
Di Tempat Lain Saat Malam Hari Bram Tengah Berkumpul Bersama Ayah Dan Ibunya.
Niat Bram Ingin Membahas Tentang Hubungannya Dan Tara.
"Ayah,, Ibu. Sebenarnya Ada Yang Ingin Bram Sampaikan" Ucap Aahan Menatap Ayah Dan Ibunya.
Sang Ibu Melirik Sang Suawami Yang dilirik Hanya Menaikan Bahu Tidak Tahu Apaun.
"Aahan Ingin Meminta Restu Ayah Dan Ibu Intuk Menikahi Tara" Sahut Bram Kembali.
" Apa? Menikah? Dengan Tara? Ucap Sang Ibu Memastikan Omongan Sang Anak.
"Ia Bu, Bram Ingin Menikahi Dengan Tara Makanya Bram Minta Restu Ibu Sama Ayah" Ucap Bram.
"Bagaimana Dengan Tara ? Apa Kamu Sudah Bahas Ini Sebelumnya?" Tanya Sang Ayah.
"Sudah Yah, Bram Juga Sudah Bahas Ini Dengan Orang Tua Tara Terlebih Dahulu." Ucap Bram Mantap.
"Yasudah Jika Itu Keputusan Mu, Ayah Dan Ibu Setujuh Bila Kau Ingin Segera Menikakan Tara, Dia Anak Yang Baik Dan Sopan" Ucap Sang Ayah.
"Akhirnya Kita Punya Menantu Yah, Ibu Gak Sabar Jadi Nenek" Ucap nya Dengan Senang.
Akhirnya Bram Membah Semua Bersama Kesua Oran Tuanya. Setelah Semua Sudah Bram Bicarakan Kepada Kedua Orang Tuanya Kini Bram Tengah Menghubungi Tara.
Saat Itu Tara Tengah Membasuh Wajanya, Tara Mendengan Dengering Telepon Di Dalam Kamar. Nara Bergegas Mengambil Handuk Mengusap Lembut Wajahnya. Lalu Mengangkat Telepon Yang ternya Panggilan Dari Bram.
"Halo, Bram Ada Apa?" Tanya Nara.
"Gini Aku Mau Ngasih Tahu Kamu Aku Sudah Bahas Mengenai Kita Dan Keinginan Aku Untuk Menikahi Kamu Kepada Kedua Orang Tua Ku. Dan Mereka Ingin Membahas Mengenai Tanggal Dan Segala Macam Persiapan Lainnya Bersama Orang Tua mu Dan Kamu, Dapatkah Kamu Bertanya? Kapan Ayah Dan Ibunya Kapa Kiranya Waktu Untuk Membahasnya?" Ucap Aahan Di Sebrang Sana.
"Oh, Ia Nanti Aku Tanyakan Ke Papa Dan Mama," Ucapnya
" Yasudah Selamat malam, semoga mimpiin aku" Ucapnya.
"Haha Apaan Sih, Gombal" ucapnya sambil Tertawa Renyah. Tidak lama Tara Kembali Bersuara.
"Bram" Panggil Tara.
" ia , ada Kenapa? Tanya Bram.
" Apa Kamu Yakin Ingin Hidup Bersama Ku? Bagaimana Setelah Kita Bersama Membuat Kamu Kecewa ? Dan Kamu Menemukan Wanita Lain Yang Ternyata Dia Yang Selama Ini Kamu Cari?" Tanya Tara Dengan Suara lirih.
"Tara Mungkin Sekarang Kamu Masih Ragu Dengan Kesugguhanku, Biarkan Waktu Yang Menjawab Kerasahan Hatimu Tara, Seiring Waktu Berjalan Jika Menurut mu Aku Tidak Baik, Tinggalkan Aku. Aku Tidak Akan Memaksa Mu Untuk Berada Disisiku, Yang Perlu Kau Tau Aku Sangat Mencintai, Percayalah Pada Ku Tara" Ucap Bram
"Ia, Aku Percaya, Maaf Aku Telah Ragu Dengan Cintamu, Aku Akan Melihat Kesungguhanmu Seiring Berjalannya Waktu, Semoga Kau Tak Mengecewakanku" Ucap Tara. Dan Mengakhiri Pembicaraan Mereka Berdua.
