
Dimalam yang sunyi Nadiah sudah tertidur. Dia sudah memasukki alam mimpi nya,
Nadiah terbangun dari tidurnya karena dia merasa haus ingin minum. Lalu dia pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih yang ada di dalam kulkal ditekukkn minuman itu hingga membasahi bibir dan juga tenggorokan nya, sekilas dia melihat poto-poto bersama keluarganya lalu dia kekamar mandi untuk mengambil air wudhu, setelah itu dia sholat di kamarnya dengan khusyuk, lalu dia berdoa untuk kesehatan, keselamatan, di murah kan rezeki, dan tidak lupa dia mendoakan kedua orang tuanya yang sudah dulu pergi meninggal kan dia,
tidak lama dari situ nadiah tidur kembali melanjutkan tidur nya karena sekrng masih sangat malam.
Pagi hari nya seperti biasa Nadiah bangun lebih awal untuk memasak sarapan pagi, dia terlihat sibuk hari ini karena dia mau pergi kekampus untuk menyerah kan skripsi yang sudah diangsur dari jauh - jauh hari, setelah selesai sarapan, Nadiah berangkat ke kampus terlebih dahulu baru setelahnya dia pergi untuk bekerja, setelah selesai dengan kegiatan di kampus Nadiah langsung menuju tempat dia bekerja sebagai guru itu, dia mengajari murit - murit nya dengan sabar, dan juga ikhlas, sampai terkadang ada salah satu murid laki laki nya yang menggoda Nadiah,
wajar saja Nadiah kan selain baik hati dia juga cantik, yang terkadang membuat Nadiah bahagia dan melupakan kesedihan dan kesendirian nya.
Waktu Nadiah mengajar di sana sudah habis, dia pergi ke sebuah warteg karena ini sudah jamnya makan siang, dia memesan satu piring nasi padang, dan memesan es jeruk satu, Nadiah memakan nasi itu dengan lahap sambil sesekali meminum esnya, setelah selesai makan nadiah mengganti bajunya di dalam toilet dia langsng menuju tempat biasa dia mencuci piring - piring kotor.
Ditengah perjalan Nadiah melewati jalanan, dia hampir tetaprak oleh mobil mewah itu.
__ADS_1
Sambil jongkok terduduk dan menutup mata Nadiah berteriak.
"Aaaaaaaaaahhhhhhh"
Tidak lama setelah itu pemilik mobil mewah itu keluar dari dalam mobil dan menghampiri gadis itu, dia mengangkat tubuh Nadiah.
"Heiii kamu tidak apa - apa kan, ayo bangun aku bawah kamu kerumah sakit."
"Tidak perlu aku tidak ada luka sama sekali, ini salah ku, aku tidak melihat jalan, sampai membuat diri ku dalam bahaya, sekali lagi maafkan aku tuan."
"Kamu yakin tidak apa - apa dan tidak mau saya bawah kerumah sakit."
"Iya saya yakin, terima kasih."
__ADS_1
Nadiah berlari meninggalkan laki - laki itu, sekilas tadi Nadiah melihat wajah nya cukup tampan,
"Aku semalam bermimpi apa bisa bertemu dengan orang ganteng dan kayaknya dia orang baik, halah aku ni mana mungkin sih aku bisa bertemu dengan dia lagi dia kan orang kaya dan pasti orang tuanya sombong heh"
Nadiah langsung menepis pikirannya itu, dia langsung bergegas pulang hari yang cukup melelahkan, Nadiah pulang dan istirahat, dirumah.
Sekelebat bayangan lelaki itu menari - nari di pikiran nya, sesekali dia tersenyum sangat mendapatkan perlakuan yang lumayan baik dari orang itu, Nadiah berharap dia bisa bertemu dengan lelaki itu lagi, karena tadi Nadiah belom sempat memberikan ucapan Terima kasih.
Bayangan itu menjadi pengantar tidur Nadiah malam ini.
"Ahhhh ganteng banget sihh lelaki itu, tapi namanya siapa yah kira - kira, aku jadi penasaran dengan nama nya, tapi apalah daya aku, aku tidak tau bagaimana cara mengenal nya lebih dekat, dan mengucapkan terimakasih kepadanya, bodoh sekali harusnya waktu aku menatap wajahnya setidaknya ak bilang terimakasih kek, apalah kek, ahhh bodohnya aku."
JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN DAN TIDAK LUPA JADIKN NOVEL INI SEBAGAI FAVORIT ❤YA TERIMAKASIH SEMOGA KALIAN SUKA DAN TERUS DUKUNG YA
__ADS_1