Bahagia Dan Derita Nadia

Bahagia Dan Derita Nadia
Awal Masuk Kerja Part 1.


__ADS_3

Hari ini Nadiah bangun cukup pagi, lalu menuju dapur untuk memasak sarapan untuk dirinya, Nadiah memasak air hangat dan mengambil roti tawar dan selai yang ada di dalam kulkas, air hangat yang dimasak sudah panas dan mendidih nadia lalu menyeduh teh untuk dia minum .


Selesai sarapan Nadiah melihat jam yang ada didinding sekarang menunjukkan waktu pukul 6:30 pagi Nadia bergegas menuju kekamar nya dan langsng mengambil handuk untuk mandi.


Setelah selesai mandi Nadia langsung memkai baju hitam putih, karena ini awal Nadiah bekerja di perusahaan yang selama ini dia impikan, pakaian sudah rapi Nadia langsung memoles wajahnya dengan make up yang tidak terlalu tebal namun tidak juga terlalu tipis.


Sambil berjalan menyusuri jalanan Nadia tidak sengaja menaprak seorang yang bertubuh besar kulitnya hitam legam cuman giginya saja yang agak putih.


Ternyata orang yang ditabrak Nadiah tu adalah seorang pereman yang biasa mencopet dengan strategi pura pura menaprak lawannya, agar tidak terlalu mencolok.


"Tolong.. Tolong.. Copet." Nadia berteriak sebisa mungkin, namun sepertinya tidk ada orang disana.


Lelaki yang bertubuh besar tu mengambil tas Nadiah ketika Nadia sedang lega, lelaki yang mencopet Nadiah tidak menyangka kalau Nadia akan mengejar kan.


Nadia kemudian berlari mengejar pencopet itu, dan langsung dihajar sampai wajahnya babak belur dan juga menerjang kenjantan milik laki laki tersebut dan benar saja pencopet tersebut langsung tersungkur jatuh kelantai.


Nadia mengambil tasnya dan menghadang taksi, kebetulan langsung ada taksi yang lewat disana jadi Nadia tak perlu susah susah lagi mencari taksi.


Make up yang dia polos kini sudah luntur akibat peluh yang bercucuran akibat menghajar pencopet tadi.


Huh untung aku bawa make up tadi kalau tidak aku bisa terlambat kalau kayak gini.


Nadia memoles lagi make up kewajahnya, tidak beberapa lama taksi yang dikendarai Nadia berhanti diperusaha yang di tujuh.


"Selamat pagi pak." Sapa Nadia sopan kepada security yang sedang berjaga.


"Selamat pagi nona, anda yang kemaren mengajukan lamaran kan."


"Iya benar pak."

__ADS_1


"Silakan nona, semoga kerja anda sukses." Security itu tersenyum hangat kepada Nadia.


"Iya makasih pak. Mari saya masuk pak."


Security yang sedang berjaga disana hanya mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


Setelah sampai di dalam perusahaan Nadia langsung dituntun menuju ruang hrd, Nadia mengikuti dari belakang.


"Oh iya perkenalkan nama saya desi. Nama kamu siapa." Sapa seorang office girl yang mengantar Nadia ke ruang hrd.


"Perkenalkan nama saya Nadia."


Mereka sampai didepan ruangan hrd.


T**ok tok**


"Duhh kenapa aku jadi gugup kayak gini ya."


Nadia hanya tersenyum membalas penuturan yang sampaikan seorang office girl tersebut.


"Iya masuk."


"Pp.. ermisi buk." Ucap Nadia dengan sedikit gugup.


"Kamu Nadia ya." Ucap seorang wanita paruh baya tersebut.


"Iya benar buk."


"Baiklah silakan duduk. Kamu akan ditempatkan menjadi sekertaris Presdir disini jadi saya harap kamu tidak mengecewakan saya karena telah memilih kamu sebagai sekertaris Presdir, apa kamu mengeri."

__ADS_1


Presdir.


Maksudnya presiden direktur.


Nadia sedikit terkejut dengan posisi yang dia dapat, karena jujur saja Nadia tidak pernah berpikir akan menjadi sekertaris Presdir diperusaha an sebesar ini.


"Baik buk. Saya akan berusaha bekerja dengan sebaik mungkin, Terima kasih karena ibu sudah mempercayai saya."


"Iya, mari saya tunjukkan ruangan kamu."


Mereka kemudian berjalan menuju ruang Nadia yang berada tepat disamping ruang peresdir.


Setelah selesai meletakkan barang barang dan tas yang dibawa nadia. Wanita paruh baya itu kemudian langsung membawa Nadia keruangan peresdir Ansel.


T**ok tok**


Setelah mendengar ada jawaban dari dalam seorang hrd yang membawa Nadia masuk lebih dulu.


"Selamat pagi tuan, sekertaris baru anda sudah ada, dan kini sedang berada di luar, apa boleh dia masuk sekarang."


Peresdir Ansel hanya mengangguk kn kepalanya. Hrd yang mengerti akan hal itu langsung berjalan keluar ruangan dan memanggilNnadia untuk ikut masuk kedalam ruangan .


Ketika menginjakkan kaki kedalam ruang peresdir, sejauh mata Nadia memandang dia melihat takjup interior yang desain yang ada didalam ruangan tersebut.


"Selamat pagi tuan." Sapa Nadia sopan kepada Ansel.


"Perkenalkan diri kamu." Ucap wanita paruh baya itu.


Nadia mengaguk dan langsung memperkenalkan diri.

__ADS_1


Menarik napas dalam mencoba mengatur napas dan hembuskan. Begitulah yang dilakukan Nadia saat ini untuk menghilangkan rasa gelisa yang sedang bersarang di hati dan dipikiran nya.


__ADS_2