
Sedangkan Di Tempat Lain. Ahan Kini Tak Jau Berbeda Dengan Nara.
Aahan Tidak Ingin Semudah Itu Mencintai Untuk Yang Kedua Kalinya.
Dirinya Merasa Takut Jika Cintanya Akan Berakhir Seperti Cintanya Kepada Tara.
Ahan Berfikir Mana Mungkin Nara Juga Memiliki Perasaan Yang Sama Dengan Apa Yang Ahan Miliki.
Wanita Cantik Sepertinya Pasti Banyak Yang Menyukainya. Itu Yang Selalu Terlintas Di Benak Aahan.
"Huf" Aahan Menghebuskan Nafas Kasar Sambil Mengacak Acarak Rambutnya.
Dijatuhkannya Tubuh Aahan Di Atas Ranjang.
Meperlajari Cinta Lebih Sulit Dari Pada Mempelajari Fisika dan Matematika.
Dirinya Harus Tau Rumus Cinta Yang Benar, Setelah Rumus Di Temuka Dirinya Juga Harus Mencari Jawaban. Tetapi Terkadang Mendapatkan Rumus tepat Tatapi Mendapat Jawaban Yang Salah. Mendapat Jawaban Yang Salah Tetapi Mendapat Rumus Yang Tepat. Tak Seperti Matematikan Dan Fisiki. Sudah Ada Rumus Yang Telah Di tentukan dan Sudah Pasti mendalat jawaban yang Tepat.
Saat Tengah Sibuk Dalam Fikirannya Sendiri. Aldo Mendengar Suara Nada Teleponnya
Nada deringpun Terhenti Ahan Segera mengambil Teleponnya. Dilihatnya Ternyata Nara Yang Telah Menghubungi Dirinya.
"Mengapa Nara Menelponku?" Bingun Aahan.
Aahan Menunggu Nara menghubunginya Kembali. Entah Kenapa Dirinya Merasakan Ketegangan.
Sedangkan DiDalam Kamar Nara. Wanita Itu Tengah Gelisa Lantaran Tak Sengaja Menghubungi Aahan.
"Aduh Bodoh Kamu Nara, Gimana Ini? Apa Aku Harus Mengirimnya Pesan Jika Aku Tak Sengaja Menghubunginya. Apa Dia Akan Percaya?" Ucap Nara Sambil Mengetik Pesan kemudia Menghapusnya Lalu mengetiknya kembali dan Menghapusnya Lagi Berukali terus menerus.
"Tau Ah, Masa Bodo. Nanti Sajah Difikirkkan, Otak Ku Terlalu Lelah Butuh Istirahat" Ucap Nara Merebahkan Tubuhnya Di Atas Ranjang.
Nara tertidur Sambi Mendengarkan Lagu Yang Berisikan Isi Hatinya Saat Ini.
🎧🎵🎧🎵
🎶Malam sunyi ku impikanmu
__ADS_1
Ku lukiskan kita bersama
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun selalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu
Telah ku nyanyikan alunan-alunan senduku
Telah ku bisikkan cerita-cerita gelapku
T'lah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu
Telah ku nyanyikan alunan-alunan senduku
Telah ku bisikkan cerita-cerita gelapku
Telah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
__ADS_1
Dengar simfoniku
Simfoni hanya untukmu...
Telah ku nyanyikan alunan-alunan senduku
Telah ku bisikkan cerita-cerita gelapku
Telah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Telah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu🎶
Alunan demi Alunan Lagu Nara Dengarkan Sampai Nara Tertidur Lelap Lagu Terus Berputar.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Pagi Hari Datang Di Sapa Senyum Manis Nara Yang Mereka.
Walau Hati Nara Mendung Tetapi Sebisa Mungkin Nara Menutupnya Dengan Senyum Di Wajahnya. Memasang Wajah Yang Cerah Bagikan Sinar Mentari Dipagi Hari.
Baginya Tak Semua Perlu Diperlihatkan. Ada Kalanya Kesedihan harus Ditutupi dengan Senyum Hangat. Bagi Nara Hal Ini Sudah Terbiasa Ia Lakukan Sebelum Dirinya Bertemu Dengan Aahan. Dengan Menutupinya Orang Lain Akan Melihat Bahwa Dia Hidup Dengan Baik dan Tidak Membuat Cemas Orang Disekitarnya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Samapi Jumpa 👋