
"Mba aku mintak maaf karena aku mba jadi kayak gini jadi koma udah 1 bulan ini mba koma, maafin aku mba." Pelakor yang sekaligus juga masi keluarga tu merasa bersalah dan dia berpikir kalo dia harus mintak maaf, entah apa yang saat itu sedang mereka rasakan sampai sampai bisa membuat kesalahan sebesar itu.
"Mass sepertinya kita harus akhiri hubungan kita ini karena bilah kita terus ada hubungan seperti ini maka akan banyak, orang orang yang akan tersakiti."
"Iya mas juga mau kita akhiri hubungan ini, makasih karena kamu sudah rella dan dengan lapang dada untuk melepaskan mass."
Mereka pun berpelukan tanda perpisahan.
"Yaudah mass aku pergi yah kamu jaga diri baik baik, jagai mba Zahra yah."
Setelah itu hati ayahnya nadiah pun lega karena mereka bisa melepas hubungan tu dengan cara baik baik.
Setelah sudah 1 bulan ini ibunya Nadiah tidak sadarkan diri, akhirnya mereka pun membawa ibunya ke rumah. Karena mereka sudah tidak punya uang lagi buat membiayai karena biaya rumah sakit sangat lah mahal, sedangkan mereka tidak punya uang untuk membiayai biaya pengobatan istrinya.
__ADS_1
"Sayang maafin mass yah, mass udah gak sanggup lagi membiayai biaya pengobatan kamu jadi kami membawa kamu kerumah, kamu harus sembuh ya."
Setelah sampai dirumah Nadiah memasak untuk makan malam, dia memasak seadanya saja, karena bahan bahan dapur jug udah banyak yang habis, mereka kesusahan untuk makan, dan Nadiah mau gak mau harus mencari kerja, dia bertanya sam sahabat sahabat nya kalo ajah ada kerjaan buat dia. Nadiah pun menelpon sahabat nya yang pertama kali dia telpon adalah Fatimah
sambungan telpon terhubung.
Tut. tut. tut.
"Iya maaf yah udah ganngu waktu istirahat kamu, aku mau nanya kamu ada lowongan kerja gak buat aku kali ajah kan orang tua kamu butuh asisten rumah tangga aku siap kok, asalkan aku ada kerjaan ma."
"Iya iya nanti aku tanya yah sama papi dan juga mami aku, kalo ada nanti ak hubungan kamu yah Nat. Udah sekarang kamu tidur dulu ajah nanti besok pagi kita bicarakan bertiga yah ditempat biasa kita kumpul."Fatimah.
"Baiklah makasih yah ma."
__ADS_1
Setelah tu sambungan telpon terputus,
Nadiah pun masuk ke kamar nya dan menidurkan tubuhnya yang sadari tadi emang sudah lesu dan lemas, bukan fisik saja yang lemah dan sakit tapi juga batin nya, tidak beberapa lama Nadiah pun tertidur pulas dan dia bermimpi kalo ibunya pergi jauh meninggal kan dia, dengan pakaian yang berwarna putih dan cantik ibunya pergi meninggalkan Nadiah. Dan juga ayahnya. Tidak berpa lama nadiah terbangun dari tidurnya dengan wajah yang sudah di penuhi dengan keringat yang bercucuran membasahi seluruh wajahnya.
"Ibu jangan tinggalin Nadih. Hiks hiks hiks."
Nadiah bangun sambil menangis pirasat dia sudah tidak enak lagi untuk melanjutkan tidurnya kembali. Karena ini masi sangatlah malam sekarang masi pukul 2 malam, dengan susah payah nadiah setelah membaca ayat ayat suci yang menurut Nadiah itu bisa menenangkan hatinya yang sedang galau gulanda, setelah itu Nadiah pun tertidur kembali setelah selesai menunaikan shlat malam nya.
***
Di pagi hari yang cerah Nadiah bangun dengan hati sudah agak lumayan tenang .
JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN DAN TIDAK LUPA JADIKN NOVEL INI SEBAGAI FAVORIT ❤YA TERIMAKASIH SEMOGA KALIAN SUKA DAN TERUS DUKUNG YA
__ADS_1