Awal Hidup Baru

Awal Hidup Baru
06. Pertemuan


__ADS_3

 


Sekarang mereka berempat sudah ada di dalam mall, mereka tengah asik berbelanja kesana kemari.


 



Saat tengah asik berbelanja Tara ingat dengan sang papah yang selalu kerja memakai dasi. Tika berfikir mumpung dia lagi berbelanja dan di temanin oleh temana-temanya akhirnya ia memutuskan untuk membelikan dasi untuk sang papah.


 


"Hey temenin aku yuk beli dasi untuk papaku." kata Tara untuk ketiga sabahabatnya itu,


"Yuk, aku juga nih sekaian mau beli buat papa ku." kata Sarah yang di anggukin oleh Tan dan Ananya.


 



Tibanya Tika dan ketiga sahabatnya di dalam Tempat penjualan dasi.


"Wah banyak banget dasi-dasinya bagus lagi jadi bingung milihnya." kata Tara yang sangat semangat ingin memilihkan dasi untuk sang papah begitu juga dengan ketiga sahabatnya.


 


Saat tengah asik memili milih dasi untuk sang papah Tara yang melihat satu dasi yang mencuri pandangannya.


 



 


Tara pun yang sudah jatuh hati dengan dasi tersebut tak menyia nyiakan waktu segera mungkin mengambil dasi tersebut, dan saat tengah asik melihat dasi pilihannya.


Tiba tiba ada sosok tangan laki laki mengambil dasi yang tengah di pegang oleh wanita tersebut, hingga membuat wanita tersebut dengan cepat melihat siapa orang yang telah merebut dasi yang ia pilih untuk sang papah.

__ADS_1


"Heyy apa apa sih asal ambil saja, ini kan aku duluan yang melihatnya." kata Tara dengan wajah kesalnya sambil melihat wajah laki laki tersebut..


Pria yang tengan di Tatap kesal oleh Tara pun sedikit kaget, dan kagum Melihat wajah Tara yang tengah menatapnya kesal, hanya sebentar pria tersebut langsung mengalihkan lamunannya.


"Hey nona disini enggak ada siapa cepat dia dapat, aturan disini siapa yang mampu beli dia dapat." kata pria tersebut.


"Hey Tuan, memang siapa yang bilang aku gak mampu beli!" kata Tara sambil melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.


Dia adalah Tara, iapun heran dengan dirinya baru kali ini Tara semarah ini dan sesebal itu dengan orang lain, biasanya dia mamapu mengendalikan emosonya, dan tetap bisa bersikapa anggun dan ramah, tapi tidak kali ini 😡.


"Oh, yakin?" kata pria tersebut sambil memasukan kedua tangannya di saku celana pria tersebut.


"Tapi sayang ini sudah aku beli dan sudah menjadi milikku." kata pria tersebut ,


Pria tersebut bernama Bram Roshan,


 


Untuk orang yang baru dia kenal dia akan cuwek dan dan dingin, tapi jika sudah menalnya dan pria ini merasa dekat dengan mu, dia akan menjadi sosok yang ramah dan perhatian.


"Woi liat tuh." kata Sara sambil menjukan jarinya ke arah Tara dan pri tersebut.


"Tara kenapa ya? Gue baru kali ini lihat Tara marah." kata Ananya.


"Yaudah kita samperin ajah yuk." kata Tan dan di anggukan oleh Sarah dan Ananya.


"Tara ada apa?" kata ketiga sahabat Tara Tara pun menengok dan melihat ketiga sahabatnya datang dan ia pun berbicara.


"Ini nih aku sebel banget sama cowok ini." kata Tara kepada ketiga sahabatnya dengan posisi yang sama tangan di lipat di depan dadanya.


"Dia mengambil dasi yang sudah aku pilih untuk papah, padahalkan aku duluan." katanya kembali, dengan wajah cemberut dan kesalnya,


Ketiga sahatnya yang mendengarpun jadi ikut sebal dengan pria tersebut, walau sesaat yang lalu ketiga sahatnya sampai bengong melihat sosok waja pria tersebut yang tampan dan mempesona, tetapi sirnah kemudian saat Tara berbicara.


Ketiga sahabatnya pun memicingkan mata dengan sebal ke pada pria tersebut.


Tara yang melihat ketiga sahatnya akan terpancing emosinya, Tarapun meredakan amarahnya agar tidak lagi mengundang banyak perhatian dari para pengunjung lainnya.

__ADS_1


 


 


"Udalah enggak apa apa aku cari yang lain aja, yuk." ajak Tara kepada ketiga sahabatnya sambil menarik tangan mereka, karena ketiga sahabatnya terus memancarkan aura kemarahan, Tara takut pria tersebut akan di terkam dan dicakar oleh ketiga sahabatnya, akhirnya membawa mereka pergi.


Seperginya sarah dan dan para sahabatnya, pria itu menengong dan berbicara.


"Cari tahu tentang gadis tersebut"kata Bram Roshan sambil tersenyum devil.😏


"Baik tuan." kata sang tangan kanan Roshan sekaligus sekretaris kepercayaan dan juga teman masa kecil pria tersebut yaitu Ranveer singh.


 


 


Tara terus membujuk ketiga sahatnya agar meredakan emosi mereka, akhirnya ketiga sahabatnya pun mengalah, toh jika Tara sudah tidak mempermasalahkannya kenapa mereka masih marah, ketiga sahabatnya yang sayang dan tidak mau membuat masalah buat Tara pun pasrah dan melanjutkan aktifitas meraka kembali memilih milih barang apa saja yang akan mereka beli.


 


Aku mau ngucapin banyak terimakasih untuk yang mendulung dan memberi semangat buat aku, makasih udah baca novel aku.😄


Jangan lupa 👍 tinggalkan jejakmu di setiap membaca dan jangan lupa juga untuk komen nya bay bay.👋


 



Ini dia sektetaris sekaligu Tangan kana kepercayaan Roshan.😍😍


Nama: Ranveer Singh


Umur: 27 Tahun


sifat : cuek, pendiam, dan dingin tentusaja terkecuali kepada Bram Roshan dia akan bersikap ramah dan penurut.


...🐥Sampai jumpa🐥...

__ADS_1


__ADS_2