Babi Beranting Vol 6. KEMBALINYA RANTI

Babi Beranting Vol 6. KEMBALINYA RANTI
bab 37. Selesai


__ADS_3

"Benar Nyai, Ambu sudah tidak sabar ingin segera mengetahui calon menantu ambu, Coba tolong sekarang kasih tahu Ambu, siapa orang yang menolong Nyai!" Timpal Ambu Yayah yang memiliki pendapat yang sama dengan suaminya.


Ranti tidak langsung menjawab, dari semenjak tadi Dia terlihat sangat susah untuk menjelaskan karena di dalam hatinya, dia takut tidak bisa bertemu kembali dengan Eman, karena sudah jelas waktu itu Eman lari ketakutan dan sampai sekarang Ranti belum mengetahui kenyataannya seperti apa, namun untuk menenangkan hati orang tuanya, Akhirnya dia pun berbicara.


"Abah!"


"Iya Nyai!"


"Ambu!" Panggil Ranti sambil membagi tatap ke arah kedua orang tuanya.


"Yah, ayo Tolong jelaskan jangan takut!"


"Kalau abah dan Ambu memaksa, begini cerita yang sebenarnya terjadi."


"Yah ayo, Jelaskan!" jawab Bah Abun seperti biasa dia tidak sabar, dia tidak suka dengan orang yang berbelit-belit ketika berbicara.


"Ternyata hati orang itu berbeda-beda, ada orang yang bersungguh-sungguh dalam berjuang, Namun sayang!"


"Sayang bagaimana?"


"Walaupun dia gigih dalam berjuang, Dia memiliki sikap yang serakah yang akhirnya, tidak memperdulikan kepentingan orang lain, sampai-sampai Mereka tega mengakhiri hidup orang lain, menyiksa tanpa pamrih. ada juga yang sangat bersemangat, tapi cara kerjanya sangat salah, soalnya mereka ingin memiliki untung dari enteng."


"Maksudnya bagaimana?"


"Iya Mereka ingin mendapat hasil yang melimpah tapi mereka malas untuk bekerja, yang akhirnya tidak menghargai keringat orang lain, sampai tega merebut bahkan sampai memaksa sampai tega menghilangkan nyawa, hingga akhirnya Abah, ambu!" lanjut Ranti sambil kembali membagi tatap.


"Yah, yah, teruskan!"


"Hingga akhirnya kebanyakan orang-orang yang bekerja itu tidak ikhlas, karena semua pekerjaannya tidak didasari dengan keikhlasan, tapi ada udang Dibalik Batu. nah begitulah pengalaman Ranti,"


"Iya benar Abah sangat percaya dengan apa yang kamu ucapkan, tapi itu tidak harus diceritakan karena maksud Abah bukan seperti itu. Abah minta penjelasan yang jelas, tidak usah berbelit, kalau menurut orang kota harus to the point. siapa orang yang dianggap memiliki jasa paling besar dalam rangka menolong kamu, dan siapa orang yang berhak menerima hadiah dari abah, Coba tolong sebutkan namanya, tempat tinggalnya, orang tuanya, soalnya Hanya Kamu sendiri yang bisa menentukan, karena kalau tidak ditentukan sekarang, Abah akan malu bukan begitu ambu?" ujar Bah Abun sambil melirik ke arah istrinya.


"Benar Nyai, apa yang dikatakan oleh Abah, tidak salah sedikitpun." Timpal Ambu Yayah menguatkan.


"Abah takut ada orang yang menagih, kalau tidak dilunaskan sekarang tolong kasih tahu Abah, Siapa orang itu?"


"Yah Nyai, Siapa orang itu?"


"Ayo, Buruan jelaskan!" ucap Mbah Abun seolah mendesak anaknya, karena kalau tidak didesak sekarang Mbah Abun sudah bisa membayangkan kejadian apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Kang Eman, Abah!" Jawab Ranti dengan malu-malu.

__ADS_1


"Siapa?"


"Kang Eman!"


"Eman?" ulang Mbah Abun seolah tidak mendengar apa yang dijelaskan oleh anaknya.


"Yah benar, Kang Eman Abah!"


"Siapa Eman itu Nyai, orang mana dan bagaimana keadaannya, sekarang berada di mana?" tanya Ambu Yayah Yang menghujani anaknya.


"Ayo coba tolong Terangkan, semuanya dan bagaimana nasibnya sekarang!"


"Abah, ambu.....! Kang Eman adalah pemuda yang biasa-biasa saja, tapi dia sangat jujur dan setia, tidak sombong, tidak angkuh, tidak gegabah ketika melangkah. saya sudah berjanji dalam hati, untuk hidup bersama dengan dirinya."


"Soalnya?" tanya Mbah Abun meminta kepastian.


"Sebabnya kenapa Nyai?" tambah Abu Yayah menguatkan.


