
Waktupun terus berjalan, selama peristiwa yangtelah terjadi, Tara selalu menghindari Aahan untuk tidak terlalu banyak melakukan interaksi, setiap Aahan mendekatinya.
Tara tidak benci dengan Aahan tapi dia hanya mengindari Aahan agar Tika dkk tidak mencari masalah dengannya, tapi Tara sebenarnya tidak enak hati menghindari Aahan karena bukan kesalahan dia sepenuhnya juga, tapi aku cuman sebel saja dengan para fans fanatiknya yang selalu menyalah artikan kedekatan kami berdua.
Bayangkan aja hanya kami bertegur sapa saja semua wanita di kampus mengatakan aku wanita penggoda perebus cowok orang? Apakah Aahan pacar mereka semua? Sebenernya siapa sih yang sakit jiwa? Jadi bingung sendiri ini itu kampus apa perkumpulan cewek sinting sih.๐ฌ
Saat Tara tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, terdengan bunyi pesan masuk
Tara mengambi HP nya di sana tertera atas Nama Ahan, Tara membuka dan membaca isi pesan dari Aahan.
๐ Aahan
"Tara Apa kabar?"
Tara mengerutkan alisnya, dalam hati Tara , Apaan sih basi banget tiap harikan ketemu juga di kampus.๐ก
Aahan tau pesannya telah di baca oleh Tara dan kembali mengirim pesan.
Tara yang hendak membalas pesan Aahan pun mendapatkan 1 pesan baru.
๐Aahan
"Tara sebenernya gue mau nanya nih, soal yang waktu itu lo. Apa lo ada waktu malam minggu ini?"
"Sebenernya gue mau nanya kemarin tapi kayanya gue ngerasa lu mengindari gue? Apa gue buat salah sama lu Tara?"
Tara yang membaca pesan Ahaan dibuat pusing lantara Tara belum sempat meminta izin dengan orang tuanya.
"Gimana ini? Aku harus bales apa?" dalam hati Tara bingung.
Aahan yang menunggu balasan pesan dari Tara dibuat gelisah, bagaimana kalau Tara menolak ajakannya, apalagi setelah Tika membuat ulah dengan Tara.
"Kenapa Tara Lama Banget Bales Pesan Gue, Bales Dong Tara, " Kata Aahan Yang Terus mnegang telepon genggamnya.
Tara yang bingun , akhirnya hanya membaca pesan Aahan dan pergi untuk menemui kedua orang tuanya,
.
.
.
Tara menghampiri Mama dan Papanya yang tengah asik menonton TV .
"Mah, pah." panggil Tara yang menghampiri orang tuanya dan duduk di samping mamanya.
Mama dan Papa Tara menengokan wajahnya ke Tara.
"Taumben turun ? Ganggu Papa aja lagi manja manjaan sama Mama kamu." kata sang Papa sambil merangkul pinggang Istrinya.
Sinta Yang Malu Dengan kelakuan Suwaminya , Menyubit Perut sang Suwami.
__ADS_1
Ya Ampun Apakah Papa Dan Mama sedang Mengalami Puber Kedua ? " Dalam hati Tara sambil Memggelengkan Kepalanya.
MaMa cubi-cubit perut Papa, Genit banget Mama sama Papa, " sambil ngecup kening sang istri.
Sinta jadi kesel dengan sang suwami yang tidak mengerti maksud nya.
Tara yang tidak kuat jika terlalu menjadi obat nyamuk dari kemesraan sang Papa, langsung berbicara maksud tujuannya,
"Tara mau minta izin sama Mama Papa , Tara mau Keluar Jalan Sama Temen Tara ," katanya dengan mantap
"Kamu mau jalan sama Teman kmu itu si tiga serangkai, " kata sang Papa
"Kalau dengan Mereka Papa izinin kamu jalan , Sekalian suruh teman kmu itu main kesini, sudah lama Mereka enggak kesini" kata sang papa lagi,
Tara yang mendengar perkataan sang Papah jadi ragu ,
"Bukan Pah Tara Pergi Keluar sama Aa..Han" katanya dena ragu
"Temen aperempuan kamu yang Baru di kampus? " Kata sang Papa yang tangannya bergerangan menciumin tangan sang Istri
Ya Ampun sih Papa Pobia apa sama Laki"atau apa sih, emang didunia ini hanya ada perempuan? Anak mu ini bukan kuliat di tempat khusus permpuan Pah " dalam hati Tara yang kesal dengan sang papa
"Ahan itu Laki-laki Pah, " kata tara yang sebal dengan si Papanya, masih ajah bermestraan.
