih ππ
__ADS_1