Bahagia Dan Derita Nadia

Bahagia Dan Derita Nadia
Menyelesaikan Skripsi


__ADS_3

Hari ini pagi yang cerah, matahari pagi kian menyinari buminya, Nadiah hari ini belum juga bangun, tidak biasanya Nadia bangun kesiangan seperti ini.


Ketika Nadia bangun dia masi duduk dan meluruskan tangan sambil sesekali menggeliat ke kiri dan kenan, setelah itu Nadia masuk kekamar mandi, kurang lebih 20 menit nadia sudah selesai dengan kegiatan dikamar mandi.


Nadiah memakai baju lengan pendek dan memakai celana, tapi tidak mengurangi ke anggun Nadia. Rambut yang di kuncir kuda diikat menjadi satu kebelakang, hari ini Nadia tidak sempat sarapan karena bangun kesiangan, dia langsung menuju tempat kerja menjadi guru less, setelah sudah selesai kini jam menunjukkan pukul 11 pagi menjelang siang, Nadia langsung kekampus dia ingin menanyakan perihal skripsi yang sudah dia ajukan, setelah menunggu cukup lama, Nadia akhirnya mendapat kan kejutan yang selama ini dia nanti - nanti kan, akhirnya skripsi yang diajukan Nadiah diterima oleh dosen kuliahnya .


Hati ku saat itu saat lah bahagia karena perjuangan ku tidaklah sia sia, tanggal 26 hari rabu nanti nadiah melakukan wisuda nya, dia mengambil jurusan akuntansi, gak kebayangkan betapa pintar dan cerdasnya Nadiah.


"Aku akan memakai baju kebaya yang dibeli ibu untuk aku pada saat nanti aku wisuda."

__ADS_1


Sebelum Nadiah melakukan wisuda nya besok, Nadia ingin terlebih dahulu ke makam kedua orang tuanya, ingin memberikan kabar gembira ini pada kedua orangnya.


"Ibu ayah besok tanggal 26 Nadiah akan melakukan wisuda, ibu ayah doain Nadiah supaya nanti kehidupan nadiah bisa lebih baik lagi aamiin."


Setelah selesai mengunjungi makam ibu dan ayahnya, Nadiah langsung memanggil taksi yang lewat disana, dia langsung menuju rumahh.


___________________________________________


Nadiah mengendarai taksi online, setelah sudah sampai di depan rumahnya, dia langsung naik kebelakang kemudi dengan anggun dia berjalan sampai duduk Nadiah masi terlihat sangat anggun, siapa sih yang tidak mau dengan nadiah wajah cantik Nadiah, kalo saja Nadia orang kaya pasti dia akan sangat cantik karena seringnya perawatan kulit, Nadia cantik alami dia tidak pernah melakukan perawatan.

__ADS_1


Sampailah Nadiah di kampusnya, Nadia memberi beberapa lembar uang kertas kepada bapak supir, begitu turun dari mobil Nadiah langsung disambut oleh kedua orang sahabatnya tidak lupa juga sahabat-sahabatnya itu membawa keluarganya, hati Nadiah sakit melihat dirinya, tapi dia berusaha tegar menghadapi semuanya, sahabat - sahabat Nadiah dari kejauhan melambaikan tangan pada Nadiah sambil tersenyum, Nadiah yang melihat lambaian tangan dan senyum itupun membalas hal yang sama juga kepada mereka.


"Ayo kita masuk."


Nadiah langsung mengangguk kan tanda setuju seperti mengatakan. "Ayo."


Mereka pun masuk dan duduk ditempat kursi yang telah disediakan tempat orang tua dan juga tempat mahasiswa/mahasiswi itupun terpisah, orang tua sebelah kanan dan mereka sebelah kiri.


Kini mereka sudah duduk, dan menikmati setiap acaranya dengan hikmat, hati yang lain sangatlah bahagia tampak terlihat di wajah mereka, tetapi bedah halnya dengan Nadiah dia sedih karena tidak ada wali sama sekali, tapi Nadiah buru - buru menepis pikiran buruk itu dia memandang kedepan lurus.

__ADS_1


KIRA - KIRA SEPERTI INI YA ILUSTRASI NADIAH



__ADS_2