.
.
.
"Lihat Lah Tara Akan Ku Buktikan Pada Mu, Bahwa Aku Hanya MilikMu , Semua Ini Hanya Untuk Mu" Ucap Bram memandang Foto Tara.
Lalu Aahan Tidur Terlelap Memegangi Foto Tara.
Hari Pun Berganti Kini Pagi Telah Datang.
Seprti Biasanya Ahan Bagun Pagi, bersiap Ke Perusahaannya.
Saat Ini Bram Tengah Berada Di Dalam Ruanga Kantornya Ia Tengah Membaca Berkas Berkas Dan Mendatanganinya. Tiba tiba Terdengar Suara Ketukan.
__ADS_1
"Masuk" Ucap Aahan Yang Masih Fokus Dengan Berkas Berkasnya.
Seorang Pria Bertubuh Besar Berisi, Ia Adalah Ranveer Sekretaris Aahan.
"Maaf Pak, Ada Seorang Wanita Yang Membuat Kehebohan Di Luar, Memaksa Ingin Bertemu Dengan Anda Pak." Ucap Ranveer
"Tak Bisakah Kau Menanganinanya? Mengapa Mesti Aku Yang Mengurus Hal Ini? Usir Dia, Bila Perlu Kirim Dia Yang Jauh, Aku Tak Mau Ada Yang Menggangu KetenanganKu" Ucap Bram Dengan Suara Dinginnya. Untuknya Sekretaris Aahan Sudah Terbiasa Dengan Sikap Bram , Jika Itu Orang Lain Mungkin Ia Sudah Ketakutan Setang Mati.
"Baik Pak" Ucap Ranveer Beranjak Pergi.
.
.
.
.
Tak Terasa Sudah Sore Hari Waktunya Untuk Bram Menemui Tara. Sang Pujaan Hati Bram.
Saat Bram Keluar Dari Perusahaanya Tiba Tiba Ada Seorang Wanita Memeluk Bram Dari Arah Belakan Tubuhnya. Membuat Bram Reflek Membalikan Tubuhnya.
"Hay Sayang, Apa Kamu Kangen Aku?" Ucap Bella Wanita Yang Tergila gila Oleh Bram Yang Selalu Menyatakan Bahwa Dia Adalah Tunangan Bram.
Awalnya Bram Tidak Terlalu Menganggapi Nya, Namun Lama Kelamaan Bram Merasa Risih Dengan Kelakuan Wanita Ini, Memotretnya Tanpa Izin, Mengikutinya Setiap Bram Bertemu kelayen di luar Perusahaan, Apa Lagi Beberapa Hari yang Lalu Bram Tahu Bahwa Perempuan Ini Berniat Menculik Tara, Namun Niat Wanita Ini Telah Bram Gagalkan. Membuat Bram Menjadi Murka Dengannya, Sudah Cukup Kesabarannya Selama Ini.
Bram Menghempas Tangan Bella Dari Tubuhnya.
"Bram Kau Kasar Sekali Kepada Wanita" Ucap Bella Dengan Suara Manja Membelai Dada Bram.
Bram Yang Geram dan Muak Dengan Wanita Ini, Sungguh Menjijikan, Lalu Bram Mengcengkram Tangan Bella Kencang.
Membuat Bella Memekik Kesakitan.
Pergi Meninggalkan Bella Begitu Saja.
"Kita Lihat Sampai Kapan Kau Menolaku, Tidak Ada Satu Pria Pun Yang Tak Bisa Menjadi Milikku" Ucap Bela denga sombong Dan Pergi Berlalu.
.
.
.
Kini Bram Tengan Sangat Emosi, Jika Wanita Itu Sampai Ia melakukan Sesuatu Apalagi Menyakiti Orang Yang Ia Cintai Maka Tidak Ada Ampun Baginya, Walau Dia Memohon Sekalipun.
