
πΊπ»π»πΉπΉπΊπΊπ»π»πΉπΉπΊπΊπ»π»πΉ
π³ Meja Makan π³
Tara Turu Menghampiri Ruang Makan,
Saat Mendekat Tara Dikagetkan Melihat Papa Dan Bram Tengah Asik Berbicang Bincang.
(PoV Tara)
Apa Yang Telah Aku Lewatkan Selama Setengah Jam ini?
Apa Aku Salah Melihat?
Apaka Aku Mengalami Halusinasihkah?
Itulah Yang ada di Benak Tara Sambil Diam Mematung Memandangi Dua Lelaki itu.
Tara Tersadar Dari Lamunannya Ketika Bram Memanggilnya.
"Tara Kenapa Bengong Disitu, Sini Mama Udah Siapin Semuanya" Ucap Bram
"Mama? Kamu Tadi Bilang Mama kan? Apa Pendengaran Ku Bermasalah?" Tanya Tara Dengan Penuh Kebingungan.
"πππ" Mereka Hanya Menjawab Dengan Senyuman.
"Ada Apa Sih Kasih Tau Tara, Kok Bisa Papa BeruBah dari -% ke 100% Gini??" Ucap Tara Menghampiri Papanya.
Bram Melirik Tara Dan Tersenyum.
"Gini Sayang Mama Jelasin, Keduan Orang Tua Bram Itu Teman Mama Dan Papa Waktu Kuliah, Sekaligus Rekan Bisnis Papa Kamu"
Ucap Sinta Sambil Menata Lauk Di Meja Makan.
"Ohh, EHH Tunggu Dulu, Jadi Papa Enggak Masalah Aku Deket Sama Bram?Kan Yang Mama Papa Kenal Itu Kedua Orang Tua Bram?" Tanya Tara Kepada Kedua Orang Tuanya.
"Enak Ajah Sebelum Kamu Yang Kenal Sama Bram, Mama Sama Papa Udah Lebih Dulu Yang Tau Bram Orang Seperti Apa, Bram Itu Terakhir Ketemu Mama Sama Papa Waktu Dia Kelas 3 SMA, Makanya Pas Bram Kesini Mama Sama Papa Enggak Tau Bahwa Bram Yang Kamu Bawa Sama Dengan Bram Yang Mama Papa Kenal, Kamu Liat Ajah Bram yang Sekarang Makin Ganteng Tinggi, Gagah ada Bulu" Kumis Gitu, Kaya Papa Kamu Muda Tau Sayang Ganteng, Makanya MaMa Nikah Sama Papa Kamu, Cari Yang Cakep Biar Keturunannya Cakep Iyah Gak Pah"ucap Sinta Yang Tengah Menyambilkan Lauk Pauk Buat Sang Suwami.
__ADS_1
"Bener Kata Mama Kamu,Coba Kamu Liat, Kamu Cantik Gini Dari Siapa Kalau Bukan Karna Mama Dan PaPa,"ucapnya Kepada Tara.
"Dan Juga Orang Tua Bram Itu Primadonya Mama Papa dulu Di Kampus, Liahat Sekarang Hasil Bibitnya Gantengkan" Ucap Sinta Tesenyum Menoleh Ke Bram.
Bram Yang Mendengar Hanya Tersenyum Mendengar Perkataan Kedua Orang Tua Tara.
Sesaat Kemudian Sunyi Hanya Terdengan Sura Sendok Garpu yang Mengenai Piring.
ππΉπΉππ»ππΉπ»πΉππ»ππΉπΉπ
Kini Tara Bram dan Kedua Ora Tuanya Sedang Duduk Bersama Menghabiskan Waktu Mengobrol, Hingga Tak Teras Sudah Jam 11 Malam, Bram Akhirnya Pimit Untuk Pulang KeRumah, Tara Menghantar Bram Sampai Depan Pitu Rumah.
"Aku Pamit Ya Tara"Ucap Bram Di depan Pintu Rumah.
"Emmmm" Sahutnya Memasang Wajah Cemberut.
"Kok Cemberut, Kamu Mau Aku Nginep Disini Ya? Apa Masih Kangen Sama Aku?" Ucap Bram Yang Hendak Memeluk Tara.
