
Di Tempat Lain Ada Seorang Pria Tengan Termenung Di Bawah Sinar Rembulan, Di Temani Suara Ombak Lauk, Disentuh Oleh Lembutnya Angin Laut.
Pria Itu Ialah Aahan, Ia Duduk Ditepi Pantai Sambil Menikmati Indahnya Nuansa Pantai Malam Ini.
Ahan Tengah Memikirkan Tara,Wanita Yang Ia Cintai. Aahan Tahu Tara Tengah Dekat Dengan Seorang Pria, Aahan Ingin Bertanya Siapa Pria Itu, Tapi Apalah Hak nya Untuk Menanyakan Siapa Dia Dan Melarangnya Dekat Dengan Pria Lain Selain Dirinya.
Apa Yang Harus Iya Lakukan ?
Bagaimana Ia Mengutarakan Isi Hatinya?
Bagaimana Jika Tara Menolaknya hingga Membuat Tara Menjauh Dari Dirinya?
Berbagai Macam Pertanyaan Di Benaknya Semua Terus Ia Fikirkan, Tangannya Meraih Sebuah Toples Kaca yang Ia Pegang dan Menerawangnya Ke Langit.
Betapa Indahnya di tambah dengan Bintang" Yang Ikut Menemaninya Hari Ini,
Tapi Tidak Dengah Hatinya..
Saat Tengah Asik Termenung Aahan Melihat Seorang Wanita Tengah Berjalan Lurus Ke Arah Lautan , Ahan Fikir Ia Hanya Ingin Bermain Air Laut sambil Menikmati Indahnya Suasana Malam Ini Lebih Dekat, Tapi Tanpa Sadar Aahan Terus Memperhatikan Wanita Tersebut.
Seketika Aahan Menjadi Panik, Karena Wanita itu Semakin Masuk Kedalam Air Laut. Dengan Segera Aahan Menghentikan Wanita Yang Tengah Nekat Ingin Bunuh Diri Tersebut.
"Apakkah Kau Gila?HaH !!" Kata Ahan Dengan Suara Membentak.
"APa Yang Kau Lakukan ? Kau Ingin Bunuh Diri ?BodoH !!!" Ucap Aahan Kembalik Dengan Sura Meninggi.
"Apa Gunanya Aku Hidup Tak Ada Apapun Lagi Yang Kumiliki ?Semuanya..Semuanya TeLahh Hancurr !!!" Ucap Wanita Tersebut Berterika dan Menangis.
__ADS_1
Aahan Memeluk Wanita Itu Kedalam Dekapan Tubuhnya, Wanita Tersebut Minikmati Pelukan Hangat Aahan,
(*PoV Nara)
Betapa Hangat Dekapan Pria ini, Sangat Nyama Tak Pernah Ia Senyama Ini Untuk Orang Yang Pertamakali Ia Temui, Mungkin Karena Pria Ini Memiliki Hati Yang Tulus, Hingga Aku Bisa Merasakannya? Atau Mungkin Karena Hidupku Selalu Bertemu Pria Jahat Membuat Ku Mudah Membedakan Mana Yang Tulus Dan Mana Yang Hanya Berfikir Memuaskan Nafsu Mereka Saja.
(PoV Aahan)
Kenapa Dengannya? Mengapa Dengan Mudahnya Berfikir Untuk Mengakhiri Hidupnya? Apakah Sebegitu Bodohnya Dia?
Tapi Mengapa Aku Memeluknya? Jika Ku Lepas Apakah Aku Akan Di Tampar? BagaiMana Ini Karena Panih Otakku Buntu*.
Aahan Peelahan Melepaskan Pelukannya.
Wanita Itu Menatap Aahan Dengan Wajah Yang Sendu Rambut Sudah Berantakan Entah Kemana Arahnya, Aaahan Melepaskan Jaket Yang Ia Kenakan Kepada Wanita Tersebut.
Aahan Memapahnya Untuk Duduk Dan Menenangkan Wanita Itu. Saat Wanita Tersebut Duduk Ia Terus Menangis Sehingga Membuat Oranga Yang Berada Di Sekitanya Memperhatikan Mereka Berdua.
"Tenanglah Ceritakan Saja Semua Kesedihanmu Kepada Ku , Tenang Aku Orang Yang Dapat Di Percaya" Jelasnya Sambil Menatap Wanita Itu.
