Babi Beranting Vol 6. KEMBALINYA RANTI

Babi Beranting Vol 6. KEMBALINYA RANTI
Bab 21. Ditunda


__ADS_3

"Iya bah, Terus bagaimana?" tanya Wira yang semakin penasaran.


"Apa tadi yang ditanyakan oleh Jang Wira?" jawab Mbah Abun membalikan pertanyaan.


"Begini Abah Kenapa Neng Ranti sekarang sudah ada, tapi babi jadi-jadian nya ke mana?"


"Oh Itu..! jadi sebenarnya babi ngepet dan Ranti itu adalah satu cerita."


"Kenapa kok bisa seperti itu?" tanya Wira yang terlihat mengerutkan dahi , membuat Galih semakin memicingkan mata karena tidak suka melihat Wira yang terlalu over.


"Karena yang menjadi babi ngepet itu adalah Ranti, dan yang menjadi Ranti itu adalah babi ngepet. tapi jawaban seperti itu pasti akan mendatangkan pertanyaan lagi, ujang pasti masih penasaran ingin lebih jelas dan lebih bisa dimengerti.


"Benar Abah!"


"Pasti dalam hati orang-orang yang menyaksikan Kejadian ini, dipenuhi dengan pertanyaan. Kenapa Ranti bisa berubah menjadi seekor babi?"


"Nah itulah Abah yang menjadi pertanyaan saya selanjutnya?"


"Begini Jang Wira. mohon maaf kalau masalah itu Abah tidak bisa menjelaskan, karena itu sudah menjadi rahasia perusahaan. jadi Abah tidak akan menceritakan tidak akan menerangkan sampai terlihat sangat jelas, karena Abah sangat susah untuk menjelaskannya secara rinci. begitu Yang Wira semoga kamu paham!" jawab Mbah Abun wajahnya terlihat memerah, karena secara tidak langsung dia membuka aibnya sendiri, seperti orang yang bertelanjang di dalam pasar.


"Terima kasih atas penjelasannya Abah, cukup segitu juga karena saya sudah mengerti. namun sekarang bagaimana keputusannya, Siapa orang yang akan menerima hadiah dari sayembara. Karena sekarang sudah jelas bahwa Putri Abah yang bernama Ranti sudah berada di sini, Itu tandanya keinginan Abah sudah terlaksana. Coba tolong jelaskan Siapa orang yang akan diberikan hadiah oleh Abah?" tanya Zuhri yang sudah tidak sabar dia tetap kukuh ingin cepat mendengar keputusan anakĀ  yang akan diambil oleh Mbah Abun, Bahkan bukan hanya Zuhri yang ingin cepat mendapatkan keputusan, orang orang yang berada di tempat itu mereka pun merasakan hal yang sama seperti apa yang sedang dirasakan oleh Zuhri.


Apalagi Galih, Saipul dan wira mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Zuhri. Mereka terlihat mengangkat kepala merasa terwakilkan dan merasa bangga karena tidak mungkin ada orang lain yang akan menerima hadiah selain mereka bertiga, Karena satu persatu peserta sudah tereliminasi.


"Iya benar Jang Abun, cepat putuskan....! aki sudah tidak sabar mendengar keputusannya," Timpal aki Tardi menguatkan permintaan Zuhri.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan seperti itu Mbah Abun terdiam seolah Sedang berpikir untuk menentukan siapa orang yang akan diberikan hadiah olehnya. Sehingga membuat orang-orang yang berada di situ mereka berhenti mengobrol bahkan terlihat menahan nafas, seolah sedang memberikan keleluasaan bagi orang yang sedang berpikir.


Keadaan alam semakin lama semakin malam, suara jangkrik terus terdengar seolah tidak bosan untuk terus bersuara bersahutan dengan suara anjing tanah, semakin menambah Kesunyian malam itu.


"Kenapa Abah malah berpikir, coba tolong cepat Tentukan siapa pemenangnya, Jang Abun!" susul aki Tardi yang tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya.


Sebelum menjawab Bah Abun berdehem terlebih dahulu, membuang dahak yang ada di tenggorokan. "Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan oleh Mang Zuhri dan Kasepuhan aki Tardi."


"Syukur kalau bisa keterima, Ya sudah tolong lanjutkan Bagaimana selanjutnya!" tanggap aki Tardi yang terdengar bergumam.


