Awal Hidup Baru

Awal Hidup Baru
26. Keputusan


__ADS_3

Sudah 6 Bulan Ahaan Menjauhi Tara. Semenjak Kejadia Ahaan Menyatakan Perasaannya Kepada Tara Sebisa mungkin Dirinya menghindar Agar Tidak Bertenu dengan Tara. Walau Hanya Sekedar Berpapasan Dengan Tara.


Ahan Merasa Jika Dirinya Belum Siap Berhadapan Dengan Tara. Ahan Kini Tengah Menata Hati dan Persaannya. Mengihklaskan Dan Merelakan Tara.


Rasa Cintanya Untuk Tara Pun Kini Perlahan Mulai Menghilang, Selama ini Ahan Selalu Ditemani Oleh Nara. Nara Selalu Mendukung Dan Memberikan Perhatiannya Kepada Ahan. Membuat Aahan Dapat Memulai Hidup Baru.


Dan Selama Waktu Yang Telah Mereka Berdua Lalui . Aahan Mulai Menyadari Jika Kini Dirinya Mulai Memandang Nara Sebagai Seorang Wanita, Lawan jenis Yang Memikat Hati Dan Mencuri Pandangannya.


Senyum Yang Menghiasi Wajah Manis Nara Menjadi Obat Rutin Yang Harus Ahan Liat Setiap Harinya. Suara Nara Bagai Alunan Lagu Yang Menghiasi Hari Indahnya. Perhatian Dan Setiap Tingkah Yang Nara Lakukan menjadi Salah Satu Tontonan favoritnya.


Nara Kini Telah Menjadi Sebagian dari Kehidupan Ahan. Perlahan Ahan Juga Mulai Menyadari Bahwa Dirinya Sudah Terbiasa Dengan Adanya Kehadiran Nara Di Hidupnya.


Walau Aahan Tidak Semudah Itu Dapat Kembali Menumbuhkan Cinta Di Hatinya. Tetapi Tanah Yang Mengering Di hati Aahan Mulai Kembali Subur. Kini Di Dalam Hatinya, Benih Yang Sudah Nara Tanamkan Mulai Tumbuh Perlahan Di Dalam Hatinya.


Walau Demikian, Nara Tak Dapat Melihat Bahwa Kini Ahan Selalu memperhatikan Dan Memandanyanya. Kini Pandangan Aahan Selalu tertuju Kepada Nara. Tetapi Nara Tidak Menyadarinya.


〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰


Di Dalam Kamar Seorang Wanita Tengah Melamu Sendiri. Ditemani Oleh Bulan dan Bintang Diterangi Oleh Pantulan Cahaya Rembulan. Nara Berdiri Didepan Kaca Jendela.


"*Sampai Berapa Lama Aku Haru Menunggu?


Menunggu Cinta Yang Tak Pasti.

__ADS_1


Hati Ini Selalu Gelisa Memikirnya, Kapan Kegelisahan Ini Berlalu? Apakah Aku Harus Menyera? Menyerah Pada Cinta Yang Selalu Kunanti Tetapi Tak Tahu Kapan Ia Akan Datang Mendekati"


"Apakah Ia Tak Pernah Merasakan Cinta Yang Aku Telah Tunjukkan Kepadanya? "


"Mengapa Dia seperti Ini Kepada Ku? Menikamti Setiap Perlakuan Dan Perhatian Yang Ku Beri, Tetapi Tak Menujukan Bahwa Dirinya Mulai Mencintai"


"Sakit Hati Memang Jika Perasaan Yang Kita Miliki Ditolak Oleh Orang Yang Kita Cintai, Tetapi Terlebih Menyakitkan Jika Mencintai Tetapi Tak Dapat Mengungkapkannya*"


Nara Berjalan Menuju Laci kamar Tidurnya Di Ambilnya Selembar Foto. Foto Pria Yang Tengah Tersenyum. Nara Mengusap Lembut Foto Itu Berfikir Bahawa Pria yang Ada di Dalam Foto Itu Hidup Dan Tengah Berada Di Depannya. Nara Melangkahkan Kakinya Menemperkan Foto Aahan Di Kaca Jendelanya. Seperti Seorang Wanita Yang Ingin Berbicara Dengan Orang Yang Di Cintainya. Nara Selalu mengungkapnkan Isi Hatinya dengan Berbicara Kepada Foto Ahan. Lalu Nara Mulai membuka Suara.


"Ahan Mungkin Kau Tak Akan Dapat Mendengarnya Tetapi Aku Senang Walau Hanya Sekedar Memandangi Dan Berbicara dengan Fotomu sajah"Ucap Nara Memandang Foto Ahaan.


Lamunannya Mulai Kembali Melayang Sambil Terus Mengusap Dan Memandang Foto Ahan.


"*Aku Ingin Engakau Berlari Kepadaku Saat Dirimu Merasa Sedih.


Aku Ingin Engkau Berlari Kepadaku Saat Dirimu Merasa Kesepian.


Aku Ingin Engkau Berlari Kepadaku Saat Dirimu Terluka.


Namun Sepertinya, Sebesar Apapun Keinginanku, Kau Selalu Menatapku Tak Ada. Sehebat Apapun Usahaku Agar Kau Menatapku, Kau Tetap Tidak Melihatku. Hingga Pada Akhirnya Aku Berfikir Untuk Memutuskan Melangkah Mundur Meninggalkanmu. Tapi, Ku Berharap Pada Saat Hari Itu Tiba. Kau Tak Memaksaku Untuk Kembali Saat Aku Sudah Begitu Jauh.


Dan Jika Hal Itu Terjadi"

__ADS_1


"Aku Rasa Diriku Tidakan Bisa Kembali Lagi Bersama Denganmu*".


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Hay Sudah lama ya Aku Enggak Up. Sorry 😊

__ADS_1


Tolong Terus Beri Dukungannya Terimakasih***.


__ADS_2