"Soalnya sudah terbaca isi dalam hatinya, sudah terlihat jiwanya yang jujur dan kesatria dapat dipercaya."


"Syukur, syukur, kalau begitu! tapi sekarang berada di mana."


"Itulah yang membuat Ranti sekarang bersedih, kalau mengingat nasibnya yang belum diketahui keberadaannya."


"Begini ceritanya Abah, ambu." akhirnya Ranti pun menceritakan riwayat, kehidupannya yang ada hubungan dengan salah seorang pemuda yang bernama Eman, Ranti menjelaskan secara rinci tidak ada yang terlewat sedikitpun, bahkan Ranti menjelaskan kalau Eman tidak kasar, tidak sombong, bahkan Pemuda itu memperlakukan Ranti seperti memperlakukan Adiknya sendiri. walaupun Ranti masih berada di dalam wujud babi, Eman mau tidur berdampingan, bahkan sampai memeluk. karena Eman sudah tahu bahwa babi itu adalah seorang manusia, hingga akhirnya Eman tidak memandang wujud, tapi yang dipikirkan oleh Eman adalah isi di dalam batinnya.


Namun sayang nasib Eman sampai sekarang belum diketahui, semenjak berlari menyelamatkan diri dari ancaman pisau belati Surya Jaya. Ranti tidak mengetahui kemana arah perginya Eman, ke mana arah berlarinya Eman. membuat Mbah Abun dan Abu Yayah terlihat kecewa, mereka sudah geregetan ingin segera bertemu dengan pemuda yang bernama Eman.


"Nah begitu ceritanya Abah. nah begitu keadaan Kang Eman ambu," ujar Ranti mengakhiri ceritanya.


"Haduh sangat kasihan sekali, kira-kira kemana perginya pemuda itu, jangan-jangan dia bertemu dengan bahaya, karena mendengar dari ceritanya sangat menyedihkan?"


"Ya Abah, kita harus bagaimana?"


"Lah Ambu kok malah balik bertanya, Abah juga bingung harus berbuat apa?"


Bah Abun dan Abu Yayah terlihat terdiam berpikir, soalnya belum bisa menentukan bagaimana nasibnya Eman. di satu sisi mereka berdua merasa bahagia karena sudah mendapatkan nama pemenang dari sayembara yang mereka buat, orang yang pantas mendapat hadiah darinya. namun itu mendatangkan pemikiran baru, karena orangnya tidak ada di tempat itu, soalnya di benci oleh orang lain.


Keadaan pun semakin lama semakin siang, burung-burung terdengar berkicau dari samping rumah seperti sedang mendapat kebahagiaan. Mbah Abun dan istrinya masih terlihat berpikir, merasa bingung dengan keputusan yang harus mereka ambil. melihat kedua orang tuanya Diam Tanpa berbicara, akhirnya Ranti pun berbicara kembali.


"Abah.....!" Panggil Ranti, Namun sayang Mbah Abun tidak menyahuti mungkin dia masih terlalu dalam pemikirannya.

__ADS_1


"Abah!" Panggil Ranti sambil menaikkan intonasi suaranya.


"Iya ada apa Nyai?" jawab Mbah Abun yang terperanjat kaget.


"Kalau bisa, saya mohon izin sama abah dan Ambu."


"Izin untuk?" tanya Mbah Abun sambil mengerutkan dahi.


"Saya mau mencari Kang Eman, Siapa tahu saja ada rezeki bisa bertemu kembali dengannya."


"Jangan, jangan seperti itu, anak Abah jangan seperti itu!karena Abah tidak akan mengijinkan, bukan Abah tidak sayang sama Jang Eman, bukan Abah melarang untuk mencarinya?"


"Tapi Abah?"


"Tapi jangan kamu yang pergi! Abah merasa khawatir takut ada sesuatu yang menimpa terhadap diri kamu, apalagi banyak pemuda yang merasa sakit hati karena cita-cita mereka tidak tercapai."


"Benar Nyai, Ambu tidak akan mengijinkan, kalau kamu yang pergi," Timpal Ambu Yayah Yang sepemikiran dengan suaminya.


"Kalau saya tidak diijinkan untuk mencari Kang Eman, harus bagaimana caranya agar kita bisa menemukan Kang Eman, soalnya Ranti sangat khawatir Abah, takut terjadi sesuatu sama Kang Eman, takut dia bertemu dengan kesusahan. Kenapa tadi Ranti tidak bilang semua ini ketika berkumpul, takut ada orang yang dendam sama Kang Eman yang terutama Kang Jana dan Kang Dadun atau Bapak Surya Jaya yang sudah bertemu langsung sama Kang Eman," ujar Ranti ketika mendapat penolakan dari orang tuanya, di mana dia tidak boleh keluar dari rumah untuk mencari orang yang memiliki jasa dalam sayembara, orang yang akan jadi juaranya.