"Apahhh... No No No , Papah enggak izinin kmu keluar sama cowok, Kmu harus fokus dengan kuliah kmu" kata sang Papa yang memasang muka seperti singan kelaparan.
"Papa kok gitu sih sama Anak kita, dia kan cuman jalan Pah , Lagian Hanya teman pah, ia kan sayang ?" kata sang mama
Karena Tara bukalah perempuan yang mudah jatuh cinta hanya karna pandangan pertama, karena menurutnya dengan adanya Papa dan Mama serta Sahabatnya yang selalu ada buat nya sudah lebih dari cukum untuknya sekarang.
Tapi Tidak dengan Aahan yang Menggap ini Kencan Pertamanya dengab Tara.
Kembali Lagi kesang Papa,
"Sekali Papa bilang enggak tetep enggak boleh," katanya sang papa yang kini tengan duduk serius menatap sang Anak.
Sinta Pun berdiri dan menggandeng Tangan Sang Anak,
"Udah kamu Jalan ajah sayang, Biar Papa Mama yang ngurus," kata sinta yang melitah sang suwami dengan dingin, sang suwami yang meliat wajah sang papa pun ciut.
Karena kalo Sinta sudah berbicara tidak ada yang berani melawan termaksuk sang Suwami.
"Seperti anak kucing." dalam hati Tara yang melihat wajah papanya. ๐
Tapi Tak berselang Lama Wajah sang Papa kembali melotot melihat Tara yang tengan Menahan Tawanya, Tara yang melihat sang Papa dengan Memperhatikannya langsung menciun pipi sang Mama.
"Makasih mah." kata Tara yang langsung berlali meninggalkan sang papa yang terus melihatnya.
.
.
__ADS_1
Tara yang mendapat kan izin , yah walau dari setengah pihak , membalas pesan Aahan.
Ting..!! " bunyi pesan hp Ahan.
Aahan yang memang sedari tadi menunggu pesan Tara , Samil memeluk gulingnya
Seperti anak perempuan yang menunggu pesan kekasih prianya.
Aahan yang melihat siapa yang mengiriminya pesan atas nama Tara ku sayang, begitulah Nama kontak di HP Aahan.
๐Tara Ku Sayang
Hay.. aku mau kasih Tau Kalo Besok Kita bisa Jalan, maaf ya lama soalnya tadi aku minta izin dulu sama Mama Papa.
Begitulah isi pesan Yang Tara kirim untuk Aahan.
Aahan yang membaca pesan Tara pun loncat kesan kemari sambil menari-nari, saat tengah asik Aahan yang tidak memperhatikan Bahwa mamanya sedari tadi melihat tingkah laku sang anak.
"Aahan kamu Kesambet apa sayang " begitulah kata sang mama yang memasang wajah cemas melihat tingkah laku sang anak.
Aahan yang tak menyadari sang kedang sang mama, Memeluk sang Mama dan mencium pipinya,
"Hehe.. Aahan lagi seneng mah, cewek yang Aahna suka, Mau di ajak jalan" katanya sambil senyum senyum manis.
Sang Mama Hanya Geleng Kepala dengan kelakuan Putranya yang satu ini.
"Yaudah kmu tidur sana jangan loncat-loncatan kaya tadi, kaya Oarang Hutan ajah" kata sang mama yang belalu pergi meninggalkan sang anak.
"Cih si Mama gak bisa liat anaknya seneng" katanya sambil terus mandang pesan dari Tara dan tertidur,
Begitupun dengan Tara sehabis membalas pesan Aahan,Tara lekas untuk tidur.
.
.
.
.
.
.
Terus baca karya ku jangan bosen yah.๐
Tinggalkan terus jejaka kalian di setiap membaca cerita ku ๐ dan komennya
Terikasih ๐
...๐ฅSaampai jumpa๐ฅ...
__ADS_1