Awal Hidup Baru

Awal Hidup Baru
27. Cinta


__ADS_3

Sedangkan Di Tempat Lain. Ahan Kini Tak Jau Berbeda Dengan Nara.


Aahan Tidak Ingin Semudah Itu Mencintai Untuk Yang Kedua Kalinya.


Dirinya Merasa Takut Jika Cintanya Akan Berakhir Seperti Cintanya Kepada Tara.


Ahan Berfikir Mana Mungkin Nara Juga Memiliki Perasaan Yang Sama Dengan Apa Yang Ahan Miliki.


Wanita Cantik Sepertinya Pasti Banyak Yang Menyukainya. Itu Yang Selalu Terlintas Di Benak Aahan.


"Huf" Aahan Menghebuskan Nafas Kasar Sambil Mengacak Acarak Rambutnya.


Dijatuhkannya Tubuh Aahan Di Atas Ranjang.


Meperlajari Cinta Lebih Sulit Dari Pada Mempelajari Fisika dan Matematika.


Dirinya Harus Tau Rumus Cinta Yang Benar, Setelah Rumus Di Temuka Dirinya Juga Harus Mencari Jawaban. Tetapi Terkadang Mendapatkan Rumus tepat Tatapi Mendapat Jawaban Yang Salah. Mendapat Jawaban Yang Salah Tetapi Mendapat Rumus Yang Tepat. Tak Seperti Matematikan Dan Fisiki. Sudah Ada Rumus Yang Telah Di tentukan dan Sudah Pasti mendalat jawaban yang Tepat.


Saat Tengah Sibuk Dalam Fikirannya Sendiri. Aldo Mendengar Suara Nada Teleponnya


Nada deringpun Terhenti Ahan Segera mengambil Teleponnya. Dilihatnya Ternyata Nara Yang Telah Menghubungi Dirinya.


"Mengapa Nara Menelponku?" Bingun Aahan.


Aahan Menunggu Nara menghubunginya Kembali. Entah Kenapa Dirinya Merasakan Ketegangan.


Sedangkan DiDalam Kamar Nara. Wanita Itu Tengah Gelisa Lantaran Tak Sengaja Menghubungi Aahan.


"Aduh Bodoh Kamu Nara, Gimana Ini? Apa Aku Harus Mengirimnya Pesan Jika Aku Tak Sengaja Menghubunginya. Apa Dia Akan Percaya?" Ucap Nara Sambil Mengetik Pesan kemudia Menghapusnya Lalu mengetiknya kembali dan Menghapusnya Lagi Berukali terus menerus.


"Tau Ah, Masa Bodo. Nanti Sajah Difikirkkan, Otak Ku Terlalu Lelah Butuh Istirahat" Ucap Nara Merebahkan Tubuhnya Di Atas Ranjang.


Nara tertidur Sambi Mendengarkan Lagu Yang Berisikan Isi Hatinya Saat Ini.


🎧🎵🎧🎵


🎶Malam sunyi ku impikanmu

__ADS_1


Ku lukiskan kita bersama


Namun selalu aku bertanya


Adakah aku di mimpimu


Di hatiku terukir namamu


Cinta rindu beradu satu


Namun selalu aku bertanya


Adakah aku di hatimu


Telah ku nyanyikan alunan-alunan senduku


Telah ku bisikkan cerita-cerita gelapku


T'lah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku


Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu


Kan ku beri kau segalanya


Namun tak henti aku bertanya


Adakah aku di rindumu


Telah ku nyanyikan alunan-alunan senduku


Telah ku bisikkan cerita-cerita gelapku


Telah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku


Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu


Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku

__ADS_1


Dengar simfoniku


Simfoni hanya untukmu...


Telah ku nyanyikan alunan-alunan senduku


Telah ku bisikkan cerita-cerita gelapku


Telah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku


Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu


Telah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku


Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu🎶


Alunan demi Alunan Lagu Nara Dengarkan Sampai Nara Tertidur Lelap Lagu Terus Berputar.


〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰


Pagi Hari Datang Di Sapa Senyum Manis Nara Yang Mereka.


Walau Hati Nara Mendung Tetapi Sebisa Mungkin Nara Menutupnya Dengan Senyum Di Wajahnya. Memasang Wajah Yang Cerah Bagikan Sinar Mentari Dipagi Hari.


Baginya Tak Semua Perlu Diperlihatkan. Ada Kalanya Kesedihan harus Ditutupi dengan Senyum Hangat. Bagi Nara Hal Ini Sudah Terbiasa Ia Lakukan Sebelum Dirinya Bertemu Dengan Aahan. Dengan Menutupinya Orang Lain Akan Melihat Bahwa Dia Hidup Dengan Baik dan Tidak Membuat Cemas Orang Disekitarnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Samapi Jumpa 👋


__ADS_2