"Iya Abah sangat ngerti, bahkan bukan Ketiga orang yang tadi Nyai Sebutkan, tidak menutup kemungkinan Jang Galih dan Jang Daus mereka berdua juga akan dendam sama pemuda yang bernama Eman. Tapi walau begitu Nyai tidak usah khawatir, karena itu semua adalah tanggung jawab Abah untuk mengurusnya. sekarang kamu harus tenang tidak boleh ke mana-mana lagi!" jawab Mbah Abun memberikan keputusan.


"Nah begitu Nyai, dengarkan petuah bapak kamu bagaimana kalau seperti itu?" ujar Abu Yayah diakhiri dengan pertanyaan.


"Baik kalau begitu ambu, Abah. Ranti akan mengikuti kemauan kalian berdua," jawab Ranti yang terlihat sumringah, karena kesusahannya sudah ada yang membuka.


"Nah begitu, Abah senang kalau Nyai ngerti dengan maksud Abah!"


Setelah mendapat keputusan, Ranti merasa tenang, dia akan tetap tinggal di rumah berkumpul kembali bersama orang tuanya setelah berpisah yang lumayan sangat lama. Ranti merasa bahagia karena sudah bisa kembali ke wujud manusia seperti hari-hari biasa. Walau Ranti berubah menjadi babi sangat menyengsarakan, tapi ada untungnya karena dia memiliki pengalaman yang sangat banyak, bahkan terlihat sangat aneh. Ranti sekarang perasaan batinnya semakin tajam, penglihatannya pun semakin kuat, sampai bisa menebak sikap-sikap manusia, bisa memilih antara orang baik dan orang yang jahat.


Selain dari itu, ada lagi keuntungan yang lain, keuntungan yang lebih besar. Ranti yang awalnya tidak kenal dengan urusan ketuhanan, sekarang menjadi dekat dengan urusan itu. bahkan sedikit-sedikit Dia teringat sama Allah sang penciptanya, yang merajai seluruh alam. Dzat yang merubahkan siang dan malam, yang menciptakan langit dan bumi, yang tentu hal ini sudah bertolak belakang dengan pekerjaan orang tuanya, yang melakukan pesugihan sama siluman babi.


Sedangkan kedua orang tuanya, Mbah Abun dan ambu Yayah. hati mereka Terasa tenang, soalnya kesusahan sudah bisa terlewati. kebingungannya sudah menghilang, sekarang hidup mereka tinggal menikmati kebahagiaan karena sudah bisa berkumpul kembali dengan anaknya.


Ambu Yayah pemikirannya semakin terbuka, badannya terlihat berisi kembali, Soalnya sakit yang dia derita seolah sudah sembuh. karena awalnya juga dia sakit gara-gara memikirkan anak yang menghilang.


Namun bukan kehidupan manusia, kalau tidak ada kekurangan dari kebahagiaan yang mereka dapat, selalu ada saja terselip kesusahan. karena warga Kampung Ciandam menjadi gempar, Ranti yang sudah menjadi babi hutan sudah menjadi berita setiap pagi, jadi topik pembicaraan orang kampung, jadi bahan obrolan orang-orang desa, jadi obrolan di warung-warung, di jalan dan di pertigaan.


Bagaimana akhirnya? rahasia Mbah Abun sudah tidak bisa disembunyikan lagi, semuanya sudah terbuka dan semua orang sudah pada mengetahui serta bisa menentukan bahwa Mbah Abun melakukan pesugihan siluman babi, hingga harkat derajat keluarga Mbah Abun jatuh seketika, awalnya banyak orang yang menghormati sekarang sudah luntur kembali.


Selain Rahasianya sudah diketahui. Mbah Abun yang sudah mengadakan sayembara dan sudah berjanji akan memberikan hadiah bagi siapa saja yang mengantarkan babi ngepet dengan keadaan selamat ke rumahnya akan diberikan hadiah. Namun sayang sampai saat ini orang yang berhak mendapatkan hadiah itu tidak ditemukan, sehingga membuat pembicaraan para warga Kampung Ciandam semakin ngelantur. ada yang bilang bahwa Mbah Abun itu sangat licik, dia mau menyuruh orang tapi tidak mau memberikan imbalannya, karena tidak menutup kemungkinan kalau Ranti dan orang tuanya sudah bekerja sama, agar tidak ada orang yang mendapatkan hadiah sayembara itu.

__ADS_1


Padahal bukan tidak ada pemenang, namun orang yang berhak memenangkan sayembara itu belum diketahui keberadaannya. ini semua gara-gara kesalahan Ranti yang tidak mau berkata jujur, karena dia juga memiliki alasan yang kuatt, kalau dia berkata jujur takut ada orang yang tega sama kekasih hatinya yang bernama Eman. Karena dia sudah bisa menebak Bagaimana jahatnya, kejamnya para peserta sayembara.


__ADS_2