Awal Hidup Baru

Awal Hidup Baru
23. Aahan Dan Nara


__ADS_3

 


💖**Selamat Membaca**💖


 


〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰


Seperti Biasa Saat Pagi Hari Nara Sudah Bangun terlebih Dahulu. Nara Menyiapkan Sarapan di Bantu Oleh Bi Inah.


Semuanya Kini Tengah Berkumpul Bersama, Tapi Hanya Aahan Yang Belum Juga Datang.


Akhirnya Anita Yaitu Ibu Aahan Menyuruh Nara Untuk Manggil Aahan. Nara Bergegas Kekamar Aahan Melalukan Apa Yang Sang Ibu Bilang.


"Tok Tok" Suara Ketukan PintuTerus Terdengar Namu Aahan Tidak Kunjung Membukakan Pintu Kamarnya. Dengan Ragu Nara Membuka Pintu Kamar Aahan. Betapa Kagetnya Nara Dengan Keadaan Kamar Aahan Saat Ini. Saat Malam Nara Meninggalkan Kamar Aahan Semua Masih Baik baik Saja Tapi Sekarang Selimut Dan Bantal Berserakan Di Lantai. Nara Berjalan Memasuki Kamar, Nara Melihat Aahan Tengan Duduk Besandar Dengan Posisi Kepala Menenggak Ke Atas. Nara Mendekati Aahan.


"Aahan" Panggil Nara.


Aahan Yang Mendengar Namanya Di Panggil Menengokan Wajah Ke Asal Suara. Ternyata Itu Nara.


Aahan Melihat Nara Dengan Memasang Senyum Kecut di Wajah Aahan.


"Ini Terlalu Menyakitkan Buatku Nara" Ucap Aahan Menundukkan Wajahnya.


Lalu Nara Duduk Di Samping Ahan.


"Sebenarnya Ada Apa Aahan? Kenapa Kamu Seperti Ini, Tolong Katakan Pada Ku, Jika Kamu Hanya Diam Saja Aku Tidan Akan Pernah Mengerti" Tanya Nara Menatap Aahan.


Lalu Ahan Kini Menyandarkan Kepalanya di Bahun Nara. Ahan Menghembuskan Nafas Kasar.


"Seandainya Aku Menyatakan Perasaanku Lebih Cepat, Mungkin Saat Ini Tara Sudah Menjadi Milikku, Hanya Milikku Seorang" Ucap Aahan.


Disisi Lain Nara Sedih Melihat Aahan Seperti Ini Tapi Disisi Lain Hati Nara Merasa Lega.


PoV Nara


Apakah Salah Jika Aku Sedikit Egois Menginginkan Aahan Lebih. Aku Akan Berusaha Membuat Mu Mencintai Ku Aahan. Walau Jika Nanti Pada Akhirnya Kamu Tetap Tidak Mencintai Ku, Aku Akan Melepaskanmu, membiarkan Mu Bahagia Walau Bukan Dengan Ku.


Nara Menyadarkan Diri Dari Lamunannya. Nara Lalu Kini Menghadapkan Tubuhnya Ke Arah Aahan. Nara Memegang Kedua Pipi Aahan Mengarakannya Didepan Wajah Nara.


"Kenapa Kamu Menjadi Seperti Ini Aahan? Apa Kamu Tidak Ingat Apa Yang Pernah Ku Katakan? Jika Memang Kamu Tidak Bersama Dengan Tara Berarti Dia Bukan Untuk Mu, Jangan Pernah Memaksaan Hatinya Untuk Mencintai Mu, Jangan Memaksanya Untuk Berada Disisi Mu Jika Dia Tidak Bahagia Dengan Mu, Jika Kamu Tulus Mencintainya Kamu Juga Akan Bahagia Jika Dia Bahagia?" Ucap Nara Memandang Wajah Aahan Dengan Lekat Seolah Ia Berkata Untuk Dirinya Sendiri, Sakit Sekali Hati Nara, Menyukai Seseorang Tetapi Tidak Dapat Menujukannya.

__ADS_1


Nara Yang Tak Kuasa Menahan Air Matanyan Bergegas Pergi Meninggalkan Aahan, Sebelum Nara Beranjang Pergi, Aahan Bediri Menarik Tangan Nara, Memeluk Tubuh Nara.


"Terimakasih, Kamu Memang Sahabat Terbaikku" Ucap Aahan Sambil Memeluk Nara, Kini Nara Tak Dapat Menahan air Manatanya Menangis Di Pelukakan Aahan.


"Kamu Kenapa Nara" Ucap Aahan Nampak Kawatir Mendengar Suara Tangis Nara, Air Matanya Kini Membasahi Baju Aahan.


"Aku Enggak Papah, Biarkan Seperti Ini, Hanya Sebentar Biarkan Aku Tetap Memelukmu" Ucap Nara Mengeratkan Pelukakannya. Aahan Akhirnya Membiarkan Nara Sampai Ia Merasa Lebih Tenang.


Perlahan Nara Melepaskan Pelukannya.


"Maaf Tiba-Tiba Aku Jadi Menangis, Yasudah Sana Siap Siap Yang Lain Sudah Menunggu Di Bawah" Ucap Nara Membuka pintu Kamar Aahan dan Meninggalkan Aahan.


