Awan Pelangi

Awan Pelangi
Chapter 18


__ADS_3

Sekarang kamu tahu ceritaku. Keajaiban itu berakhir begitu saja tanpa tanda apapun. Aku membayangkan banyak skenario jika kami membuat keputusan yang berbeda saat itu. Tapi itu tidak mengubah apapun.


Hari itu juga aku memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan aku menerima kabar kecelakaan itu. Imel mengatakan bahwa mereka koma dan kami hanya bisa menunggu kemajuan kondisi mereka. Setidaknya mereka masih bernafas, hanya itu yang kupikirkan dan aku merasa bersyukur.


Seminggu kemudian, Kak Andre terbangun namun ia melupakan pengalaman kami di pulau. Apa menurutmu lelaki itu juga akan melupakannya? Tapi sejujurnya aku tidak peduli. Asalkan dia kembali padaku, aku tak keberatan jika dia melupakan saat-saat kami berdua.


Aku berusaha menceritakan pengalaman di pulau itu pada Kak Andre tapi suaraku tak bisa keluar setiap kali aku berada di hadapannya dan akan memulai ceritaku. Mungkin itu adalah bayarannya. Hanya aku yang mengingat semua itu dan tak boleh menceritakannya pada siapa-siapa.


Pada akhirnya, aku hanya dapat mengatakan aku tak lagi mencintainya. Mengatakan bahwa aku jatuh cinta dengan lelaki lain. Dan untungnya dia menerima itu semua dengan lapang dada. Ia mendoakan yang terbaik untukku dan tetap menjadi sahabat yang sangat berharga.


Lalu sekarang, aku masih duduk di sini dan aku masih terus menangis. Penyesalanku begitu banyak. Harapanku pun begitu banyak.


Tapi aku hanya bisa berpegang pada satu hal. Bahkan jika kamu mengorbankan dirimu agar aku tak kehilangan sahabat sejatiku, aku tidak akan lelah menunggu. Apapun yang terjadi di masa depan, aku tidak akan lelah menunggu. Berapa lamapun kamu menutup mata, aku tidak akan lelah menunggu. Tidak peduli kamu mengingat kenangan kita di pulau atau tidak, aku tidak akan lelah menunggu. Meskipun kamu bukan cinta sejatiku, aku tidak akan lelah menunggumu.

__ADS_1


Aku akan menunggu sampai kamu membuka matamu. Aku akan menunggu sampai kamu kembali ke sisiku lagi. Karena kamu berjanji untuk kembali ke sisiku. Dan aku tidak akan menyerah.


Aku ingat semuanya dan aku memilihmu.


Kamu mungkin tidak mengingatnya. Aku mungkin tidak bisa menceritakan pengalaman di pulau itu saat kamu terbangun karena bahkan saat kamu tertidur, aku tak bisa menyebutkan nama lelaki itu di hadapanmu. Mungkin selamanya kamu tidak akan tahu apa yang terjadi di antara kita serta bagaimana aku jatuh cinta padamu. Mungkin aku tidak akan pernah bisa mengatakan kapan aku jatuh cinta padamu.


Tapi aku tidak keberatan. Biar aku yang menyimpan memori indah itu dengan sebaik-baiknya.


Jadi, jika kamu mendengarku sekarang, tolong buka matamu. Bahkan jika saat ini kamu tak bisa mendengarku, tolong buka matamu dan beri aku satu kesempatan lagi untuk jatuh cinta padamu.


Kalau kamu memang lelaki itu, tolong kembalilah padaku. Aku tidak akan memintamu berjanji apapun lagi. Aku hanya butuh kamu menepati satu janjimu itu.


Janji yang kamu ucapkan malam itu.

__ADS_1


Jadi kembalilah padaku, Reza.


 


Note:


I will talk about this book in one of my podcast. You can listen to my podcast if you want to know more about this book in Anchor, Spotify, or Youtube.


You can also check my channels here: https://egapersona.tumblr.com/mypersona


And follow my twitter, tumblr, and instagram @egapersona


Follow my update for my other books as well ^^

__ADS_1


__ADS_2