Awal Hidup Baru

Awal Hidup Baru
07. Menarik


__ADS_3

 


Sesampainya Tara di rumahnya.


 


"Mamah? " panggil Tara sambil meletakan barang belanjaanya di atas meja.


"Mamah kemana? Kok aku panggil enggak ada sahutan." kata Tara sambil mencari cari sosok sang mamah tercinta, ketika Tara masih mencari mamanya, sang mama mengendap endap untuk mengagetkan Tara yang sedang bingung mencari mamanya.


 


"Dorrrrr!" kata sang mama sinta mengagetkan sang anak.


"Ahhh ." teriak Tara yang kagetpun loncat lan berbalik arah melihat sang mama.


"Mamah Tara kaget kan jadinya." kata Tara sambil memonyongkan bibirnya terlihat sangat imut.


Sang mama pun hanyan tersenyum seperti tidak melakukan apapun, membuat Tara makin memonyongkan bibirnya, tapi kesalnya dengan mamanya hanya sesaat, kemudian ia teringat kejadian di mall tadi.


 


Sinta yang melihat anaknya tengah termenung pun membuka suara.


"Kamu kenapa sayang?" kata Sinta sambil mengusap pucuk kepala sang anak dengan lembut. Tara yang mendenagr suara sang mama pun akhitnya menceritakan semua yang terjadi saat di pusat perbelanjaan tersebut, sambil memeluk sang mama,


Sinta yang mendengarnya pun tersenyum dan berkata.


"Sayang tak baik jika terlalu kesal dengan seseorang terlalu lama, iklaskan sajah sayang, toh apapun yang kamu pilihkan buat papa, ia pasti senang hati menerima pemberian dari anaknya tercinta." kata Sinta yang mengecup kening Tara.


"Ia mah Tara faham kokaksud mama, Tara sebisa mungkin menjaga emosi Tara" katanya sambil tersenyum ke sang mama.


Tara yang ingat akan belanjaan nya yang tengah menunggu untuk dilihat langsung mengajak sang mama untuk melihat apa sajah yang di beli olehnya.

__ADS_1


 


Ditempat yang berbeda di sebuah rumah nan mewah dan megah.


 



Ada seorang pria tampan dan gagah tengah memegang sebuah amplok coklat berisikan data- data yang ia telah minta dari tangan kana kepercayaannya, pria tersebuat adalah Bram Roshan.


 


Bram yang tengah membaca isi dari data yang ia minta dengan teliti agar tidak satupun terlewatkan. Pria tersebutpun tersenyum dan berkata


 


"Menarik." 😏.


 


 


 


Malam pun silih berganti dengan datangnya pagi yang indah nan cerah.


 


 


Suara alam jam pun berbunyi, sarang yang mendengarnya pun bangun dan membersihkan diri dan seperti biasa tak lupa memebersih kan kamarnya dan mempersiakan segala kebutuhannya.


Saat Tara membuka pintu, ia kagen melihat mamanya di depan pintu kamarnya.

__ADS_1


"Aah, mama jantung Tara bisa copot nih kalo di kagetin mulu" ucap Tara sambil mengusab ngusab dadanya.


Sang mama yang di tuduh pun memonyonkan bibirnya.


"Siapa yang ngagetin sih, mamakan mau bangunin kmu kiarain mama kamu belom bangun." kata Sinta dengan bibir yang cemberut.


"Sebenarnya ini siapa sih anaknya, mama aku gemesin bangen sih." batin tara.


Tara yang melihat mamanya manyun pun menciun pipi sang mama.


"Pagi mamaku cantik, Tara udah bangun kok mama soalnya Tara pasang alaram, biar mama enggak capek naik tangga bangunin Tara setiap pagi." katanya sambil menggandeng tangan sang mama dan turun bersama.


Seturunya Tara dan Sinta menuju meja makan, Sang papa yang melihat kedatangan kedua orang yang di cintai dan sekali gus bagian dari hidup dan nafasnya tersenyum


"Anak papa sudah rapih nih." kata sang papa sambil tersenyum.


Tara yang tak langsung tersenyuman ke sang papah, melihat dasi yang tengah di kenakan sang papa membuat Tara tersenyum senang.


Tara menghampirin sang papa dan mengecup pipi sang papah.


"Pagi pah." kata Tara yang langsung duduk di tempat biasa ia makana bersama kedua orang tuanya.


Merekapun melanjutkan aktifitas makana pagi meraka.


 


Sampainya Tara di kampus.


 


 


janga lupa tinggalkan jejak 👍 dan komen.

__ADS_1


...🐥Sampai jumpa🐥...


__ADS_2