"Mengapa Ia Menangis? Tapi Aku Merasa Tangisnya Di Tuju Untuk Ku , Apa Persaan Ku Saja?" Lalu Ahan Masuk Kedalam Kamar Mandi.


30 Menit Berlalu Kini Aahan Tengah Sarapan Bersama Keluarganya. Selesai Sarapan Aahan Meminta Izin Kepada Ayah Dan Ibu nya Untul Tidak Masuk Kuliah Hari Ini. Ayah Aahan Sempat Tidak Setuju Tapi Sang Istri Membujuk Suwaminya Untuk Mengizinkannya.


Ibu Ahan Sadar Pasti Ada Sesuatu Dengan Anaknya, Insting Seorang Ibu Tidak Akan Pernah Salah.


Nara Juga Ikut Tidak Masuk Kuliah Hari Ini Untuk Menemani Aahan Di Rumah, Karena Pagi Ini Anita Akan Ikut Sang Suami Ke Paris. Anita Yang Selalu Ikut Dimana Pun Suaminya Berada Juga Selalu Menyiapkan Kebutuhan Sang Suawami. Kini Dirumah Hanya Tinggal Aahan Dan Nara, Bibi Dan Tukang Kebun Yang kebetulan Suwami Bi Inaa Sudah Pulang Karena Mendengar Kabar Istri Anaknya Melahirkan . Sedangkan Supir Mengantat Sang Ayah Dan Ibu Ke Bandara. Membuat Nara Menjadi Canggung Hanya Berdua Dengan Aahan. Hening Tidak Ada Yang Membuka Suara Sampai Aahan Tersemnyum Terpikir Ide Menjahili Nara.


"Nara" Panggil Aahan Cemas.


" Ada Apa?" Tanya Nara Melihat Aahan.


"Ada Apa Sih Aahan?!, Kenapa Sih Ada Apa?" Ada Apa Di Belakang Aku" Ucap Nara Yang Ikut Cemas Nara Ingin Menengok Kebelakang Tapi Nara Takut, ada Apa Sebernarnya Di Belakannya.


Aahan Yang Melihat Nara Yang Mulai Ceman Berusahan Menahan Tawanya. Aahan Menyalakan Suara Hantu di Di Hpnya Yang ia Taru di Bawah Bantal. Nara Yang Mendengar Suara Yang Aahan Putar Membuat Nara Menjadi Tambah Ketakutan. Lalu Nara Pergi Mendendekati Aahan.


"Aahan Kamu Denger Enggak Sih Ada Suara Gitu, Aku Taku Banget Aahan Aku Belom Pernah Liat Hantu" Ucap Nara Memeluk Lengan Aahan.


Aahan Yang Berniat Menjahili Nara. Tapi Kenapa Dia Yang Deg Deg kan. Tanpa Nara Sadari Aahan Terus Memandangi Wajah Nara. Nara Yang Tidak Menyadari Pandangan Aahan Karena Rasa Takutnya Yang Teramat Takut Dengan Yang Namanya Hantu, Bahkan Nara tidak Pernah Sekali Pun Menonton Filim Horor Karena Nanti Ia Akan Selalu Terbayang Dengan Penapakan Hantu Yang Ia Tonton.


"Aahan Gimana Ini, Suara Terus Terdengar. Kenapa Bisa ada Hantu Sih" Ucap Nara Kesala Bercamput Takut.


Tapi Aahan Tidak Menjawab Ucapan Nara. Nara Yang Melihat Aahan Hanya Diam Menatap Nara Kembali Bersuara.


"AAHAN" Teriak Nara Membuyarkan Lamunan Aahan.


"Yaampun Nara Enggak Usah Teriak Aku Enggak Budek" Ucap Aahan Menutup Telinganya.


"Abis Di Ajah Ngomong Diem Ajah Malah Bengong Ajah Liatin Aku, Kenapa Sih? Jangan Bilang Sekarang Kamu Lagi Kesurupan? Apa Jangan Jangan Ini Bukan Aahan Yang Asli? " Ucap Nara Melihat Aahan Dari Atas Samapai Ujuk Kaki.

__ADS_1


"Pletak" Suara Sentilan Menngai Jidat Nara.


"Kebanyakan Nonton Sinetro Kamu Yah" Tanya Aahan


"Yehh Biasa Ajah Dong Sakit Tau, Abis Di Ajak Ngomong Diem Ajah" Ucap Nara Mengusap Usap Jidatnya.


Saat Nara Tenga Akan Bangun Di Samping Aahan Bantal Yang Berisi Hp Aahan Terjaduh, Membuat Nara Saradar Ternyata Ia Tengah Dikerjai Oleh Aahan, Membuat Nara Menatap Tajam Aahan. Aaham hanya Menaikan Bahunya Acuh. Dan Pergi Meninggalkan Nara Yang Tengah Marah Kepadanya.


"Hahaha, Gampang Banget Di Jahilin, 😂" Ucap Aahan Meninggalkan Nara.


"AWAS YAH KAMU AAHAN..DASAR KAMU KURANG AJAR" Teriak Nara Kesal. Lantas


Nara Pergi Kekamarnya Dengan Penuh Kekesalan.


"Liat Ajah Ku Balas Nanti" Ucapnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan Lupa Jika Suka Dengan Novelku berikan Like, Vote and komenya. Terimakasih.


__ADS_2