"Aku Hanya Tak Sanggup Menjalani Hidupku, Apakah Kau Yakin Ingin Mendengar Ceritaku? Tanya Wanita Itu
"Aku Akan Mendengarkan Dan Membatu Mu Jika Memang Ada Yang Bisa Kulakukan?" Jawab Aahan
"Tapi Sebelumnya Perkenalkan Aku Aahan, Lalau Namau Siapa? Tak Mungkin kan Aku Memanggil Mu Wanita Asing?" Tanyanya tersenyum Sambil diselingi Tawa Kecil.
"Ah Maaf, Aku Nara Dasha, Kamu Bisa Panggil Aku Nara, Aku Terbiasa Di Panggil Seprti Itu" Jawab Nara.
"Jadi Nara Jika Ku Boleh Tau, Kenapa Kau Ingin Mengakhiri Hidupmu" Tanya Aahan.
Aku Dulu Hidup Dengan Berkecukupan Lebih Tepatnya Aku Memang Terlahir Dari Keluarga Yang Berada, Tapi Semuanya Berubah. Sampai Sekarang Aku Masih Tidak Percaya Mungkin Aku Hanya Bermimpi, Semua Berawal Saat Perusahaan Ayahku Bangkrut Dan Orang Yang Membuat Perusahan Ayahku Gulung Tikar Adalah Orang Yang Selama Ini Ayahku Anggap Sebagai Adiknya, Ayahku Tak Kuasa Menahan Keterpurukannya Hingga Dia Berakhir Bunuh Diri Menelan Banyak Obat Tidur, Setelah Mendengar Kematian Ayah, Ibu Tak Kuasa Menahan Kesedihan Kehilangan Ayahku, Iapun Ikut Menyusul Ayah Tak Berselang Lama Kepergiannya, Aku Anak satu" dari Keluarga ku, Aku Sangat Sedih, Mengapa Mereka Tega Meninggalkan Ku Sendirian Di Dunia Ini, Saat Itu Untungnya Aku Sudah Lulus Sekolah Aku Bekerja Siang Dan Malam Memenuhi Kebutuhan Hidupku, Hingga suatu Malam Aku Di Hadang Oleh Pria Pria Tersebut, Mereka Melecehkanku , Memperkosaku Lalu Menjualku Di Tempat Terkutuk itu, DIsana aku Disiksa Secara Fisik Dan psikis. Tapi Untungnya Aku di Tolong Oleh Seorang Wanita Disana, Ia Membantuku Keluar Dari Tempat Itu, Ku fikir Hidupku dapat Kembali Tapi Ternya Mereka Terus Mengejarku, Membunuh Siapapun Yang Mencoba Menolongku, Hingga Tidak aDa Satupun Yang Mau Membatuku , Akupun Mencari Makan Dengan Menjual Tubuhku, Karena Tak Ada Yang Mau Menerimaku Bekerja. Tapi Hari Ke Hari Aku Tak Kuat Menjalani Hidup Seperti Ini , Akhirnya Ku Putuskan Untuk Mengakhiri Hidupku."Ucap Nara Sambil Menahan Air Mata Yang Akan Tumpah Menai Pipinya.
__ADS_1
"Keluarkanlah , Kali Ini Aku Menyuruh Mu Menangis Sekeras Dan Sepuas Mungkin, Agar Rasa Sakitmu Sedikit Berkurang,"Ucap Ahan Menyandarkan Kepala Nara Di Bahu Aahan.
Narapun Nangis Kencang Kencangnya Sepuaasnya Ia Nengeluarkan Air Matanya Dan Betumpuh Di Bahu Aahan.
"Ikulah Dengan Ku" Ucap Aahan Mengusap Air Mata Nara.
"Tidak!! Bagaimana Jika Mereka Menemukan Ku Berada Di Rumahmu? Aku Gak Mau Menyakiti Banyak Orang dan Membuat Mereka Kehilangan Orang Yang Berarti Bagi Mereka." Ucap Nara Menolak Aahan.
"Keluargaku Bukanlah Keluarga Yang Mudah Untuk Di Usik" Jawab Aahan Menyakinkan Nara.
"Aku Akan Melindungi Mu, Percayalah Pada Ku , Walau Kita Baru Bertemu,Tapi Aku Tak Seprti Mereka" Jawab Aahn Yakin.
Nara Yang Mendengar Ucapan Aahan Menganggukan Kepalanya. Aahan Pun Akhirnya Meninggalkan Tempat itu dan Segera Membawa Nara KeTempat Tinggalnya.
.
.
.
.
.
.
Nara Dasha
Aku Hari Ini Kurang Enak Badan, Tadinya Enggak Akan Up Dulu, Tapi Berujung Enggak Bisa Tidur Jadi Aku Buat Ajah Ceeitnya Sekarang.
__ADS_1
Terus Tunggu Kelanjutannya..