"Begini aki, Jang Zuhri dan semua orang yang ada di sini. Sebagaimana yang sudah disaksikan oleh hadirin sekalian keadaan anak saya, beginilah adanya, bisa disebutkan belum kembali normal seutuhnya, Belum sadar, pemikirannya belum kumpul semua roh halusnya, selain dari rasa capek anak saya masih trauma. Nah dari dasar itu untuk menentukan siapa orang yang akan mendapatkan hadiah, terpaksa tidak akan ditentukan sekarang.


"Kenapa Abah?"


"Kenapa Jang Abun?"


Tanya orang-orang yang berkumpul dengan serempak.


"Sebenarnya begini, Abah mohon kebaikan hati para hadirin sekalian, untuk mengerti dengan keadaan anak saya. karena Abah merasa kasihan dia masih trauma, masih was-was, jadi Abah meminta keikhlasan dari para hadirin sekalian, agar keputusan ini ditangguhkan sampai besok. intinya tidak akan dijelaskan sekarang, kita tunggu saja sampai besok pagi, kalau anak saya sudah sembuh total, sekarang saya sangat merasa kasihan, masih trauma. bahkan anak saya belum makan." jawab Mbah Abun dengan suara yang tegas sambil membagi tatap ke arah orang-orang yang berada di rumahnya.


Mendengar penjelasan dari Mbah Abun, orang-orang yang berada di tempat itu mereka terdiam seolah sedang mencerna apa yang disampaikan oleh tuan rumah, apalagi Wira Dan Galih ditambah Saipul yang merasa tidak puas dengan keputusan yang diambil oleh pihak penyelenggara sayembara, karena mereka merasa takut kalau keputusannya di tunggu sampai besok, takut ada hasutan orang ketiga yang bisa masuk ke pemikiran Mbah Abun, hingga akhirnya keputusan yang diberikan oleh pihak penyelenggara tidak akan adil.


"Maaf Abah, kalau saya boleh berbicara."


"Boleh silakan Jang Galih....!" jawab Bah Abun sambil melirik ke arah orang yang berbicara.

__ADS_1


"Begini Abah, saya sebagai peserta sayembara. Saya tidak setuju dengan keputusan yang diambil oleh Abah, bahwa pengumuman pemenang sayembara akan ditangguhkan sampai besok."


"Terus bagaimana?"


"Saya berharap sama abah, apapun keputusannya, mau merah, mau hitam, Abah harus memutuskan sekarang."


"Kenapa alasannya, sampai-sampai kamu bisa berbicara seperti itu Jang Galih?"


"Mohon maaf Abah, bukannya saya berburuk sangka sama abah."


"Tapi?"


"Tapi kalau keputusan ditangguhkan sampai besok, takut ada bisikan dari samping kanan dan kiri, yang akhirnya bisa mempengaruhi pemikiran Abah. nanti ketika memutuskan tidak akan ada keadilan, yang ada hanya merugikan ke sebelah pihak."


"Lah , Lah, kok seperti itu Jang Galih! Tolong kamu dengar Jang Galih, kamu tidak boleh memiliki pikiran seperti itu. Abah tidak akan merugikan orang yang benar-benar memiliki jasa, karena yang sebenarnya akan memutuskan Siapa orang yang akan menjadi pemenang sayembara bukan Abah, tapi Ranti anak Abah, yang menyaksikan langsung kejadian sebenarnya."


"Tapi Abah....!" potong Galih yang tetap kukuh.


"Tapi apa?"


"Saya tidak percaya!" jawab Galih.


"Maksudnya tidak percaya?" tanya Mbah Abun sambil menautkan alis.


"Saya takut Ranti terbawa pengaruh oleh orang lain. Nah itu maksudnya Abah."

__ADS_1


"Ya enggaklah Jang Galih, itu tidak akan terjadi. Emang siapa yang akan mempengaruhi anak Abah," jawab Bah Abun memberi kepastian.


"Ah Saya takut saja abah, karena sudah pasti akan ada orang yang akan merugikan ke sebelah pihak. Pokoknya saya ingin tetap menerima keputusan sekarang, agar jelas hitam putihnya. Apa susahnya kalau abah tanya langsung sama Ranti sekarang!" ujar Galih yang tetap Kukuh memaksa ingin mendapat keputusan sekarang, dia ingin tahu Siapa pemenang sayembara.


__ADS_2