
Tiba Waktunya. Aahan Kini Sedang Memeriksa Semua Persiapannya Hari Ini. Aahan Berharap Semoga Tara Suka Dengan Semua Apa yang Telah Aahan Persiapkan.
Aahan Kini sedang Menanti Kedatangan Tara.
Saat Tara Tiba Tara Melihat Aahan Yang Sedang Menunggunya, Aahan Yang Melihat Tara mendekat.
"Maaf Ya Lama Nunggunya?" Tanya Tara
"Enggak Kok, Demi Kamu Aku Rela Kok Nunggu Lama" Ucap Ahan tersenyum
"Yaampun Gombalnya" Ucap Tara Sambil Tertawa.
"Sebelum kita Kesana, Aku Mau Kamu Tutup Mata Kamu Dulu"Ucap Aahan Yang Mengeluatkan Seuntai Kain, Lalu Menutup Kedua Mata Tara.
"Ini Ada Apa sih Han? Kok Pake Tutup Mata Segala? Ucap Tara.
Aahan tidak Menjawab Pertanyaan Tara,Aahn Langsung Menuntu Tara Ketempat Yang Telah Di Persiakan Olehnya.
Saat Mera Samapai. Aahan Membuka Penutup Mata,Tara Membuka Mata Perlahan. Saat Tara Melihat Ia Hanya Berdiri Dan Menutup Kedua Mulut Dengan Keduan Tangannya.
"Bagaimana Menurutmu?"Tanya Aahan.
"Ini Sangat Indah , Cantik Sekali" Ucap Tara Mendekat Dengan Senyum yang Terus Terpancar di Wajahnya.
Aahan Menarik Kursi Untuk Tara Tempati.
"Terimakasih" Ucap Tara Tersenyum.
"Tentu, Aku Senang Kalo Kamu Juga Menyukainya" Ucap Aahan.
Aahan Dan Tara Akhirnya Menikamati Hidangan Yang Telah Di Persiapkan.
Saat Acara Makan Selesai, Aahan Membawa Tara Ke Sebuah Tempat Tak Jauh Dari Sana.
Saat Mereka Tengah Sampai Disana Tara Bingung Dengan Nuansa Yang Berbeda Dari Tempat Sebelumnya.
Tara Menatap Aahan Meminta Penjelasan Mengenai Semua Ini?
"Aku Tau Kamu Pasti Bingung Dengan Semua Ini?"Ucap Ahan berlutut dan Mengambil Sesuatu di balik Saku Baju Aahan.
Lalu Aahan Mengeluarka Sebuah Kotak Cincin.
"Tara Aku Mau Kau Kau Menjadi Kekasihku, Mau Kah Kamu Menerimaku" Ucap Aahan Membuka Kotak Cincin Itu.
"Maa.." Saat Tara Ingin Mengatakan Sesuatu, Tiba Tiba Ada Seorang Pria Datang Menghampirin Mereka Berdua.
"Bram??" Ucap Tara Heran Mengapa Bram Bisa Ada DiSini?
__ADS_1
**Flashback On**
*Saat Tara Ingin Bertemu Aahan , Sebelumnya Tara Telah Memberi kabar Bahwa Dirinya Akan Jalan Keluar Bersama Aahan Temannya. Seusai Memberitahu Kan Kepada Bram, Tarap Bergegas Menuju Tempat Aahan Yaitu Tempat Yang Telah Di Janjikan
Saat Tau Tara Akan Pergi Dengan Seorang Teman Lelaki bernama Aahan. Bram Diam Diam Mengikuti Tara Dari Awal Tara Datang, Saat Tara Makan Bersama Ahaan Dan Sampailah Puncak Kesabaran Aahn Hilang Kendali Saat Melihat Aahan Menyatakan Perasaannya Kepada Tara*.
Flashback Off
"Bram Kemanapa Kamu Ada Disini?" Tanya Tara.
"Itu Tidak Penting Yang Ingin Ku Bicarakan Sekarang Adalah Tentang Pria Ini" Ucap Ahan Menahan Luapan Emosinya.
"Siap Dia Tara" Tanya Aahan Kepada Tara Bingung.
" Aahan Perkenalkan Dia Bram, Bram Ini Aahan" Ucap Tara Saling Memperkenalkan.
Saat Aahan Mengulurkan Tangannya, Itupun Terpaksa Karena Ia Tidak Mau Terlihat Buruk Di Mata Tara. Tapi Tangan Aahan Di Abaikan Oleh Bram , Bram Mendekat Ke Arah Tara Dan Meraih Pinggang Ramping Tara.
"Dia Ini Milik Ku!!" Ucap Bram Meliri Aahan Denga Suara dinginnya Membuat Bulu Kuduk Berdiri Di Buatnya.
Aahan Merasa Merinding Di Buat, Tapi Semua Ia Tepis Karena Egonya lebih Besar Dari Pada Akalnya.
Aahan Yang Melihat Pinggang Tara Di Pegang Oleh Pria Ini Membuatnya Naik Pitam. Lalu Aahan Memukul Wajaha Bram, Tentu Saja Bram Tidak Tinggal Diam Saja, Bram Pun juga Membalas Pukulan Aahna. Terjadilah Perkelahin Sengit Di Antara Mereka.
