
Di Tempat Yang Berbeda Pula,
Flashback On
Bram Tengah Membopong Tubuh Tara Menuju Ke Arah Mobil Bram. Mobilpun Melaju Menju Sebuat Apotik Bram Turun Membeli Obat Utuk Tara. Setelah Membeli Segala Sesuatu Yang Di Butuhkan Bram Melanjutkan Kembali Laju Mobil.
Sesampainya Tara Di Depan Rumah Tara. Bram Mengobati Luka Yang Da di Wajah Tara Di dalam Mobil.
"Maaf" Ucap Bram Sembari Mengobatin Luka Tara.
"Untuk?" Tanya Tara.
"Untuk Semuanya,Maaf Aku Telah Lalai Menjaga Kamu, Andai Aku Tidak Datang Dan Mengikuti Mu, Mungkin Saat Ini enggak Akan Terjadi Seperti Ini" Ucap Bram Memandang Wajah Cantik Tara Yang Kini Terdapat Luka Karena Kelalaiannya.
"Kamu Enggak Salah, Itu Semua Salah Aku Yang Datang Di Tengah Kalian Yang Sedang Berkelahi"Ucap Tara
Keheningan Terjadi Tapi Tak Lama Kemuadian Bram Bertanya.
"Seandainya Aku Tidak Datang, Apakah Kalian Akan Menjadi Sepasang Kekasih?" Tanya Bram Memandang Wajah Tara.
Tara Tersenyum sebelum Menjawab Pertanyaan Bram.
Lalu Tara Memeluk Tubuh Bram.
"Mana Mungkin Aku Menjadi Kekasihnya Sedangkan Orang Yang Aku Cinta Ada Di Dalam Pelukanku Saat Ini" Ucap Tara Tersenyum.
Bram Mematung Mendengar Apa Yang Tara Ucapkan, Di Peluk Tara Saja Sudah Membuat Detak Jantungnya Berdebar Kencang, Di Tambah Dengan Sekarang Apa Yang Tengah Ia Dengar.
Tara Melepas Pelukannya Dan Melihat Reaksi Bram Dengan Wajah Merahnya.
Tara Mencoba Menahan Tawanya dengan Tersenyum.
Bram Yang Tau Kini Tara Tenga Berusah Menahan Tawa Membuat Bram Menjadi Salah Tingkah.
"Jadi Apakah Kamu Memcintai Ku?" Tanya Bram Memastikan Bahwa Apa Yang Ia Dengar Itu Tidak Salah.
__ADS_1
Tara Menganggukan Kepalanya Dan Tersenyum.
"Ia Aku Mencintai Mu Bram" Ucap Tara Membelai Lembut Pipi Bram.
"Apakah Kau Juga Mencintai Ku" Tanya Tara.
"Tentu. Aku Sangat Mencintai Mu Melebihi Diriku Sendiri" Ucap Bram Mendekatkan Wajahnya ke Arah Tara, Semakin lama Keduanya Semakin Mendekat Hingga Bibir Bram Mencium Bibi Seksi Tara. Ciuman Yang terjadi Semakin Lama Semakin Bergairah Membuat Permainan Menjadi Lebih Ganas, Ciuman Akhirnya Berhenti. Tara Hanya Tersenyum Malu Sedangkan Bram Merasa Sangat Bersemangat.
Tanpa Terduga Saat Tara Dan Bram Keluar Dari Mobil. Bram Dan Tara Kanget Melihat Kedua Orang tuanya Tenga Berdiri Di Luar Pintu Rumah. Tara Yang Merasa Bahwa Tatapan Mata Papa Dan Mamanya Setajam Elang Membuat Tara Yakin Bahwa Pasti Mereka Melihat Apa Yang Baru Saja Terjadi , Karena Lampu Mobi Bram Menyala Membuat Orang Di Dular Dapat Melihat Mereka Dengan Jelas. Tara Dan Bram Mendekati Kedua Orang Tua Tara.
Saat Bram Ingin Menyalim Kedua Tangan Orang Tua Tara, Sang Papa Melihat Bram Dan Tara Bergantian.
"Nak Bram Kamu Masuk Dulu Ada Yang Ingin Papa Bicarakan", Ucap Sang Papa Membuat Tara Menggigit Ujung Bibirnya.
Flashback Off
.
.
.
.
"Papa Akan Langsung Sajah, Kapan Kamu Menikahi Anak Kami" Ucapnya Kepada Bram.
"Maksud Papa Apa Yah Pah?" Tanay Bram Bingung.
"Juju Mama Dan Papa Melihat Apa Yang Kalian Lakukan Di Mobil" Ucap Sang Mama.
"Mama Tidak Mau Jika Sesuatu Terjadi Pada Kalian, Dan Kalian Melakukan Suatu Yang Salah Sebelum Kalian Menikah" Ucapan Sang Mama Kembali.
Raut Wajah Bram Kanget Mendengar Penuturan Kata Yang Papa Dan Mama Tara Katakan. Tapi Tak Lama Bram Dapat Menyesuaikan Raut Wajahnya.
"Mah..Pah.. Sebernarntnya Bram Siap Saja Jika Memang Ingin Menikahkan Tara, Tapi Bram Tidak Mau Memaksakan Kehendak Bram Saja, Jika Memang Tara Bersedia Sesegera Mungkin Bram Nikahkan Dengan Pasti Bram Akan Sangat Senang, Apalagi Kedua Orang Tua Bram Menyukain Tara dan Mengenal Betul Kedua Orang Tua Tara." Ucap Bram dengan Wajah Yang Serius.
__ADS_1
"Bagaimana Dengan Kamu Tara?" Tanya Sang Papa.
"Emm Bukannya Tara Enggak Mau, Tapika Waktu Itu Papa Bilang Sendiri Aku Harus Fokus Sama Kuliah Aku Dulu" Ucap Tara.
" Itu Berbeda Jika Berpacaran Tentu Papa Akan Melarang Kamu,Tapi Inikan Menikah, Ini Berbeda Sayang" Ucap Sang Papa.
"Kalau Papa Ngomong Begitu, Tara Bersedia Menikah Dengan Bram Mah Pah" Ucapnya.
"Bagus Dong Kalau Gitu Tinggal Kita Tentuin Tanggal Pernikahannya" Ucap Sang Ibu Bersemangat.
" Baik Om, Nanti Bram Akan Bicarakan Ini Dengan Ayah Dan ibu" Ucap Bram.
" Yasudah Pah,, Mah,, Sudah Larut Juga, Bram Pamit Pulang sekalian" Ucap Bram Berdiri Dan Menyalim Kedua Tangan Papa dan Mama Tara.
Tara Menemanin Bram Sampai Di Depan Mobilnya.
"Aku Pamit Ya? " Ucap Bram.
"Iya,,Hati Hati" Ucal Tara Lalu Bram Melajukan Kendaraaannya,Tara kemudian Masuk Kembali Kedalam Rumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jika Suka Dan terhibur Dengan Novelku, Janga Lupa Beri Semangat Autor Dengan Memberikan Vote, Like Dan Komen 👋👋