"Kumpulkan Semua Data Mengenai Dirinya, Kumpulkan Semua Haln Yang Dapat Membungkamnya Membuatnya Pergi Menjauh Dari Kehidupan Ku" Ucapnya Kepada Ranveer
"Baik Pak" Ucapnya.
Mobil Brampun Melaju Menuju Kampus Tara.
dret dret" Getar telepon Tara
Kini Telepon Tara Masih Mode Getar Karena Tara Baru Sajah Selesai Jam Kuliah.
"Hallo Aahan" Ucap Tara
" Halo Tara Aku Sudah Ada Di depan Kampus Kamu, Kamu Masih Ada di Kampus Kan?" Tanya Bram
"Ia Ini Baru Keluar Ruangan, Aku Segera Kesana" Ucap Tara Mematikan Teleponnya.
__ADS_1
Tak Lama Bram Melihat Tara Mendekat. Tara Langsung Masuk Kedalam Mobil Bram.
"Kamu Sudah Nunggu Lama Yah?" Tanya Tara.
"Enggak Saat Baru Sampai Aku Langsung Menghubungi Mu" Jawab Bram.
"ohh.., Terus Ini Kamu Mau Kerumah Aku Atau Cuman Mau Anter Aku pulang? Tanya Tara Kembali.
" Aku Cuman Anterin Kamu Balik, Salam Saja Untuk Mama Papa Kamu, Lain Kali Aku Mampir."Ucap Bram Mengusap Pucuk Kepala Tara.
" Humm.. Memang Aku Anak Kecil Apah? Aku Bisa Kok Pulang Sendiri" Ucapnya Dengan Cemberut.
Bram Hanya Tersenyum Tak Menjawab Ucapan Tara. Sebenarnya Ia Melakukan ini Juga Agar Tara Selalu Aman, Apa Lagi Bella Selalu Melakukan Segala Macam Cara Untuk Menculik Tara.
Sesampainya Mereka Di depan Kediaman Tara. Bram Mencium Kening Tara Sebelum Tara Keluar Dari Mobilnya.
"Hati Hati Kabari Aku Selalu, Jika Ada Sesuatu Segera Hubungi Aku" Ucap Bram.
"Kamu Lucu Banget, Aku Kan Di dalam Rumah Memang Apa Yang Akan Terjadi Di dalam Rumah" Ucap Tara tertawa Renyah.
"Pokoknya Ingat Selalu Kabari Aku, Hidupkan Selalu Teleponmu, Jika Aku menelpon atau Mengirim Pesan Cepat Angakat Dan Balas Terlepon ku, Mengerti? Ucap Bram Mecubit Gemas Hidung Tara.
"Oke Siap Pak" Ucap Nara Tersenyu Memberi Hormat Membuat Sekretaris Bram Menahan Tawanya.
"Sudah Sana" Ucap Bram
"Iya, Hati Hati Sayang" Ucap Tara tersipu malu Dan pergi Meninggalkan Bram.
Membuat Bram Memasang Senyum Di Wajahnya.
"hahaha" Tawa Ranveer Yang Tak Dapat Ia Tahan.
"Baru Kali Ini Saya Liat Anda Seperti Itu, Seperti Bukan Pak Bram Yang Saya kenal" Ucapnya Kembali Tetawa.
"Puass,, Sudah Puas ketawanya ? Keluar Kamu Dari Mobilku, Ambil Uang Pesangon Mu. Kalau Kau Masih Sajah InginTertawa. Jika Masih Ingin Bekerja Cepat Jalankan Mobilnya." Ucap Bram Menyilangkan Kedua Tangan Di Depan Dadanya.
Ranveer Yang Mendengar Hanya Menelan Ludahnya Ia Berhenti Tertawa Lalu Menjalankan Mobil sesuai Perintah Atasannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Selamat Membaca Semoga Terhibur, dukung terus Dengan Like , vote Dan Komennya 😊