"Stop!!! Cukup Kalain Berhenti Sekarang Juga!!!" Ucap Tara Meninggikan Suaranya
Tapi Omongan Tara Tidak Sama Sekali Mereka dengar. Tara Akhirnya Datang Di Anta Mereka Berdua. Karena Kedatangan Tara Yang Tiba Tiba Membuatnya Terkena Satu Pukulan Dari Aahan Tara Yang Terkena Pulukan Aahan Akhirnya Terjatuh, Membuat Mereka Berdua Menghentiakan Perkelahian Mereka Melihat Tara Yang sudah Jatuh Di Hadapan Mereka Berdua. Yang Menyebabkan Wajah Tara Lebab dan Mengeluarkan Dara Dari Bibirnya.
Aahan Ingin Membantu Tara Berdiri, Tapi Di Dorong Oleh Bram.
Membuat Aahan Kesal, Ia Sangat Marah Dengan Semua Ini.
"Sial..!!! Kurang Ajar!!!" Ucap Aahan Sambil Membanting Dan Merusak Semua Barang Yang Ada di Sana, Membuat Tempat Yang Tadinya Indah Menjadi Berantakan Seketika.
"Kenapa Jadi Begini" Ucap Aahan Mengacak Ngacak Rambutnya Sambil Berteriak Menghancurkan Barang barang Yang Ada
Kini Sudah Tenga Malam Tapi Aahan Masih Tetap di Tempat Yang Sama Dengan Keadaan Yang Sama. Tapi Kini Dia Sedang Menikmati Bir Yang Tengah Ia Pegang.
.
.
.
.
.
Di Tempat Yang Berbeda. Seoarang Gadis Canti Tengah Duduk Gelisah Sambil Terus Sesekali Melirik Ke Arah Jam.
"Aahan Kamu Kemana? Kenapa Belum Pulang Jam Segini" Ucap Nara Wanita Yang Saat Ini Tengah Menunggu Kepulangan Aahan.
__ADS_1
Sebuah Suara Mengagetkan Nara.
"Sayang Kamu Masih Menunggu Aahan Pulang?" Tanya Sang Ibu.
"Iya Bu, Jam Segini Aahan Belum Balik? Kenapa Ya Bu?"Ucap Nara Bengan Cemas.
"Kita Berdoa Saja Sayang Semoga Tidak Terjadi Apapun Dengannya" Ucapan Sang Ibu Yang Heran Enggak Biasanya Aahan Belum oulang Sudah Selarut ini.
"Yaudah Kamu Tidur Sana Besok Kamu Harus Kuliah, Biar Aahan Ibu Yang Tunggu" Ucap Ibu.
"Enggak Bu, Biar Nara Ajah Yang Nunggu Aahan, Ibu Tidur Ajah, Nara Enggak Apa Apa Kok Bu" Ucap Nara Menyakinkan sang Ibu.
"Yasudah Kalo Itu Mau Kamu, Tapi Ingat Jangan di Paksa Kalo Kamu Memang Sudah Merasa Ngantuk, Lekaslah Tidurlah" Ucap Sang Ibu Mengecup Kening Tara Dan Pergi berlalu.
Nara Tersu Menunggu Aahan Sampai Ia Merasakan Kantung Mulain datang, Perlahan Tara Mulai Memmejamkan Kedua Matanya. Dan Ia Akhirnya Tertidur Di Sofa.
Nara Terbangun Dari Tidurnya Mendengar Suara Yang Sangat Iya Kenal, Ternyata Benar Saja Itu Aahan. Nara Kaget Melihat Aahan Yang Kacau Balau, Badan Yang Penuh Bau Minuman Keras.
"Yaampun Aahan Kamu Kenapa?
Kenapa Keadaan Kamu Kaya gini?" Tanya Nara Memapah Aahan Kedalam Kamar Aahan.
Nara Membaringkan Aahan Di Tempat Tidu. Nara Membuka Sepatu Dan Kaus Kaki Yang Di kenakan Aahan.
Dan Sara Membasuh Wajah Aahan, Saat Tara hendak Meninggalkan Aahan, Tangan Tara di Tarik Oleh Aahan Membuat nya Terjatuh Di dada Bidang Aahan. Saat Itu Detak Jantung Nara Derdebar Hebat, Semakin Kencang Debaran Dadanya Membuat Nara Memejamkan Mata Sesaat Menstabilkan Debaran Jantungnya.
Tak Beserang Lama Nara mendengar Suara Aahan.
"Taraaa.. Taraa.. Aku Mencintai Mu Tara" Ucapan Aahan Yang Tengah Mengigau.
PoV Nara
Saat Seperti Ini Saja Hanya Ada Tara Di Pikiran mu, Apakan Aku Tak Sebegitu Berartinya Di Mata mu?
Nara Akhirnya Pergi Meninggalkan Aahan Dengan Tangis Yang Keduar Di Kedua Mata Nara Membahasahi Kedua Pipinya.
Saat Tenga Di Kamar Nara Menangis , Bodohnya Dia Berfikir Ada Sedikit Sajah Aahan Menyimpan Rasa Buatnya Ternyata Ia Salah Bahkan Di Mimpinya Pun Nara Tidak Pernah Ada , Hanya Ada Tara Di Hidupnya. Nara Menangis Sampai Ia lelah dan Tertidur Pulas.
..
..
..
..
..
..
..
__ADS_1
..
Terimaksih Buat Vote, like juga Komennya,Terimaksih Banyak hanya Itu Yang Bisa Autor Sampaikan