"Enggak Dua"nya, Aku Sebel Sama Kamu, Kamu Sengaja Mau Ngerjain Aku? Curang Udah Kenal Mama Papa Pake Alesan Mau Kenalan Pembohong"Ucapnya
"Kalau Aku Bilang Kenal Nanti Enggak Seru Dong, Aku Gak Bisa Liat Muka Gugup Kamu" Ucap Bram Sambil Tersenyum.
"Iya Deh Aku Salah Maafin Aku? Kalo Gitu Biar Kamu Enggak Marah Lagi Sama Aku Kamu Mau Minta Apa Ajah Aku Kabulin, Tapi Janga Yang Aneh Loh" Ucap Bram Sambil Menoel Hidung Mancung Tara
"Aneh? Contohnya Permintaan Aneh Itu Kaya Apa?" Tanya Tara kemudian Memukul Tangan Bram Yang Sedari Tadi Menoel" Hidungnya.
"Yah Kaya Kamu Mau Aku Pake Baju Cewek Terus Nari Sama Nyanyi Di Jalanan atau Kamu Minta Aku Lari Kelilirng Koplek, Makan Makaan Yang Enggak Aku Suka dan Yang Sejenisnya" Jawab Bram Yang Kinj Tengah Memainkan Rambut Panjang Tara.
"Yahh Gak Seru Dong Itu Mah Namanya Gak Bisa Minta Apa Ajah"Ucapnya Dengan Memasang Wajah Pura" Kecewa.
"Kalo Kamu Mintanya Kaya Gitu Kamu Senang Di Atas Pederitaan Aku Namanya dong" Ucap Bram Yang Masih Memainkan Rambut Tara.
"Emm Yaudah Deh Aku Enggak Minta Aneh", Besok Pagi Ajah Kamu Jemput Aku Nanti Aku Kasih Tau Permintaan Aku Apa." Ucap Tara Menatap Bram Yang Enggak Bisa Diem, Tadi Idunglah Sekarang Rambut Hadehhh..
"Lah Kamu Besok Enggak Kuliah" Tanya Bram.
"Enggak, Besokan Tanggal Merah masa Kamu Gak Tau?"
__ADS_1
"Enggak Tau, Soalnya Di Kalender Pribadi Aku Enggak Ada Tanggal Merah , Soalnya Tangganya Udah Penuh Keisi Kamu Semua." Ucap Bram Menggoda Tara.
"Preeettt Gombal" Ucap Tara Sebal
"Ihh Bau Dong Kok Kentut Sembarangan Sih" Goda Bram Menutup Hidungnya.
"Bodo Biarin Ajah, Kentut Penyakit Enggak Boleh Di Tahan" Biaya Mahal" Jawab Tara Kembali Dengan Kesal
"Adu..Aduhh Gemesin Banget Kalo Ngambek, Yaudah Iya Besok Pagi Aku Jemput, Udah Jangan Ngambek Mulu" Ucap Bram Mencium Kening Tara.
"Yauda Sana Pulang, Kalau Udah Sampai Kabari Aku" Kata Tara Yang Sambil Memeluk Tubuh Bram.
"Oke Siap Sayang, Ehh Maksudnya Tara" Ucapnya Tersenyum Sambi Masuk Kedalam Mobil.
Saat Bram Sedang Menyalakan Kendaraannya, Pala Tara Masuk KeDalam Kaca Mobi Bram Dan Mengecup Pipi Bram. Lalu Tara Pergi Berlalu Meninggalkan Bram Yang Tengah Mencerna Apa Yang Barusan Terjadi.
Tak Berselang Lama Bram Akhirnya Kembalik Tersadar Dari Lamunannya, Sambil Senyum Memegang Pipi Yang Di Kecum Oleh Tara. Brampun Pergi BerLalau.
.
.
.
.
.
.
γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°γ°
πΊTerimakasih Untuk Kalian Yang Telah Membaca Cerita ku, Nantikan Terus Kelanjutannya πΊ
__ADS_1
Jangan Lupa π Dan Komennya ya π